Berapa Kadar Konsumsi Minuman Manis Saat Berbuka Puasa? Ini Pendapat Ahli Gizi Prof Budi

minuman manis yang sehat, Berapa Kadar Konsumsi Minuman Manis Saat Berbuka Puasa? Ini Pendapat Ahli Gizi Prof Budi

Berbuka puasa dengan minuman manis sering menjadi pilihan karena dianggap mampu mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Namun, konsumsi gula dalam minuman manis secara berlebihan tanpa kontrol juga akan berdampak buruk pada kesehatan.

Berdasarkan pengalaman profesor Ilmu Gizi Pangan IPB University, Prof Budi Setiawan memberikan penjelasan bahwa banyak orang cenderung menyenangi makan dan minum manis setelah berbuka dengan tujuan untuk mengembalikan kadar gula darah.

Selain itu, makanan dan minuman manis juga bisa memberikan rasa bahagia karena meningkatnya produksi hormon serotonin akibat asupan gula dan karbohidrat yang masuk kedalam tubuh.

Prof Budi kembali mengingatkan bahwa gula termasuk bahan yang konsumsinya harus dibatasi karena berada di puncak piramida gizi seimbang. Dalam aturan tentang konsumsi gula, garam dn lemak (GGL) batas harian gula adalah 50 gram atau 4 sendok makan.

Dampak minuman manis bagi kesehatan

Dilansir dari lama IPB, kamis (20/2/2026), Prof Budi menyampaikan jika mengonsumsi minuman manis saat berbuka dan sahur secara berlebihan pastinya tidak bisa memenuhi gizi seimbang. Selain itu, ada kecenderungan perut terasa penuh sehingga ruang untuk makan sehat seperti sayur, buah, dan sumber protein yang dibutuhkan tubuh menjadi berkurang.

Prof Budi juga menambahkan bahwa konsumsi gula berlebihan akan meningkatkan resiko karies atau kerusakan gigi. Tingginya, konsumsi gula juga akan berakibat pada asupan energi jadi berlebihan sehingga bisa beresiko menaikkan berat badan.

Terutama bagi penderita Diabetes Melitus, menjaga dan mengatur kadar gula dalam minuman menjadi hal yang sangat penting karena dapat meningkatkan kadar trigliserida yang beresiko pada penyakit jantung.

Alternatif minuman manis saat sahur atau berbuka puasa

Dalam mengonsumsi minuman manis, ada baiknya memperhatikan alternatif minuman manis yang sehat ala Prof Budi, agar asupan gula harian tetap terpenuhi namun tidak berlebihan.

Prof Budi menawarkan alternatif minuman manis yang segar seperti air kelapa. Minuman ini mengandung elektrolit alami yang membantu menggantikan cairan tubuh setelah seharian berpuasa.

Selain air kelapa, jus buah dan sayur dapat menjadi pilihan yang lebih baik dibanding minuman tinggi gula. Namun, perlu diperhatikan agar tidak menambahkan gula secara berlebihan karena dapat mengurangi manfaat kesehatannya.

Untuk buah dengan manis alami, seperti kurma segar (ruthob) maupun kurma kering, bisa menjadi sumber energi saat berbuka. Kandungan gula alaminya membantu mengembalikan energi tubuh dengan cepat.

Meski lebih sehat, konsumsi buah manis seperti kurma tetap perlu dibatasi. Cukup satu hingga tiga butir saat berbuka agar asupan gula tetap terkontrol.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang