Libatkan Anak Saat Masak Bareng Anak Jadi Cara Jitu Kenalkan Gizi Seimbang Sejak Dini

Ilustrasi ibu dan anak masak
Ilustrasi ibu dan anak masak

Mengajak anak ikut serta dalam proses memasak bukan hanya membangun bonding. Tetapi juga menjadi cara sederhana dan menyenangkan untuk mengenalkan konsep gizi seimbang.

Orang tua bisa memulai dari hal kecil, seperti memilih sayuran, mencuci bahan, atau menata piring warna-warni yang berisi karbohidrat, protein, dan sayur.  Aktivitas ini membuat anak lebih penasaran dengan makanan sehat dan lebih mudah menerima rasa baru.

Melansir laman American Academy of Pediatrics, anak yang terlibat langsung dalam memasak cenderung lebih terbuka terhadap pilihan makanan sehat. 

Disebutkan bahwa anak-anak yang ikut memasak cenderung lebih mau mencoba dan menikmati makanan bergizi. Pendekatan ini membantu anak memahami bahwa makanan bukan sekadar enak, tetapi juga baik untuk tubuh.

Dengan rutinitas memasak bareng, anak belajar gizi, melatih motorik, sekaligus membangun kebiasaan makan sehat sejak dini.

Berkaitan dengan edukasi gizi sejak dini, baru-baru ini San Remo menggelar Grand Final Weyoco Junior Chef Indonesia Season 5. Digelar di La Piaza Gandaria City, acara ini merupakan puncak dari rangkaian audisi di 6 kota besar Indonesia serta audisi online yang diikuti lebih dari 600 peserta anak usia 10-15 tahun.

Kompetisi ini hadir sebagai platform edukasi kuliner yang mengenalkan pentingnya memilih bahan berkualitas untuk mendukung gizi seimbang anak sejak dini. 

Kompetisi masak anak

Grand Final tahun ini tidak hanya mengasah kemampuan memasak anak, tetapi juga menghadirkan rangkaian program edukatif termasuk talkshow bertajuk 'Pentingnya Gizi Anak & Pasta sebagai Makanan Seimbang' bersama nutritionist dan mom community leader, cooking demonstration oleh Chef Vindex Tengker dari Asosiasi Chef Profesional, serta berbagai aktivitas keluarga yang dirancang untuk memperkuat bonding orang tua dan anak melalui kegiatan memasak.

"Antusiasme anak-anak hari ini mengingatkan kita bahwa dapur bisa menjadi ruang kelas paling menyenangkan. Ketika mereka belajar memilih bahan berkualitas dan memahami nilai gizi dari setiap bahan yang digunakan, mereka sedang membangun fondasi pola makan sehat yang akan terbawa hingga dewasa. Grand final inimembuktikan bahwa memasak bisa menjadi media pembelajaran yang bermakna sekaligus menyenangkan," ujar Export Manager San Remo, Bruno Scheidt dalam keterangannya.

Acara dibuka dengan talkshow edukatif yang menghadirkan Alenna, nutritionist, dan Vibie, Founder Smartmums. Keduanya berbagi wawasan praktis tentang bagaimana orang tua dapat melibatkan anak dalam proses memasak sebagai cara mengenalkan konsep gizi seimbang dengan cara yang menyenangkan. 

Dalam sesi talkshow, dibahas pula pentingnya memilih karbohidrat kompleks yang memberikan energi lebih lama dan protein yang mendukung pertumbuhan anak, keduanya merupakan nutrisi yang terkandung dalam pasta dari gandum berkualitas. 

Chef Vindex Tengker kemudian memberikan cooking demonstration dengan menu pasta praktis yang dirancang untuk mudah direplikasi di rumah oleh ibu-ibu Indonesia, memperkuat misi perusahaan dalam menghadirkan solusi makanan sehat yang tetap lezat dan mudah diakses untuk keluarga.

Setelah penilaian ketat dari para juri, gelar Junior Chef Champion 2025 berhasil diraih oleh Kayna Renee Lynn dari Bogor, diikuti oleh Ariele Ridinda Kirei dari Depok di posisi kedua, dan ⁠Talenia dari Kebayoran di posisi ketiga. Para pemenang membawa pulang hadiah menarik termasuk sertifikat, uang tunai, dan peralatan masak premium.