Kata-kata Berkelas Erick Thohir usai Beckham Putra Jadi Korban Provokasi Suporter di Laga Timnas Indonesia Vs Mozambik

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir

 Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, akhirnya angkat bicara soal diskriminasi dan hujatan yang diterima beberapa pemain Timnas Indonesia. Termasuk bintang Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha usai laga kontra Mozambik,

Erick Thohir tidak menyebut satu nama secara langsung dalam pesannya. Namun, unggahan tersebut muncul di tengah ramainya pembahasan soal Beckham Putra yang dihujat usai laga Timnas Indonesia melawan Mozambik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Skuad Garuda sukses menang atas Oman dan Mozambik dalam dua laga internasional tersebut. Namun, sorotan kepada Beckham justru berkembang ke arah personal dan tidak lagi sebatas kritik performa di lapangan.

Dalam unggahannya, Erick Thohir menegaskan bahwa sepak bola Indonesia tidak boleh memberi tempat bagi tindakan diskriminatif. Ia juga mengaitkan sikap tersebut dengan aturan PSSI serta komitmen FIFA melawan rasisme.

“Dalam statuta PSSI dan FIFA’S Global Stand Against Racism mengutuk segala tindakan diskriminasi, bullying dan rasisme. Tindakan tersebut juga patut ditindak agar tidak ada lagi diskriminasi, bullying dan rasisme dalam sepak bola," tulis Erick Thohir di akun Instagram pribadinya,

Erick Thohir juga mengingatkan bahwa para pemain Timnas Indonesia sudah berkorban untuk membawa nama negara. Karena itu, mereka seharusnya mendapat dukungan dan perlindungan dari publik sepak bola nasional.

“Seluruh pemain Timnas Indonesia telah berjuang mengorbankan segalanya demi Merah Putih, mereka adalah aset bangsa yang wajib kita jaga bersama," ucapnya.

Erick Thohir kemudian menutup pesannya dengan kalimat keras. Ia menegaskan bahwa sepak bola Indonesia harus bebas dari tindakan yang merendahkan pemain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tidak ada ruang untuk tindakan bullying dan diskriminasi di sepak bola Indonesia!”

Dalam unggahan tersebut, Erick Thohir juga membagikan video pada 24 Oktober 2025 tentang larangan rasisme dan diskriminasi. Ia menyatakan PSSI menolak tegas dengan hal-hal tersebut. (fan)