Rentetan Kegagalan Timnas Indonesia Sepanjang 2025, Gagal ke Piala Dunia hingga Ambyar di Semua Level

Baik Timnas Indonesia maupun China sama-sama mengincar kemenangan pertama mereka dalam babak kualifikasi ini.
Baik Timnas Indonesia maupun China sama-sama mengincar kemenangan pertama mereka dalam babak kualifikasi ini.

 Timnas Indonesia yang sempat tampil menjanjikan sepanjang 2024 justru mengalami kemunduran signifikan pada 2025. Keputusan kontroversial PSSI memecat Shin Tae-yong (STY) di awal tahun, yang disebut-sebut bertujuan mendongkrak prestasi, nyatanya belum membuahkan hasil. 

Di atas lapangan, performa Tim Garuda justru menunjukkan penurunan, baik dari sisi capaian hasil maupun konsistensi permainan.

Gagal ke Piala Dunia 2026 

Timnas Indonesia vs Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Kegagalan paling menyakitkan datang dari Timnas Indonesia senior. Harapan tampil di Piala Dunia 2026 harus kandas meski sempat mencatat sejarah dengan lolos hingga Putaran Keempat Kualifikasi.

Di bawah arahan Patrick Kluivert, Timnas Indonesia hanya mengoleksi tiga kemenangan dari tujuh pertandingan sepanjang 2025. Kemenangan tersebut diraih saat menghadapi Bahrain, China, dan Taiwan di laga uji coba. Namun, hasil positif itu tertutup oleh rentetan kekalahan telak di laga-laga penting.

Timnas Indonesia sempat dipermalukan Australia dengan skor 1-5 dan tak berdaya saat dibantai Jepang 0-6. 

Puncak kekecewaan terjadi di Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, ketika Garuda kalah 2-3 dari Arab Saudi dan takluk 0-1 dari Irak. Dua hasil tersebut membuat Indonesia finis sebagai juru kunci grup dan memastikan mimpi tampil di panggung dunia kembali tertunda.

Tim Kelompok Umur Ikut Terpuruk

Ole Romeny saat Timnas Indonesia vs Bahrain di Stadion GBK

Ole Romeny saat Timnas Indonesia vs Bahrain di Stadion GBK

Kondisi buruk tim senior ternyata menular ke kelompok usia. Timnas Indonesia U-23 yang diasuh Gerald Vanenburg gagal memenuhi target besar. Di Piala AFF U-23, Garuda Muda hanya mampu menjadi runner-up setelah kalah dari Vietnam di partai final.

Penurunan performa makin terasa saat Timnas U-23 gagal lolos ke Piala Asia U-23 2026. Kekalahan bersaing dengan Korea Selatan di babak kualifikasi menjadi kemunduran drastis, mengingat Indonesia sebelumnya mampu menembus semifinal Asia.

Nasib serupa dialami Timnas U-20. Di Piala Asia U-20 2025, skuad asuhan Indra Sjafri hanya meraih satu poin dari hasil imbang melawan Yaman, serta menelan kekalahan dari Iran dan Uzbekistan sebelum akhirnya tersingkir di fase grup.

Sementara itu, Timnas Indonesia U-22 juga gagal mempertahankan prestasi di SEA Games 2025 Thailand. Datang sebagai juara bertahan, Garuda Muda justru tersingkir di fase grup. 

Kekalahan mengejutkan 0-1 dari Filipina di laga pembuka menjadi titik balik kegagalan tersebut, meski sempat menutup turnamen dengan kemenangan 3-1 atas Myanmar.

Rangkaian hasil buruk sepanjang  2025 ini menjadi tahun evaluasi besar bagi sepak bola Indonesia. 

Gagalnya Timnas di semua level, mulai dari senior hingga kelompok umur, menunjukkan bahwa perubahan besar harus dilakukan, bukan hanya di Timnas Indonesia-nya saja, tapi juga hingga ke pengurus PSSI.