Profil Gusti Purboyo dan KGPH Hangabehi, Anak PB XIII yang Dinobatkan Jadi Raja Keraton Solo
Dualisme kepemimpinan kembali muncul di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo).
Setelah Pakubuwono XIII mangkat pada Minggu (2/11/2025), dua sosok dinobatkan sebagai Raja Keraton Solo.
KGPH Hamengkunegoro alias Gusti Purboyo, putra tunggal PB XIII dengan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakubuwono, lebih dulu mendeklarasikan diri sebagai PB XIV pada Rabu (5/11/2025).
Seminggu berselang, KGPH Hangabehi juga dinobatkan sebagai PB XIV. Ia merupakan putra PB XIII dari istri keduanya, Winarni Sri Haryani (Kanjeng Raden Ayu Winarni), sebelum sang raja naik takhta.
Berikut profil Purboyo dan Hangabehi, dua sosok yang dinobatkan jadi PB XIV.
Profil Gusti Purboyo
Kenaikan takhta Purboyo menjadi PB XIV didukung oleh kakak tertuanya, GKR Timoer Rumbaikusuma.
Dikutip dari Antara, Senin (3/11/2025), Purboyo lahir pada 27 Februari 2002. Pada awalnya, ia diberi nama Gusti Raden Mas Suryo Aryo Mustiko.
Namun, nama Purboyo berubah ketika pengangkatan gelar menjadi Gusti Purboyo atau Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamengkunegoro.
Saat PB XIII masih berkuasa, Purboyo dinobatkan menjadi putra mahkota dengan gelar lengkap KPGAA Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram.
Ia diangkat menjadi putra mahkota saat peringatan kenaikan takhta atau Tingalan Dalem Jumenengan ke-18 Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan PB XIII di Keraton Solo pada 27 Februari 2022.
Purboyo masih berusia 20 tahun saat ia dinobatkan menjadi putra mahkota dan tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
Setelah PB XIII wafat, Purboyo membacakan ikrar kesanggupan menjadi PB XIV pada Rabu (5/11/2025).
Momen tersebut terjadi ketika jenazah PB XIII hendak diberangkatkan ke Makam Raja-raja Imogiri di Bantul, DIY.
Profil KGPH Hangabehi
KGPH Hangabehi dinobatkan menjadi PB XIV setelah keluarga besar keraton menggelar rapat di Keraton Solo, Kamis (13/11/2025).
Berdasarkan catatan Tribun Solo, Kamis (13/11/2025), KGPH Hangabehi merupakan putra tertua Pakubuwono XIII.
Ia lahir dari pernikahan PB XIII dengan istri keduanya, Winarni Sri Haryani atau KRAy Winarni.
Pernikahan antara PB XIII dan KRAy Winarni terjadi sebelum sang raja naik takhta.
KGPH Hangabehi terlahir dengan nama Gusti Raden Mas Soerjo Soeharto.
Ia lahir pada 5 Februari 1985 dan kini berusia 40 tahun, sebagaimana tercatat dalam informasi Kasunanan Mangkunegaran.
Sebelum menyandang gelar KGPH Hangabehi, ia terlebih dahulu bergelar KGPH Mangkoeboemi.
Perubahan gelar tersebut ditetapkan pada 24 Desember 2022 sebagai bentuk penolakan Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo terhadap pengangkatan KGPH Purbaya sebagai putra mahkota.
Kubu yang Dukung Gusti Purboyo Jadi PB XIV
Deklarasi Gusti Purboyo sebagai PB XIV didukung oleh kakak tertuanya, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbaikusuma Dewayani.
Ia menyatakan, langkah Purboyo menjadi PB XIV sudah sesuai dengan adat Kasunanan.
Timoer juga menegaskan, adiknya langsung mendeklarasikan diri sebagai PB XIV agar tidak ada kekosongan kepemimpinan di Keraton Solo.
“Apa yang dilakukan Adipati Anom, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunegoro, sesuai dengan adat Kasunanan. Dulu juga pernah terjadi pada era para leluhur. Sumpah di hadapan jenazah ayahanda adalah simbol kesetiaan, bukan pelanggaran adat,” ujar Timoer dikutip dari , Rabu (5/11/2025).
“Segala prosesi adat dan tanggung jawab pemerintahan karaton tetap berjalan sebagaimana mestinya, di bawah pimpinan raja baru, Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buwono XIV,” tambahnya.
Kubu yang Dukung KGPH Hangabehi Jadi PB XIV
Sementara itu, jalan Hangabehi menjadi PB XIV didukung oleh Lembaga Dewan Adat (LDA).
Prosesi penobatan berlangsung di Sasana Handrawina Keraton Solo pada Kamis (13/11/2025).
Sebelum dinobatkan menjadi raja, Hangabehi terlebih dulu diangkat menjadi Pangeran Pati atau calon raja.
“Lalu, kemudian pada saat itu ada pelantikan putra PB XIII, yaitu Gusti Mangkubumi, sebagai Pangeran Pati atau calon raja," ujar putra PB XII KGPH Suryo Wicaksono dikutip dari Tribun Solo, Kamis (13/11/2025).
"Sekitar seperempat jam kemudian dilakukan penobatan PB XIV yang disaksikan oleh para sentono, kerabat, maupun para sesepuh keraton," tambahnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.