Jangan Sampai Salah, Ini Cara Pilih Ikan Asin untuk Ditumis atau Digoreng
Ikan asin selalu jadi lauk pendamping favorit karena rasanya gurih dan tahan lama. Dari sambal, tumisan sayur, hingga gorengan, hampir semua menu rumahan bisa makin nikmat jika ada ikan asin.
Namun, memilih ikan asin ternyata tidak bisa asal. Ada perbedaan jenis ikan asin yang cocok untuk tumisan, gorengan, atau bahkan pepes. Kesalahan memilih bisa membuat hasil masakan jadi terlalu asin, teksturnya keras, atau aromanya terlalu menyengat.
Agar tidak salah beli, simak tips memilih ikan asin berdasarkan jenis olahan berikut, seperti yang dijelaskan dalam Majalah Saji Edisi 474 (2020) dan buku “Gemar Makan Ikan - 25 Cita Rasa Ikan Asin” (2013) karya Lilly T. Erwin terbitan PT Gramedia Pustaka Utama.
Perhatikan Aromanya
Menurut Majalah Saji, ikan asin jambal yang segar memang punya aroma khas, tetapi baunya tidak menyengat.
Sebaliknya, ikan asin yang sudah lama atau tidak segar akan menimbulkan bau lebih tajam dan menusuk.
Untuk menu tumisan atau sambal, pilih ikan asin dengan aroma alami yang masih lembut agar tidak mendominasi rasa masakan.
Lihat Tekstur Dagingnya
Ikan asin berkualitas ditandai dengan tekstur daging yang kencang saat ditekan dan seratnya tidak mudah hancur.
Khusus untuk ikan jambal, teksturnya harus terasa padat karena nantinya akan dimasak kembali bersama bumbu basah. Tekstur ini juga penting untuk ikan asin yang akan digoreng agar tetap renyah tanpa hancur di minyak panas.
Ilustrasi sambal ikan asin.
Hindari Warna Putih Bersih
Berdasarkan buku Gemar Makan Ikan - 25 Cita Rasa Ikan Asin oleh Lilly T. Erwin, ikan asin yang terlalu putih bersih justru patut diwaspadai.
Warna mencolok ini bisa jadi pertanda penggunaan bahan pemutih, yang tentu tidak baik untuk kesehatan. Pilih ikan asin dengan warna alami kekuningan atau kecokelatan, karena lebih aman dan segar.
Bedakan untuk Tumisan dan Gorengan
Untuk menu tumisan atau sambal, jenis ikan asin dengan daging tebal seperti jambal atau peda lebih cocok karena tetap empuk saat dimasak dengan bumbu basah.
Sementara untuk gorengan, pilih ikan asin tipis seperti ikan teri atau ikan sepat agar renyah saat digoreng garing. Dengan begitu, cita rasa gurih tetap keluar tanpa membuat masakan terlalu asin.
Ilustrasi ikan asin yang bisa diolah menjadi pupuk
Sajian Jadi Lebih Nikmat
Memilih ikan asin yang tepat sesuai jenis masakan akan membuat hasil olahan terasa lebih pas di lidah. Tumisan sayur jadi gurih segar tanpa aroma menusuk, sambal ikan asin makin menggugah selera, sementara gorengan ikan asin terasa renyah dan wangi.
Jadi, lain kali saat belanja ikan asin di pasar, coba perhatikan aroma, tekstur, dan warnanya sebelum memutuskan membeli.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.