Sosok Putra Mahkota Keraton Solo yang Jadi Kandidat Kuat Penerus Pakubuwono XIII

Pakubuwono XIII, Putra Mahkota Keraton Kasunanan Surakarta KGPH Purbaya, putra mahkota keraton solo, putra mahkota keraton kasunanan, raja solo meninggal, penerus raja solo, Sosok Putra Mahkota Keraton Solo yang Jadi Kandidat Kuat Penerus Pakubuwono XIII, Putra Mahkota KGPH Purboyo, Pewaris Muda Dinasti Surakarta, Harapan Suksesi Damai, Bayang-Bayang Konflik Lama: “Raja Kembar” di Keraton Surakarta, Potensi Konflik Takhta Terulang, Penentuan Penerus Takhta Raja Solo

Wafatnya Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII Hangabehi menandai akhir satu era dalam sejarah panjang Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Kini, seluruh perhatian tertuju pada siapa yang akan melanjutkan tampuk kepemimpinan sebagai Pakubuwono XIV.

Nama Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Purboyo, putra sulung PB XIII, muncul sebagai kandidat terkuat penerus tahta, sekaligus simbol generasi baru pewaris Dinasti Mataram.

Namun, di balik proses suksesi ini, bayang-bayang konflik lama yang pernah memecah Keraton Solo masih menghantui.

Putra Mahkota KGPH Purboyo, Pewaris Muda Dinasti Surakarta

KGPH Purboyo, atau nama lengkapnya Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendro Mataram, lahir pada 27 Februari 2003 di Surakarta.

Ia merupakan putra pertama PB XIII Hangabehi dan permaisuri Kanjeng Ratu Asih (GKR Pakubuwana Pradapaningsih).

Purboyo dinobatkan sebagai Putra Mahkota pada 27 Februari 2022, bertepatan dengan Jumenengan Dalem ke-18 PB XIII, dalam upacara adat resmi di Sasana Sewaka, Keraton Surakarta.

Penetapan ini disahkan oleh Pengageng Parentah Keraton, KGPH Dipokusumo, dan disaksikan para sesepuh serta keluarga besar keraton.

“Penobatan putra dalem Sinuhun PB XIII dilakukan dengan musyawarah internal keluarga dan restu para sesepuh,” ujar KGPH Dipokusumo dalam prosesi penetapan tersebut.

Saat diangkat, Purboyo masih berusia 20 tahun dan tengah menempuh studi di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang.

Selain dikenal berpendidikan, ia juga aktif dalam dunia kesenian Jawa, khususnya wayang kulit dan karawitan, dua seni luhur yang menjadi jantung kebudayaan Kasunanan Surakarta.

Harapan Suksesi Damai

Adik mendiang PB XIII, KGPH Suryo Wicaksono atau Gusti Nino, berharap proses suksesi kali ini berlangsung damai dan tidak menimbulkan perpecahan seperti masa lalu.

Pakubuwono XIII, Putra Mahkota Keraton Kasunanan Surakarta KGPH Purbaya, putra mahkota keraton solo, putra mahkota keraton kasunanan, raja solo meninggal, penerus raja solo, Sosok Putra Mahkota Keraton Solo yang Jadi Kandidat Kuat Penerus Pakubuwono XIII, Putra Mahkota KGPH Purboyo, Pewaris Muda Dinasti Surakarta, Harapan Suksesi Damai, Bayang-Bayang Konflik Lama: “Raja Kembar” di Keraton Surakarta, Potensi Konflik Takhta Terulang, Penentuan Penerus Takhta Raja Solo

KGPAA Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra atau yang dikenal dengan nama Gusti Purbaya, menjadi salah satu kandidat untuk menggantikan Kanjeng Sinuhun Pakubuwono XIII Hangabehi, yang meninggal pada Minggu (2/11/2025).

mudahan tidak ada dualisme lagi. Semua bisa dimusyawarahkan dengan baik demi menjaga marwah dan kelestarian Keraton Kasunanan Surakarta,” ujar Gusti Nino (2/11/2025).

Ia menegaskan, berdasarkan angger-angger (aturan adat), penerus tahta biasanya berasal dari putra permaisuri yang sah.

Oleh karena itu, posisi Purboyo yang lahir dari permaisuri resmi memiliki hak utama untuk naik takhta.

Namun demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan keluarga besar keraton, dewan adat, dan para sesepuh, yang akan bermusyawarah setelah seluruh prosesi pemakaman PB XIII selesai.

Bayang-Bayang Konflik Lama: “Raja Kembar” di Keraton Surakarta

Suksesi Keraton Surakarta tidak pernah lepas dari sejarah konflik internal yang kompleks.

Saat PB XIII naik takhta pada 2004, proses itu memicu perpecahan besar di kalangan keluarga kerajaan.

Setelah PB XII wafat tanpa meninggalkan permaisuri resmi maupun surat wasiat, muncul dua klaim kuat atas tahta:

  • KGP Hangabehi (PB XIII) – putra tertua PB XII dari selir ketiga, didukung saudara-saudara sekandung dan sebagian besar abdi dalem.
  • KGP Haryo Tedjowulan – putra PB XII dari ibu berbeda, yang juga mengklaim dirinya sebagai pewaris sah.

Keduanya menggelar penobatan sendiri dan sama-sama memakai gelar Pakubuwono XIII, yang kemudian dikenal sebagai “Konflik Raja Kembar” di Keraton Solo.

Situasi baru mereda setelah mediasi tahun 2012 oleh Joko Widodo (saat itu Wali Kota Solo) dan tokoh budaya Mooryati Sudibyo.

Hasilnya, Hangabehi diakui sebagai PB XIII, sedangkan Tedjowulan diberi posisi Mahapatih (wakil raja).

Namun, perdamaian itu tak berlangsung lama, kelompok keluarga yang tidak puas membentuk Lembaga Dewan Adat (LDA) dan menolak keputusan tersebut.

Kericuhan berlanjut hingga 2017 dan 2021, bahkan sempat terjadi pengepungan di area Keputren (kediaman putri raja).

Sejak itu, konflik internal menjadi luka lama yang belum sepenuhnya sembuh.

Potensi Konflik Takhta Terulang

Kini, seiring wafatnya PB XIII, muncul kekhawatiran bahwa skenario perebutan takhta bisa kembali terulang.

Selain faktor adat, perbedaan pandangan antara kubu keluarga, kelompok Tedjowulan, dan dewan adat berpotensi menimbulkan dualisme baru.

Apalagi, Tedjowulan hingga kini masih memegang keabsahan hukum administratif dari Kemendagri, berdasarkan surat yang dikeluarkan pada masa rekonsiliasi dulu.

Status ini berpotensi menimbulkan perdebatan baru mengenai siapa yang memiliki legitimasi tertinggi secara adat maupun administratif.

Namun, Gusti Nino berharap suksesi takhta kali ini berlangsung damai.

"Nanti kita tunggu bagaimana hasil musyawarah antara Tedjowulan, istri Sinuhun, Hangabei, lembaga dewan adat, dan para sesepuh,” kata Gusti Nino.

Penentuan Penerus Takhta Raja Solo

Proses penentuan Pakubuwono XIV diperkirakan akan dilakukan melalui musyawarah keluarga besar, melibatkan:

  • Permaisuri Kanjeng Ratu Asih,
  • Dewan Adat Keraton,
  • Pihak Mahamenteri Tedjowulan,
  • dan para sesepuh Kasunanan.

Hasil musyawarah inilah yang akan menentukan apakah KGPH Purboyo akan resmi dinobatkan sebagai raja baru Keraton Surakarta Hadiningrat.

Dengan latar belakang kuat sebagai putra mahkota sah dan pewaris permaisuri, KGPH Purboyo kini menjadi harapan besar bagi kelangsungan Dinasti Pakubuwono.

Namun, sejarah menunjukkan bahwa setiap pergantian takhta di Keraton Surakarta selalu dibayangi ketegangan dan perbedaan pandangan.

Apakah generasi muda seperti Purboyo akan mampu memimpin Keraton menuju era baru yang damai dan modern, atau justru mengulang luka lama perebutan takhta, semua akan ditentukan dalam musyawarah agung keluarga keraton yang akan digelar seusai pemakaman PB XIII di Imogiri, Yogyakarta, pada Rabu (5/11/2025).

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul "Suksesi Tahta Keraton Surakarta, Gusti Nino Serukan Tak Ada Dualisme dan Perpecahan", di KOMPAS.com dengan judul "Mengenang PB XIII: Raja Keraton Surakarta yang Naik Takhta di Masa Penuh Tantangan", dan di KOMPAS.TV.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.