Muncul 2 Raja Keraton Solo Usai Pakubuwono XIII Meninggal, Siapa Saja?

Keraton Solo, Pakubuwono XIII, Gusti Purboyo, raja keraton Solo, Pakubuwono XIII meninggal, gusti purboyo, tedjowulan keraton solo, KGPH Hangabehi, Muncul 2 Raja Keraton Solo Usai Pakubuwono XIII Meninggal, Siapa Saja?

Suasana internal Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) kembali memanas setelah Pakubuwono (PB) XIII wafat pada Minggu (2/11/2025).

Ketegangan meningkat karena keluarga besar keraton saling mengklaim mengenai sosok yang dianggap berhak menduduki takhta.

Situasi ini menambah daftar panjang kisruh di Keraton Solo yang sudah berlangsung sejak wafatnya Pakubuwono XII pada Juni 2004.

Kala itu, Hangabehi dan Tedjowulan sama-sama mengklaim diri sebagai Pakubuwono XIII, meski pada akhirnya yang dinobatkan sebagai raja adalah Hangabehi.

Seperti halnya konflik sebelumnya, kini kembali muncul dua tokoh yang digadang-gadang sebagai calon penerus takhta Keraton Solo.

Siapa sajakah mereka?

1. KGPAA Hamengkunegoro

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamengkunegoro alias Gusti Purboyo  telah mendeklarasikan bahwa dirinya yang akan meneruskan tongkat kepemimpinan Keraton Solo pascawafatnya PB XIII.

Deklarasi tersebut diucapkan ketika jenazah PB XIII hendak diberangkatkan menuju Makam Raja-Raja Imogiri di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Rabu (5/11/2025).

Berdasarkan laporan , Rabu (5/11/2025) mulanya Purboyo meminta doa dan membacakan ikrar kesanggupan dirinya menjadi PB XIV.

Setelah itu, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbaikusuma selaku kakak tertua Purboyo menyatakan bahwa keputusan mengangkat adiknya sebagai PB XIV sudah sesuai adat Kasunanan.

Menurutnya, Purboyo langsung menyatakan diri sebagai raja ketika prosesi pemberangkatan jenazah agar tidak ada kekosongan kepemimpinan di Keraton Solo.

“Apa yang dilakukan Adipati Anom, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunegoro, sesuai dengan adat Kasunanan. Dulu juga pernah terjadi pada era para leluhur. Sumpah di hadapan jenazah ayahanda adalah simbol kesetiaan, bukan pelanggaran adat,” ujar GKR Timoer.

“Segala prosesi adat dan tanggung jawab pemerintahan karaton tetap berjalan sebagaimana mestinya, di bawah pimpinan raja baru, Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buwono XIV,” tambahnya.

Adapun Purboyo adalah anak dari pernikahan PB XIII dengan permaisuri GKR Pakubuwono.

GKR Pakubuwono telah mendampingi PB XIII sejak ia naik takhta pada 2004.

PB XIII kemudian menunjuk Purboyo menjadi putra mahkota saat Tingalan Dalem Jumenengan atau peringatan kenaikan tahta PB XIII yang ke-18, Minggu (27/2/2022).

2. KGPH Hangabehi

Seminggu setelah Purboyo mendeklarasikan diri sebagai PB XIV, giliran KGPH Hangabehi yang dinyatakan sebagai Raja Keraton Solo

Keputusan mengangkat KGPH Hangabehi diambil setelah Lembaga Dewan Adat (LDA) menggelar pertemuan di Sasana Handrawina, Keraton Solo pada Kamis (13/11/2025).

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Maha Menteri Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan yang belakangan mengangkat dirinya sebagai Pakubuwono Ad Interim.

Proses penobatan KGPH Hangabehi sebagai raja baru mendapat pengamanan ketat dari petugas kepolisian dan prajurit TNI.

Namun, prosesi tersebut diwarnai ketegangan setelah putri tertua PB XIII GKR Timoer Rumbaikusuma masuk ke Sasana Handrawina.

“Di mana Gusti Timoer dan adik-adiknya menyerbu Handrawina, tempat acara kita. Mereka mengatakan acara ini bertentangan dengan komunikasi internal mereka sebelumnya. Saat ini masih terjadi perdebatan antara Gusti Rumbay dan Gusti Moeng,” ujar putra PB XII Suryo Wicaksono dikutip dari Tribun Solo, Kamis (13/11/2025).

Adapun KGPH Hangabehi adalah anak PB XIII dengan istri keduanya, Winarni Sri Haryani, sebelum sang raja naik takhta.

Dikutip dari Kompas TV, Minggu (2/11/2025), KGPH Hangabehi awalnya bernama KGPH Mangkubumi.

Ia memiliki dua saudara, yakni Gusti Raden Ayu Sugih dan Gusti Raden Ayu Putri Purnaningrum.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.