Kondisi Striker Timnas Indonesia Jadi Sorotan Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026
Timnas Indonesia telah merilis daftar pemain untuk menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran keempat.
Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert memanggil 28 pemain guna melakoni dua laga Grup B melawan Arab Saudi dan Irak pada Oktober mendatang.
Dari jumlah itu, hanya ada tiga penyerang murni yang dipanggil, yakni Ole Romeny, Mauro Zijlstra, dan Ramadhan Sananta.
Namun demikian, ketiga pemain tersebut memiliki kondisi berbeda-beda jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Ziljstra Minim Menit Bermain
Mauro Zijlstra menjadi penyerang termuda di skuad Timnas Indonesia kali ini.
Striker kelahiran 9 November 2004 itu baru menjalani debut bersama Garuda saat menghadapi Taiwan pada September.
Meski demikian, peluangnya tampil sebagai starter untuk Garuda kemungkinan tidak besar, karena minim menit bermain di level klub.
Zijlstra sejauh ini belum diturunkan sama sekali oleh FC Volendam di Eredivisie musim ini.
Catatan penampilan Ziljstra hanya datang musim lalu, ketika masih bermain di kasta kedua Liga Belanda dengan tujuh laga.
Perfoma Ramadhan Sananta di Liga Malaysia
Sementara itu, Ramadhan Sananta mendapat kesempatan reguler bersama DPMM FC di Liga Malaysia.
Striker asal Riau tersebut mencatat dua gol dan dua asis dalam enam pertandingan.
Hanya saja, kiprah Ramadhan Sananta itu tak berbanding lurus dengan penampilan klubnya musim ini.
DPMM FC kerap menjadi bulan-bulanan lawan, termasuk kekalahan 0-3 dari Selangor, 0-5 dari Terengganu, 0-4 dari Kuala Lumpur, dan 1-7 dari Kuching City.
Dalam kondisi tim yang sulit bertahan, kontribusi Sananta tetap terlihat, meski performa klub secara keseluruhan jauh dari ideal.
Ole Romeny Punya PR Pulihkan Ketajaman
Di sisi lain, Ole Romeny diproyeksikan sebagai penyerang utama Timnas Indonesia untuk kualifikasi nanti.
Satu hal yang bisa jadi halangan adalah kondisi fisiknya. Ia belum kembali sepenuhnya setelah cedera panjang sejak Juli.
Ole Romeny sudah mulai berlatih di lapangan, tetapi match fitness masih menjadi kendala.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terkait ketajamannya di depan gawang setelah absen cukup lama.
Minimnya kondisi ideal tiga penyerang ini memberi tantangan bagi Patrick Kluivert.
Dalam laga uji coba melawan Lebanon pada 8 September, Timnas Indonesia tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran dan laga berakhir imbang 0-0.
Seusai pertandingan, Kluivert menyampaikan apresiasi terhadap usaha pemain meski belum ada gol yang tercipta.
Ia menekankan bahwa uji coba tersebut menjadi bagian penting untuk persiapan menghadapi Arab Saudi dan Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.