Psikolog Bagikan 7 Tips Guru Tetap Sehat Mental di Tengah Tuntutan Digital
Di era digital saat ini, profesi guru menghadapi tekanan yang semakin kompleks. Selain tuntutan mengajar di kelas, guru juga harus beradaptasi dengan teknologi, memenuhi ekspektasi orang tua, hingga kadang terlibat dalam konflik di media sosial. Kondisi ini membuat kesehatan mental guru menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.
Psikolog klinis Devi Yanti, M. Psi., membagikan sejumlah strategi agar guru tetap sehat mental dan bersemangat dalam menjalankan profesinya. Menurut Devi, menjaga kesehatan mental bukan hanya tentang profesionalisme, tetapi juga soal memberi perhatian pada kebutuhan diri sendiri.
Ilustrasi digitalisasi.
“Kadang kita lupa bahwa guru juga butuh diisi perasaannya. Semangat itu harus diisi ulang, bukan dipaksa terus menyala,” ujar Devi, dikutip VIVA dari Antara Selasa, 25 November 2025.
Berikut ada tujuh tips guru tetap sehat mental di tengah tuntunan digital:
1. Tetapkan Batasan Digital
Guru perlu berani menentukan batasan dalam penggunaan teknologi. Tidak semua pesan atau permintaan harus dijawab langsung 24 jam. Hal ini membantu guru menjaga jarak emosional dan mencegah stres akibat tuntutan komunikasi yang terus-menerus.
2. Gunakan Jalur Komunikasi Resmi
Jika terjadi konflik atau ketegangan, arahkan semua pihak untuk kembali menggunakan jalur komunikasi resmi dari sekolah. Strategi ini membantu guru tidak terbawa emosi secara pribadi dan tetap bisa bersikap profesional.
3. Miliki Ruang Aman untuk Berbagi
Guru disarankan memiliki tempat aman untuk berbagi pikiran, baik dengan sesama guru maupun profesional psikologi. Ruang ini bisa menjadi tempat curhat sekaligus mendapatkan perspektif lain dalam menghadapi masalah.
4. Kenali Tanda Stres Sejak Dini
Devi menekankan pentingnya guru mengenali tanda-tanda stres sejak awal. Contohnya, mudah merasa lelah, cepat tersinggung, atau kehilangan motivasi. Kesadaran ini memungkinkan guru mengambil tindakan preventif sebelum tekanan menjadi berat.
5. Ambil Jeda Singkat untuk Mengisi Semangat
Hal sederhana seperti mengambil jeda lima menit untuk bernapas, menyesap secangkir air hangat, atau duduk sejenak bisa membantu menenangkan pikiran dan mengembalikan fokus. Aktivitas kecil ini efektif untuk “mengisi ulang” energi mental guru.
6. Nikmati Aktivitas Relaksasi
Guru yang menyukai membaca dapat memanfaatkan waktu luang untuk menikmati buku-buku yang selama ini tertumpuk. Selain itu, berjalan kaki sebentar atau melakukan aktivitas fisik ringan dapat merelaksasi pikiran dan membantu tubuh tetap segar.
7. Ikuti Kegiatan Positif di Luar Sekolah
Ilustrasi guru
Mengikuti kegiatan komunitas atau aktivitas sosial di luar jam kerja sekolah membantu guru melepas penat. Namun, penting juga menetapkan batasan jam kerja agar tubuh dan pikiran memiliki waktu cukup untuk pulih.
Menjaga kesehatan mental guru di era digital bukan sekadar kebutuhan pribadi, tetapi juga faktor penting agar proses belajar mengajar tetap efektif dan menyenangkan. Dengan menetapkan batasan digital, mengenali tanda stres, serta rutin mengisi ulang energi melalui aktivitas relaksasi dan interaksi sosial, guru bisa menjaga keseimbangan antara profesionalisme dan kesehatan mental.