Makan Makanan Olahan Bisa Naikkan Risiko Penyakit Jantung 67 Persen, Ini Studinya
Makan makanan ultra-proses (ultra-processed food atau UPF) berlebihan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 67 persen, menurut penelitian yang diprsentasikan saat American College of Cardiology’s Annual Scientific Session (ACC.26).
"Makanan olahan tingkat tinggi (UPF) telah dikaitkan dengan dampak negatif pada kesehatan kardiometabolik serta peningkatan risiko penyakit kardiovaskular aterosklerotik (CVD) (ASCVD)," tulis para peneliti, dilansir dari laman JCC, Kamis (9/4/2026).
Adapun UPF merupakan produk makanan yang praktis dan siap saji. Contohnya, antara lain keripik, biskuit, makanan beku, daging olahan, minuman manis, sereal, dan roti kemasan.
"UPF dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, dan meskipun banyak produk tersebut mungkin tampak sebagai pilihan makanan atau camilan praktis untuk dinikmati saat bepergian, temuan kami menunjukkan bahwa produk-produk tersebut sebaiknya dikonsumsi secukupnya," kata residen kardiologi di University of Texas Health Science Center di Houston, Amerika Serikat, dan penulis utama studi tersebut, Amier Haidar, MD, dikutip dari SciTechDaily.
Makan makanan ultra-proses naikkan risiko penyakit jantung
Tambahan seporsi UPF setiap hari tetap bisa menaikkan risiko
Penelitian mengungkap makan makanan ultra-proses (ultra-processed food atau UPF) meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 67 persen.
Studi ini melibatkan 6.814 orang dewasa di Amerika Serikat dengan rentang usia 45 hingga 84 tahun.
Menggunakan data dari Multi-Ethnic Study of Atherosclerosis (MESA), para peneliti menemukan perbedaan besar antara orang yang jarang makan UPF dan yang sering makan UPF.
Orang yang makan lebih dari sembilan porsi UPF per hari punya risiko penyakit jantung 67 persen lebih tinggi.
Risiko tersebut mencakup kematian akibat penyakit jantung koroner, strok, dan serangan jantung. Angka ini dibandingkan dengan mereka yang hanya makan sekitar satu porsi sehari.
Setiap tambahan satu porsi UPF setiap hari meningkatkan risiko sebesar 5,1 persen. Dengan demikian, semakin banyak kamu makan makanan olahan, semakin besar pula ancamannya bagi tubuh.
Haidar menambahkan, risiko ini bukan hanya karena kalori yang tinggi.
"Terlepas dari jumlah kalori yang Anda konsumsi setiap hari, terlepas dari kualitas pola makan Anda secara keseluruhan, dan setelah memperhitungkan faktor risiko umum seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan obesitas, risiko yang terkait dengan konsumsi UPF yang lebih tinggi tetap hampir sama," jelas dia.
Pentingnya baca label makanan
Penelitian mengungkap makan makanan ultra-proses (ultra-processed food atau UPF) meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 67 persen.
Lalu, apa yang harus dilakukan? Haidar menyarankan masyarakat lebih teliti membaca label nutrisi. Perhatikan kandungan gula tambahan, garam, dan lemak pada kemasan.
Pilihlah makanan yang lebih alami dan minim proses. Masyarakat bisa beralih ke pilihan yang lebih sehat, seperti oatmeal polos tanpa rasa, kacang-kacangan, buncis atau polong-polongan, buah, dan sayur.
American College of Cardiology (ACC) juga mendukung sistem label di depan kemasan. Tujuannya agar masyarakat lebih mudah memilih makanan yang sehat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang