Bawa Kanada ke Piala Dunia Setelah 36 Tahun, John Herdman Jadi Kandidat Kuat Pelatih Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Kanada, John Herdman
Pelatih Timnas Kanada, John Herdman

 Nama John Herdman mencuat sebagai salah satu kandidat pelatih baru Timnas Indonesia. Dikutip dari Sky Sports, mantan arsitek Timnas Kanada itu masuk dalam daftar pelatih yang sedang dipertimbangkan PSSI untuk menggantikan posisi Patrick Kluivert. Kehadiran Herdman tentu memantik harapan baru, mengingat rekam jejaknya yang unik dan bersejarah di panggung sepakbola dunia.

Pria asal Inggris itu bukan sekadar pelatih berpengalaman, tetapi merupakan sosok bersejarah dalam sepakbola Kanada. Ia berhasil membawa timnas putra Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, pencapaian monumental yang menjadi penampilan pertama mereka di ajang tersebut sejak 1986 atau dalam rentang penantian 36 tahun.

Yang lebih istimewa, John Herdman menjadi satu-satunya pelatih di dunia yang sukses membawa timnas putra dan putri sebuah negara lolos ke Piala Dunia. Ia meloloskan Timnas Putri Kanada ke Piala Dunia Putri 2015, sebelum mencatatkan sejarah bersama timnas putra tujuh tahun kemudian.

Kesuksesan Herdman membuat profilnya semakin menarik di mata PSSI yang tengah berburu pelatih Eropa dengan visi modern dan pengalaman internasional. Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji sebelumnya mengungkapkan bahwa PSSI telah mengerucutkan pencarian menjadi lima kandidat, yang akan diseleksi oleh beberapa anggota Komite Eksekutif dan Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers.

Meski belum diumumkan negara tujuan pencarian pelatih, sumber dari media Inggris menegaskan nama John Herdman kini masuk dalam radar utama PSSI. Selain Herdman, nama Giovanni van Bronckhorst yang kini menjadi asisten pelatih Liverpool, juga sempat disebut sebagai kandidat.

Jejak Karier dan Pengaruh Herdman

Setelah membuat sejarah bersama timnas Kanada, Herdman meninggalkan jabatannya pada 2023 dan memilih berkarier di klub MLS, Toronto FC. Meskipun tak mempersembahkan trofi utama, Herdman dinilai berkontribusi besar dalam memperbaiki performa Toronto di Liga AS dan Piala Liga.

Namun perjalanannya di Toronto tak berlangsung lama. Pada November 2024, Herdman mengundurkan diri menyusul skandal drone yang melibatkan timnas Kanada. Meski demikian, reputasinya sebagai pelatih berkarakter kuat dan ahli membangun sistem tetap diakui di level internasional.

Kini, setelah membuka peluang kembali ke sepakbola internasional, namanya dikaitkan dengan Timnas Indonesia. Bila terpilih, Herdman dinilai berpotensi membawa pengalaman, disiplin, dan pendekatan taktik modern yang pernah mengubah wajah sepakbola Kanada.