Rahasia Ikan Asin Tetap Renyah Meski Sudah Dingin, 1 Bahan Ini Jadi Kunci

Rahasia Ikan Asin Tetap Renyah Meski Sudah Dingin, 1 Bahan Ini Jadi Kunci, 1. Cuci, tetapi jangan terlalu lama, 2. Tiriskan untuk mengurangi kadar air, 3. Kunci kerenyahan: Lapisan tepung, 4. Gunakan minyak banyak dan panas stabil, 5. Atur api: Besar di awal, kecil di akhir, 6. Pendinginan dan penyimpanan yang tepat

Ikan asin memang selalu jadi menu andalan banyak keluarga Indonesia. Rasanya yang gurih, renyah, serta harganya yang ramah di kantong membuat jenis lauk ini tidak pernah kehilangan penggemarnya.

Namun ada satu masalah klasik yang sering terjadi: ikan asin goreng yang awalnya renyah bisa berubah lembek setelah didiamkan. Tentu hal ini cukup mengganggu selera.

Untungnya, kini terungkap rahasia agar ikan asin tetap renyah meski sudah dingin, dan ternyata satu bahan sederhana menjadi kuncinya!

Tips ikan asin tetap renyah, meski sudah dingin

langkahnya berikut ini.

1. Cuci, tetapi jangan terlalu lama

Meski sudah dikeringkan, ikan asin tetap harus dicuci sebelum digoreng untuk menghilangkan debu atau kotoran selama proses penjemuran.

Namun, jangan merendam atau mencucinya terlalu lama. Jika kelewat lama, rasa asin bisa hilang dan teksturnya menjadi lembek.

2. Tiriskan untuk mengurangi kadar air

Setelah dicuci, tiriskan ikan asin hingga airnya benar-benar turun. Penirisan penting untuk mencegah ikan menjadi lembek dan mengurangi percikan minyak saat digoreng.

3. Kunci kerenyahan: Lapisan tepung

Inilah rahasia utamanya!

Rahasia Ikan Asin Tetap Renyah Meski Sudah Dingin, 1 Bahan Ini Jadi Kunci, 1. Cuci, tetapi jangan terlalu lama, 2. Tiriskan untuk mengurangi kadar air, 3. Kunci kerenyahan: Lapisan tepung, 4. Gunakan minyak banyak dan panas stabil, 5. Atur api: Besar di awal, kecil di akhir, 6. Pendinginan dan penyimpanan yang tepat

Ilustrasi tepung.

Memberikan lapisan tipis tepung pada ikan asin bisa menjaga teksturnya tetap renyah lebih lama. Tepung membantu menyerap sisa air pada ikan sebelum digoreng.

Tepung yang direkomendasikan adalah:

  • Tepung beras
  • Sedikit campuran tepung sagu atau tapioka

Jenis tepung ini membuat hasil gorengan lebih garing dan tidak mudah melempem. Namun, jika Anda tidak suka ikan asin berbalut tepung, langkah ini bisa dilewati.

4. Gunakan minyak banyak dan panas stabil

Untuk hasil terbaik, pastikan ikan terendam penuh dalam minyak panas. Minyak yang sedikit membuat penggorengan tidak merata sehingga bagian dalam ikan tidak renyah.

5. Atur api: Besar di awal, kecil di akhir

Saat pertama kali memasukkan ikan, gunakan api besar agar bagian luar cepat kering. Setelah itu, kecilkan api dan goreng hingga ikan benar-benar kering.

Rahasia Ikan Asin Tetap Renyah Meski Sudah Dingin, 1 Bahan Ini Jadi Kunci, 1. Cuci, tetapi jangan terlalu lama, 2. Tiriskan untuk mengurangi kadar air, 3. Kunci kerenyahan: Lapisan tepung, 4. Gunakan minyak banyak dan panas stabil, 5. Atur api: Besar di awal, kecil di akhir, 6. Pendinginan dan penyimpanan yang tepat

Ilustrasi kompor gas. Meskipun terlihat sepele, api kompor gas kecil dapat menghambat proses memasak dan menurunkan efisiensi energi gas.

Perhatikan buih di minyak. Jika buih masih muncul, berarti masih ada kadar air di dalam ikan. Goreng terus hingga buih menghilang—ini tanda ikan sudah matang sempurna dan renyah.

6. Pendinginan dan penyimpanan yang tepat

Setelah matang, biarkan ikan asin dingin sempurna sebelum disimpan. Jangan memasukkannya ke dalam stoples dalam keadaan panas atau hangat, karena uapnya bisa membuat tekstur kembali lembek.

Jika cara ini dilakukan dengan benar, ikan asin goreng bisa tetap renyah hingga beberapa hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang