Rahasia Bandeng Presto Rumahan: Daging Empuk, Tulang Lunak, dan Tidak Hancur
Bandeng merupakan ikan yang sangat digemari karena rasa dagingnya yang gurih.
Namun, bagi sebagian orang, menyantap bandeng bisa menjadi tantangan tersendiri karena durinya yang sangat banyak. Solusi terbaik untuk menikmati ikan ini tanpa repot adalah dengan teknik presto.
Membuat bandeng presto di rumah sebenarnya tidak sulit, asalkan Anda mengetahui teknik yang tepat agar hasilnya empuk sampai ke tulang namun bentuk ikannya tetap utuh dan tidak hancur.
Rahasia bandeng presto rumahan yang enak
Berikut adalah panduan lengkapnya:
1. Perhatikan ukuran ikan dan lama memasak
Waktu yang dibutuhkan untuk mempresto bandeng sangat bergantung pada ukuran ikan tersebut. Semakin besar ukurannya, semakin lama waktu yang dibutuhkan agar durinya benar-benar lunak.
- Ikan Besar (1 kg isi 2-3 ekor): Membutuhkan waktu sekitar 2 jam.
- Ikan Kecil (1 kg isi 6 ekor): Membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.
Tips: Untuk skala rumah tangga, disarankan memilih ukuran ikan yang lebih kecil agar lebih cepat empuk dan muat di dalam panci presto rumahan yang ukurannya terbatas.
Ilustrasi bandeng presto.
2. Cara menghitung waktu yang tepat
Kesalahan umum yang sering dilakukan adalah menghitung lama memasak sejak api dinyalakan.
Padahal, perhitungan waktu presto yang benar dimulai sejak air mendidih dan panci mulai mengeluarkan bunyi mendesis. Dari titik itulah Anda mulai mengatur timer selama 1,5 atau 2 jam.
3. Tips mencegah gosong dan ikan lengket di wajan
Memasak dalam waktu lama berisiko membuat air habis dan ikan menjadi gosong. Gunakan trik berikut:
- Gunakan Alas Rempah: Sebelum memasukkan ikan, tata daun salam dan serai di dasar panci presto. Ini berfungsi sebagai bantalan agar kulit ikan tidak bersentuhan langsung dengan dasar panci yang panas dan tidak lengket saat diangkat.
- Kecilkan Api: Setelah panci mendesis, segera kecilkan api. Api kecil menjaga suhu tetap stabil dan mencegah air di dalam panci cepat menyusut, sehingga ikan matang merata tanpa risiko gosong.
4. Teknik mengangkat ikan agar tidak hancur
Kondisi bandeng yang baru saja matang akan sangat lunak dan rentan hancur jika langsung disentuh.
Matikan api dan buang uap panas presto sampai benar-benar habis.
Jangan langsung mengeluarkan ikan. Biarkan ikan tetap di dalam panci hingga suhunya mendingin. Setelah dingin, tekstur daging akan lebih stabil dan kokoh sehingga aman untuk dipindahkan atau digoreng.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang