Banyak Petani Enggan Panen Buah Kopi Merah Matang, Ini Alasannya

Harga kopi petik merah, apa itu kopi petik merah, kenapa petani kopi pilih petik hijau, Apakah petani kopi menjanjikan, perbedaan panen kopi petik merah dan hijau, Banyak Petani Enggan Panen Buah Kopi Merah Matang, Ini Alasannya

Buah kopi idealnya dipanen saat matang. Namun, masih banyak petani kopi yang enggan melakukan hal ini. Hal ini terjadi di Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

alih memetik buah kopi saat merah matang, mereka memilih memanen kopi ketika buahnya masih berwarna hijau.

"Sebagian petani memasarkan kopinya ketika masih di pohon. Istilahnya tebasan," kata Doktor Ilmu Lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Udayana (Unud), I Made Sarjana, dalam temu media bersama Kopi Kenangan di Kintamani, Bali, Rabu (1/10/2025).

Tebasan merujuk pada cara panen kopi yang dilakukan bersamaan di seluruh bagian tanaman, tanpa memilah kematangan buahnya.

Sistem panen ini dinilai dapat mengurangi biaya tenaga kerja saat panen, meski kualitas kopi yang dihasilkan tidak seragam.

"Yang dilihat itu kuantitasnya, bukan kualitasnya. Itu menjadi kendala," sambung Sarjana.

Sebab panen kopi petik hijau memakan waktu tanam lebih singkat dibanding panen kopi petik merah.

Dalam periode yang sama, petani bisa melakukan panen petik hijau sebanyak tiga hingga empat kali.

Sementara bila menunggu buah kopi matang berwujud ceri merah, panen hanya dapat dilakukan maksimal dua kali dalam satu periode panen.

Beda harga

Harga kopi petik merah, apa itu kopi petik merah, kenapa petani kopi pilih petik hijau, Apakah petani kopi menjanjikan, perbedaan panen kopi petik merah dan hijau, Banyak Petani Enggan Panen Buah Kopi Merah Matang, Ini Alasannya

ilustrasi ceri kopi atau buah kopi yang baru dipanen.

Perbedaan harga beli petik merah dan petik hijau juga menjadi alasan mengapa masih banyak petani yang enggan memanen buah kopi matang.

"Sudah harganya mirip, umpamanya selisih cuma Rp 2.000, kenapa harus menunggu sampai empat-lima bulan? Padahal sebulan sudah dapat instan," kata Direktur Utama Karana Global, I Kadek Edi.

Perbedaan selisih harga ini terjadi saat kopi petik hijau dijual seolah-olah kopi petik merah, padahal tidak demikian.

Edi menuturkan, perbedaan harga buah kopi matang atau petik merah dengan petik hijau seharusnya mencapai 80 persen.

Harga kopi petik merah mengikuti kondisi pasar (fluktuatif). Nilainya tidak selalu sama dari tahun ke tahun.

"Kadang, alasannya untuk memenuhi kuantitas. Jadi, kopi petik hijau itu dipergunakan sebagai alat campur menambah kuantitas kopi petik merah. Itu yang menyebabkan harga kopinya tidak signifikan berbeda," jelas dia.

Edukasi petani

Kualitas kopi ditentukan sejak panen buah ini. Kopi specialty hanya bisa didapat dari petik merah alias buah kopi matang.

Sayangnya, baik Sarjana maupun Edi, sepakat bahwa tidak mudah mengubah kebiasaan dan pola pikir petani mengenai pentingnya panen kopi petik merah.

"Saya menemukan memang masih sedikit susah untuk mengubah sikap petani agar dia mau melakukan petik merah," kata Sarjana.

"Di samping secara teknis, juga ternyata ada permintaan dari stakeholder," lanjut dia.

ESG Senior Specialist Kopi Kenangan Marya Trinandya, mengatakan, edukasi pentingnya kopi petik merah bisa dilakukan dengan informasi mengenai harga serta kesejahteraan petani.

Salah satunya melalui sertifikasi pertanian keberlanjutan dari Rainforest Alliance yang saat ini sedang diusahakan oleh Kopi Kenangan.

"Misalnya harga buah kopi Rp 15.000. Setelah disertifikasi Rainforest Alliance, akan ada margin tambahannya lagi. Jadi harganya akan meningkat dan ini menjamin kesejahteraan petani," ungkap Marya.

Adapun besar margin harga jual petik merah bakal disesuaikan dengan kesepakatan antarpetani dan tim.

Selain harga jual yang lebih tinggi, petani yang menanam kopi di lahan bersertifikat Rainforest Alliance, juga akan mendapatkan kepastian pembeli.

"Kami teruskan ke sertifikat supaya enggak hanya dibeli, tapi juga diekspor," pungkas Marya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.