Jalan Terjal Timnas Indonesia Menuju Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026
Timnas Indonesia mulai menghitung mundur menuju putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dalam 19 hari ke depan, Timnas Indonesia akan memulai pertandingan melawan Arab Saudi di laga pertama pada Kamis (9/10/2025) pukul 00.15 WIB di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.
Tergabung di Grup B, Timnas Indonesia akan menghadapi Arab Saudi dan Irak untuk memperebutkan satu tiket otomatis ke Piala Dunia 2026.
Segala persiapan telah dilakukan untuk meraih hasil maksimal di Jeddah. Meski begitu, perjalanan Timnas Indonesia di putaran keempat harus menghadapi beberapa tantangan sulit.
Bukan karena kualitas pemain, namun faktor non teknis yang sedikit banyak mengganggu persiapan skuad asuhan Patrick Kluivert.
Setidaknya ada tiga kejadian yang dikhawatirkan akan mengganggu perjalanan tim Garuda menuju Piala Dunia 2026. Apa saja?
Jadwal Mepet Timnas Indonesia
Semula, putaran keempat dijadwalkan berlangsung di tempat netral, namun AFC akhirnya menunjuk Arab Saudi sebagai tuan rumah.
Beberapa kontroversi langsung terjadi dan sempat diprotes oleh PSSI lantaran dianggap tidak adil, salah satunya mepetnya jadwal pertandingan Timnas Indonesia.
PSSI sempat meminta perubahan jadwal melawan Arab Saudi, yang awalnya dimulai pukul 18.00 waktu setempat, diubah menjadi pukul 20.15 waktu setempat.
Perubahan waktu ini diminta karena jadwal awal dianggap terlalu dekat dengan waktu kedatangan pemain.
Erick Thohir mengatakan bahwa jadwal para pemain diaspora dan laga menghadapi Arab Saudi sangatlah mepet.
Beberapa pemain baru menyelesaikan kompetisi pada 6 Oktober dan dua hari berselang harus bermain untuk Timnas Indonesia.
"Tentu banyak pemain juga yang baru bisa mendarat yang bermain di Eropa itu tanggal 6 (Oktober) jadi seperti di Australia tanggal 7 latihan tanggal 8 main," ucap Erick Thohir dalam sesi konferensi pers Selasa (16/9/2025).
Perubahan jadwal juga diajukan di laga menghadapi Irak yang semula dimainkan pukul 18.00 waktu setempat menjadi 22.30 waktu setempat.
"Kami melobi selama beberapa hari dan Alhamdulillah AFC merespons dengan baik. Jadwal pertandingan kedua mundur dari pukul 18.00 ke 22.30. Jadi ini recovery-nya cukup," kata Erick Thohir pada Kamis (24/7/2025).
Kontroversi Pemilihan Wasit
Tantangan kedua adalah adanya indikasi tak netral dalam pemilihan wasit. Menurut informasi, pertandingan Arab Saudi vs Timnas Indonesia akan dipimpin wasit asal Kuwait.
PSSI juga telah mengajukan permohonan kepada AFC untuk tidak memakai wasit asal Timur Tengah untuk laga Timnas Indonesia.
Namun upaya tersebut tampaknya gagal dan laga menghadapi tuan rumah tetap dipimpin wasit asal Kuwait.
Wasit asal Kuwait yang dimaksud adalah Ahmed Al-Ali bersama lima asisten yakni Abdul Hadi Al-Anzi sebagai asisten wasit 1, Ahmed Abbas asisten wasit 2, Ammar Ashkanani ofisial keempat, Abdullah Jamali wasit VAR, dan Abdullah Al-Kandar asisten wasit VAR.
Sementara itu di laga kedua, wasit kontroversial asal China, Ma Ning yang akan memimpin laga Timnas Indonesia vs Irak.
Ma Ning akan memimpin pertandingan bersama lima asistennya yaitu Zhou Fei sebagai asisten wasit 1, Zhang Shang asisten wasit 2, Shen Yan Hu ofisial keempat, Fu Ming wasit VAR, Sivakorn Pu-Udom asisten wasit VAR.
Meski tidak berasal dari Timur Tengah, Ma Ning memiliki riwayat kontroversial di ajang Piala Asia 2023 saat memberikan tiga penalti untuk Qatar sekaligus di partai final.
Kuota Suporter Dibatasi
Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan kabar buruk bahwa laga Timnas Indonesia melawan Arab Saudi tidak akan dihadiri banyak suporter Garuda.
Erick mengatakan bahwa kuota suporter yang diberikan untuk Timnas Indonesia sangat kecil.
“Suporter Timnas Indonesia juga dibatasi, sangat kecil,” ujar Erick Thohir, Selasa (16/9/2025).
Dari informasi yang beredar, Timnas Indonesia hanya akan mendapat alokasi delapan persen dari total kapasitas stadion.
Jika kapasitas Stadion King Abdullah Sports City adalah 62.354 maka suporter Timnas Indonesia hanya akan berjumlah 4.988 orang.
Hal tersebut yang membuat heran lantaran jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi terbilang banyak.
“Padahal kita tahu, kalau bermain di Arab Saudi kan pendukung kita juga banyak,” sambungnya.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.