Suporter Timnas Indonesia Teriakkan Nama Shin Tae-yong Usai Gagal ke Piala Dunia 2026

Kepulangan Shin Tae-yong ke Korea Selatan
Kepulangan Shin Tae-yong ke Korea Selatan

Kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-1 dari Irak dalam pertandingan Grup B putaran keempat kualifikasi zona Asia menyisakan kekecewaan mendalam bagi publik sepak bola Tanah Air.

Seusai laga yang digelar di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, ribuan suporter Indonesia kompak meneriakkan nama Shin Tae yong — pelatih yang pernah membawa Garuda terbang tinggi di masa lalu.

Unggahan di media sosial memperlihatkan momen emosional tersebut. Akun @jktcreativemedia menuliskan, “Momen suporter Indonesia teriakkan nama Shin Tae-yong di akhir match tadi malam.” Sementara akun @folksy_football menambahkan, “10 ribu suporter meneriaki nama Shin Tae-yong di laga Irak lawan Timnas!”

Di kolom komentar, banyak warganet yang mengungkapkan kerinduan terhadap pelatih asal Korea Selatan itu. “Secinta itu weh bangsa kita ke beliau,” tulis salah satu pengguna Instagram.

Tagar #KluivertOut Jadi Trending

Di platform X (Twitter), tagar #KluivertOut mendominasi percakapan sejak Minggu (12/10) dini hari WIB, menyusul kekalahan tipis dari Irak. Berdasarkan pantauan hingga pukul 08.55 WIB, tercatat lebih dari 33 ribu cuitan menyuarakan #KluivertOut, disusul 11 ribu unggahan soal “blunder”, dan sekitar dua ribu unggahan mengenai Shin Tae-yong.

Seruan tersebut ditujukan kepada Patrick Kluivert, pelatih asal Belanda yang kini menukangi Timnas Indonesia menggantikan Shin Tae-yong sejak Januari 2025.

Shin Tae-yong sendiri menjadi sosok penting dalam kebangkitan sepak bola Indonesia sejak ditunjuk pada Desember 2019. Di bawah arahannya, peringkat FIFA Indonesia melesat dari 173 ke 127 dunia.

Dari Harapan ke Kekecewaan

Keputusan PSSI mengakhiri kerja sama dengan Shin Tae-yong pada 6 Januari 2025 sempat menimbulkan tanda tanya besar. Meski gagal di Piala AFF, banyak yang menilai proses yang dibangun pelatih asal Korea Selatan itu sedang menuju kematangan tim.

Namun, PSSI memilih arah baru. Ketua Umum Erick Thohir kala itu mengumumkan bahwa juru taktik baru akan diberi target jelas: lolos ke Piala Dunia 2026. Patrick Kluivert kemudian diperkenalkan sebagai pelatih baru pada 12 Januari 2025.

Sayangnya, performa Timnas di bawah Kluivert justru menurun drastis.

  • Indonesia kalah 1-5 dari Australia,
  • takluk 0-6 dari Jepang,
  • dan tumbang 2-3 dari Arab Saudi di putaran keempat.

Bandingkan dengan era Shin Tae-yong, di mana Garuda mampu menahan Arab Saudi 1-1 dan bahkan menang 2-0 di Jakarta.

Wajar Bila Publik Merindukan Shin Tae-yong

Dengan hasil yang kontras itu, muncul kerinduan mendalam terhadap Shin Tae-yong. Banyak suporter merasa bahwa meskipun belum membawa Indonesia ke Piala Dunia, pelatih asal Korea Selatan itu telah menanamkan harapan, disiplin, dan karakter dalam skuad Garuda.

Pesohor Ibnu Jamil bahkan menulis,

“Memang enggak ada jaminan yang lama itu membawa kita ke Piala Dunia, tapi mungkin kerelaan hati kita akan jauh lebih besar ketimbang yang saat ini.”

Langkah Selanjutnya untuk PSSI

Kini, PSSI menghadapi dua pilihan sulit: mempertahankan Kluivert atau menggantinya.

Jika memilih mengganti, publik berharap sosok baru memiliki rekam jejak lebih baik dari Shin Tae-yong, dengan pengalaman melatih di level internasional. Namun, bila PSSI mempertahankan Kluivert, maka hasil di Piala Asia 2027 menjadi ujian terakhir yang tak bisa ditawar.

Apapun keputusan nanti, satu hal sudah jelas — cinta dan kerinduan publik Indonesia terhadap sosok Shin Tae-yong bukan hanya tentang hasil, tapi tentang harapan yang pernah ia tanamkan di hati para pecinta sepak bola Tanah Air.