Tips Memilih Daging Sapi Asli: Perhatikan Warna, Serat, hingga Aroma Khasnya

daging sapi, daging babi, daging oplosan, Tips Memilih Daging Sapi Asli: Perhatikan Warna, Serat, hingga Aroma Khasnya

Menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, permintaan pasar terhadap daging sapi biasanya mengalami lonjakan signifikan yang dibarengi dengan kenaikan harga. Kondisi ini sering kali dimanfaatkan oleh oknum pedagang nakal untuk mengedarkan daging sapi oplosan yang dicampur dengan daging babi.

Menanggapi fenomena tersebut, konsumen Muslim diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat berbelanja di pasar.

Melansir laman resmi MUI, terdapat risiko penyebaran daging ilegal yang dapat merugikan konsumen baik dari sisi ekonomi maupun syariat.

Staf pengajar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, Dr. Ir. Joko Hermanto, menjelaskan bahwa masyarakat sebenarnya bisa membedakan kedua jenis daging tersebut secara kasat mata melalui lima aspek utama.

"Setidaknya ada lima aspek yang secara kasat mata bisa kita gunakan untuk membedakan daging sapi dan daging babi, yakni dari segi warna, serat daging, tipe lemak, tekstur, dan aroma," ujar Joko dikutip dari laman MUI.id.

Berikut adalah detail perbedaan antara daging sapi dan daging babi berdasarkan penjelasan ahli:

1. Perbedaan Warna Daging

  • Daging Babi: Memiliki warna yang cenderung lebih pucat, hampir menyerupai warna daging ayam.
  • Daging Sapi: Memiliki warna merah yang lebih pekat dan tua.

Catatan Penting: Konsumen harus berhati-hati karena pedagang sering melakukan kamuflase dengan melumuri daging babi menggunakan darah sapi agar warnanya terlihat serupa.

2. Tekstur Serat Daging

  • Daging Sapi: Serat-seratnya tampak padat dengan garis-garis serat yang terlihat sangat jelas dan tegas.
  • Daging Babi: Sifat seratnya terlihat samar dan sangat renggang. Perbedaan ini akan terlihat sangat nyata saat kedua jenis daging tersebut diregangkan secara bersamaan.

3. Karakteristik Lemak

  • Daging Sapi: Memiliki lemak yang lebih kaku, berbentuk, tampak agak kering, dan berserat.
  • Daging Babi: Memiliki lemak yang sangat elastis, basah, dan sulit dilepaskan dari dagingnya. Namun, perlu diwaspadai bahwa lemak babi pada bagian tertentu (seperti ginjal) memiliki penampakan yang sangat mirip dengan lemak sapi.

4. Tekstur Daging saat Disentuh

  • Daging Sapi: Terasa solid, padat, kaku, dan cenderung keras sehingga sulit untuk diregangkan.
  • Daging Babi: Memiliki tekstur yang lembek, sangat kenyal, dan sangat mudah untuk diregangkan.

5. Aroma Unik

  • Daging Sapi: Memiliki aroma khas anyir yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat umum.
  • Daging Babi: Memiliki aroma khas tersendiri yang berbeda dari daging sapi.
  • Kelebihan: Aroma merupakan senjata paling ampuh untuk membedakan keduanya karena aroma sulit dikamuflase dibandingkan warna. Meski demikian, kemampuan ini memerlukan latihan berulang karena perbedaannya sering kali tidak terlalu signifikan bagi orang awam.

Masyarakat diharapkan lebih teliti dan tidak mudah tergiur dengan harga daging yang jauh di bawah harga pasar, guna menghindari pembelian daging oplosan yang tidak terjamin kehalalannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang