From Zero to Hero, Evan Dimas Beberkan Awal Kariernya Sebelum Bersinar di Timnas Indonesia

Shin Tae-yong dan Evan Dimas Darmono saat di Timnas Indonesia.
Shin Tae-yong dan Evan Dimas Darmono saat di Timnas Indonesia.

 Nama Evan Dimas pernah menjadi simbol kebangkitan sepak bola Indonesia. Gelandang yang dikenal sebagai motor permainan Timnas Indonesia itu sempat menikmati masa-masa gemilang, mulai dari mengantar Garuda Muda juara Piala AFF U-19 2013 hingga berkarier di sejumlah klub besar Tanah Air.

Namun, perjalanan karier Evan Dimas tidak selalu berjalan mulus. Dalam beberapa tahun terakhir, performanya mulai meredup dan kesempatan bermain yang semakin terbatas membuat kiprahnya di level tertinggi sepak bola Indonesia perlahan memudar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasi tersebut berujung pada keputusan Persik Kediri yang melepas Evan Dimas pada bursa transfer paruh musim 2024/2025. Sejak saat itu, mantan kapten Timnas Indonesia U-19 tersebut belum kembali merumput di kompetisi profesional.

Mantan kapten Timnas Indonesia U-19 Evan Dimas

Kini, Evan lebih banyak menghabiskan waktunya di luar lapangan pertandingan. Ia diketahui aktif dalam kegiatan sosial sekaligus membantu pembinaan pemain muda dengan melatih anak-anak di sekolah sepak bola yang berada di Tulungagung.

Meski kini jauh dari sorotan kompetisi profesional, perjalanan Evan Dimas menuju puncak karier sepak bola Indonesia tetap menjadi kisah yang inspiratif.

Lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 13 Maret 1995, Evan dikenal sebagai gelandang tengah yang memiliki visi bermain, kemampuan mengatur tempo, serta kecerdasan membaca permainan.

Bakat sepak bolanya sudah terlihat sejak usia muda. Ia memulai perjalanan dari SSB Sasana Bhakti sebelum melanjutkan pembinaan di SSB Mitra Surabaya. Dari sana, kemampuannya terus berkembang hingga akhirnya bergabung dengan akademi Persebaya Surabaya.

Nama Evan mulai dikenal luas saat memperkuat Timnas Indonesia kelompok umur. Kepemimpinannya di lapangan membuatnya dipercaya menjadi kapten generasi emas Timnas Indonesia U-19.

Puncak popularitasnya datang pada Piala AFF U-19 2013. Saat itu, Evan menjadi salah satu pemain paling menonjol dan berperan besar dalam keberhasilan Indonesia meraih gelar juara untuk pertama kalinya di ajang tersebut.

Setelah sukses bersama tim nasional usia muda, Evan melanjutkan karier profesionalnya di level senior dan sempat menjadi salah satu gelandang terbaik yang dimiliki Indonesia.

Evan Dimas Ungkap Awal Mula Menjadi Gelandang

Di balik kesuksesannya sebagai gelandang, ternyata Evan Dimas tidak selalu bermain di posisi tersebut sejak awal kariernya.

Dalam sebuah kesempatan, ia mengungkapkan bahwa saat pertama kali menekuni sepak bola, dirinya justru bermain sebagai sayap kiri.

"Waktu itu SSB Sasana Bhakti, saya posisinya sayap kiri mas, ketika SMP saya pindah ke Mitra Surabaya itu almarhum Pak Eko, pelatih saya menemukan saya," ungkap Evan Dimas, dikutip dari kanal YouTube Cuwitan62.

Perubahan besar dalam kariernya terjadi ketika sang pelatih melihat potensi yang lebih cocok untuk dimainkan di lini tengah.

"Mulai saya bermain di gelandang tengah itu," lanjutnya.

Keputusan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan karier Evan. Posisi gelandang tengah kemudian menjadi tempat yang membuat kemampuannya berkembang dan dikenal luas oleh pencinta sepak bola Indonesia.

Tak hanya berbicara soal perjalanan karier, Evan juga mengungkap alasan utama dirinya memilih menekuni sepak bola sejak kecil.

Menurutnya, bermain sepak bola bukan semata-mata untuk meraih ketenaran atau kesuksesan pribadi, melainkan untuk membahagiakan orang lain, terutama keluarga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ketika saya bermain bola, dan bermain profesional itu, ingin membahagia masyarakat, lebih ke gimana caranya menyenangkan orang lewat sepakbola, dan bermanfaat buat orang melalui sepakbola," pungkasnya.

Meski kini tidak lagi aktif bermain di kompetisi profesional, nama Evan Dimas tetap memiliki tempat tersendiri di hati para pencinta sepak bola Indonesia berkat kontribusinya dalam salah satu generasi terbaik yang pernah dimiliki Timnas Indonesia.