Agar Gizi Anak Tetap Optimal, Ini Cara Olah Makanan Anak yang Lebih Sehat

Agar Gizi Anak Tetap Optimal, Ini Cara Olah Makanan Anak yang Lebih Sehat

Kesehatan gizi pada anak menjadi hal yang penting untuk masa pertumbuhannya.

Terutama pada periode emas, anak-anak yang mulai menunjukkan perkembangan kognitif dan sensoriknya memerlukan asupan makan yang bergizi.

Untuk menjaga gizi pada makanan anak, kamu tidak hanya memperhatikan menu makan anak setiap hari. Namun mengetahui cara mengolah makanan anak yang lebih sehat untuk memastikan gizi anak lebih optimal.

Maka dari itu, memastikan makanan dan cara mengolah masakan yang akan dikonsumsi anak menjadi perhatian penting yang tidak boleh dilewatkan.

Pentingnya gizi pada pertumbuhan anak

Dilansir oleh Kompas dari jurnal Universitas Airlangga, ahli gizi Lailatul Muniroh SKM MKes menekankan bahwa asupan gizi seimbang sangat krusial bagi pertumbuhan fisik, perkembangan tulang, otot, dan organ tubuh.

Selain itu, asupan gizi seimbang juga bisa mempengaruhi perkembangan otak, meningkatkan imunitas tubuh dan memenuhi energi anak dalam beraktivitas sehari-hari.

Sayangnya, kekurangan gizi ini juga bisa menyebabkan berbagai masalah jangka panjang seperti stunting.

Tidak hanya itu, anak yang memiliki imun lemah akibat kekurangan gizi bisa beresiko mengalami penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, obesitas, penyakit jantung, dan hipertensi di kemudian hari.

Selain itu, anak yang kekurangan kalsium juga bisa menyebabkan anak mengalami masalah kesehatan gigi dan tulang serta meningkatkan resiko osteoporosis dan karies gigi.

Cara mengolah makanan anak agar lebih sehat

Agar Gizi Anak Tetap Optimal, Ini Cara Olah Makanan Anak yang Lebih Sehat

Ilustrasi anak makan.

Selain memperhatikan asupan makanan harian pada anak, dokter dan ahli gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr dr. Tan Shot Ten, M.Hum menjelaskan bahwa kebiasaan memasak juga bisa mempengaruhi nutrisi dalam makanan.

Dilansir dari Antara, Tan mengatakan bahwa makanan yang digoreng atau (deep fry) menghasilkan karsinogen pemicu kanker akibat dari terkontaminasi akrilamida dan polisklik aromatik hidrokarbon yakni senyawa yang muncul akibat interaksi karbo atau protein dengan suhu tinggi.

Makanan yang digoreng terlalu lama bisa mengurangi nutrisi yang seharusnya diserap anak. Maka dari itu, ia merekomendasikan makanan selain digoreng, bisa disajikan dengan cara dipepes, kuah dengan bumbu asam atau dengan kuah santan.

Tan juga menyarankan untuk semua keluarga melihat dan menggunakan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai panduan membuat menu makanan anak.

Di dalamnya sudah banyak informasi yang mengatur pemberian porsi sayur, buah serta lauk protein hewani yang perlu di ada di setiap jam makan anak saat mulai MPASI hingga usia 5 tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang