Top 7+ Tanda Tubuh Kekurangan Cairan, Meski Tidak Haus

dehidrasi, tanda dehidrasi, 7 Tanda Tubuh Kekurangan Cairan, Meski Tidak Haus, 1. Bau mulut, 2. Sering lapar, 3. Sakit kepala, 4. Sulit fokus, 5. Sembelit, 6. Mudah marah, 7. Kulit kurang elastis

Menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah salah satu kunci untuk merasa bugar dan berfungsi optimal.

Sekitar 60 persen tubuh manusia terdiri dari air, sehingga cairan memegang peran penting dalam proses pembuangan racun, mengatur suhu tubuh, melumasi sendi, hingga menjaga kesehatan sel dan organ.

Namun, karena sepanjang hari tubuh terus kehilangan cairan lewat keringat, urine, dan bahkan napas, kita harus menggantinya secara konsisten.

Masalahnya, banyak orang baru minum ketika merasa haus. Padahal, menurut dokter keluarga Tamika Henry, MD, MBA, rasa haus adalah tanda bahwa tubuh sudah mulai mengalami dehidrasi ringan.

Tanda dehidrasi, meski tidak haus

Lebih jauh lagi, ada sejumlah gejala fisik dan mental yang jarang disadari sebagai tanda kurang minum. Berikut penjelasannya.

1. Bau mulut

Dehidrasi dapat menyebabkan mulut kering karena produksi air liur menurun. Padahal, air liur memiliki sifat antibakteri yang membantu mengendalikan kuman penyebab bau mulut.

Ketika tubuh memprioritaskan cairan untuk fungsi vital lain, mulut kehilangan kelembapannya, sehingga bau mulut pun muncul.

2. Sering lapar

Kadang rasa lapar sebenarnya adalah sinyal haus. Tubuh bisa memunculkan keinginan makan, terutama makanan asin, ketika memerlukan cairan.

Jika merasa lapar pada waktu yang tidak biasa atau setelah makan, coba minum segelas air dan tunggu sekitar 15 menit—bisa jadi tubuh hanya perlu hidrasi, bukan kalori tambahan.

3. Sakit kepala

Sakit kepala akibat dehidrasi masih menjadi misteri, tetapi ada teori yang menjelaskan bahwa kekurangan cairan dapat menyebabkan perubahan volume dan tekanan pada jaringan pelindung otak (meninges).

Perubahan tersebut dapat memicu reseptor nyeri dan menimbulkan kepala berdenyut.

4. Sulit fokus

Gangguan konsentrasi atau penurunan kemampuan visual dan motorik dapat terjadi meskipun dehidrasi ringan.

Itulah sebabnya banyak ahli menyarankan untuk minum air secara teratur sepanjang hari agar fungsi kognitif tetap optimal.

5. Sembelit

Air membantu melancarkan pencernaan. Ketika tubuh kekurangan cairan, usus besar akan menyerap lebih banyak air dari sisa makanan sehingga feses menjadi keras. Ini bisa mengurangi frekuensi buang air besar dan memicu sembelit.

6. Mudah marah

Tidak hanya lapar atau kurang tidur yang membuat seseorang gampang kesal—dehidrasi pun bisa menyebabkan perubahan suasana hati.


Efek neurologis dari kurang cairan dapat memicu rasa mudah tersinggung, cepat marah, atau tidak sabaran.

7. Kulit kurang elastis

Kulit kering belum tentu tanda dehidrasi, tetapi elastisitas kulit bisa menjadi indikator yang cukup akurat.

Jika kulit dicubit dan tidak langsung kembali ke posisi semula, besar kemungkinan tubuh sedang kekurangan cairan. Kulit yang terhidrasi baik akan segera memantul kembali.

Berapa banyak air yang harus diminum?

Tidak ada satu angka pasti untuk semua orang. Kebutuhan cairan tergantung pada berat badan, komposisi tubuh, aktivitas fisik, iklim, dan pola makan.

Beberapa pedoman populer, seperti delapan gelas sehari atau setara setengah berat badan dalam ons, tidak selalu berlaku universal.

Daripada menghitung gelas atau volume, lebih baik perhatikan sinyal tubuh dan minum secara konsisten sepanjang hari.

Ingat, hidrasi tidak hanya dari air putih. Buah dan sayur, teh, susu, hingga smoothie juga menyumbang cairan bagi tubuh.

Contoh kebiasaan hidrasi menurut ahli nutrisi Shyamala Vishnumohan: secangkir kopi pagi, secangkir teh malam, konsumsi lima porsi sayuran dan dua porsi buah per hari, serta satu gelas air di setiap waktu makan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang