Tips Memilih Travel Umrah agar Terhindar dari Penipuan, Ini Panduan Kemenhaj

umrah, Kemenhaj, travel umrah, tips memilih travel umrah, Tips Memilih Travel Umrah agar Terhindar dari Penipuan, Ini Panduan Kemenhaj, 1. Pastikan Travel Umrah Terdaftar Resmi di Kemenhaj, 2. Cek Kantor Fisik dan Rekam Jejak Operasional, 3. Telusuri Testimoni dan Riwayat Travel Umrah, 4. Minta Rincian Biaya dan Jadwal Keberangkatan yang Jelas, 5. Perhatikan Layanan dan Pembimbing Ibadah, 6. Pentingnya Peran Jamaah dalam Pengawasan

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) membagikan tips memilih travel umrah terpercaya agar terhindar dari penipuan.

Hal ini penting bagi masyarakat agar lebih teliti dan berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umrah.

Edukasi ini penting untuk menekan risiko penipuan yang masih kerap terjadi di tengah tingginya minat masyarakat menunaikan ibadah umrah.

Kepala Subdirektorat Pengawasan Umrah Kemenhaj, Andi Muhammad Taufik, menekankan agar calon jamaah tidak mudah tergiur promosi berharga murah yang tidak masuk akal.

Legalitas dan rekam jejak penyelenggara perjalanan ibadah umrah menjadi hal utama yang harus dipastikan sejak awal.

"Jamaah perlu lebih cermat sejak awal. Jangan mudah tergoda harga murah yang tidak rasional dan selalu pastikan travel umrah memiliki izin resmi. Langkah sederhana ini sangat penting untuk melindungi jamaah dari kerugian," ujar Andi Taufik di Jakarta, Kamis (5/2/2026), dilansir dari Antara.

Untuk lebih jelasnya, berikut tips memilih travel umrah terpercaya agar tidak tertipu:

1. Pastikan Travel Umrah Terdaftar Resmi di Kemenhaj

Sebelum menentukan pilihan, calon jamaah diminta memverifikasi status legalitas biro perjalanan. Andi menyarankan pengecekan dilakukan melalui situs SATU HAJI (Sistem Aplikasi Terpadu Umrah dan Haji) milik Kemenhaj.

Melalui platform tersebut, jamaah dapat mengetahui status izin sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), nomor surat keputusan, akreditasi, hingga masa berlaku izin.

"Jamaah dapat mengecek status izin, nomor SK, akreditasi, serta masa berlaku. Travel yang tidak terdaftar dinyatakan ilegal," kata dia.

2. Cek Kantor Fisik dan Rekam Jejak Operasional

Selain aspek legal, jamaah juga perlu memastikan keberadaan kantor fisik travel umrah serta pengalaman operasionalnya.

Kemenhaj menyarankan memilih biro perjalanan yang telah beroperasi minimal dua tahun dan memiliki struktur usaha yang jelas.

Paket umrah dengan harga jauh di bawah standar juga patut diwaspadai karena berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari.

3. Telusuri Testimoni dan Riwayat Travel Umrah

Calon jamaah dianjurkan menelusuri ulasan dari jamaah sebelumnya melalui Google Reviews, media sosial, maupun situs resmi agen perjalanan. Rekomendasi dari keluarga atau kerabat yang pernah menggunakan jasa travel tersebut juga bisa menjadi pertimbangan penting.

Hindari biro perjalanan yang tidak memiliki testimoni jelas atau rekam jejak yang dapat diverifikasi.

"Jamaah juga dianjurkan memeriksa daftar travel bermasalah yang dirilis Kemenhaj maupun otoritas Arab Saudi," kata Andi Muhammad Taufik.

4. Minta Rincian Biaya dan Jadwal Keberangkatan yang Jelas

Kemenhaj juga mengingatkan agar jamaah meminta penjelasan rinci terkait biaya umrah, mencakup tiket pesawat, visa, akomodasi, konsumsi, dan transportasi.

Bukti reservasi hotel serta jadwal keberangkatan harus sudah jelas sebelum pelunasan dilakukan.

Kontrak perjanjian juga perlu dibaca dengan saksama, khususnya terkait ketentuan pengembalian dana (refund) dan perlindungan asuransi.

Pembayaran sebaiknya dilakukan melalui rekening resmi perusahaan dan seluruh bukti transaksi disimpan dengan baik.

5. Perhatikan Layanan dan Pembimbing Ibadah

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah kualitas layanan. Pastikan travel menyediakan pembimbing ibadah yang bersertifikat, akomodasi yang layak, serta kepastian jadwal keberangkatan.

Jamaah juga disarankan membandingkan beberapa paket umrah dari travel terpercaya sebelum menentukan pilihan.

6. Pentingnya Peran Jamaah dalam Pengawasan

Andi menegaskan, partisipasi aktif masyarakat sangat membantu upaya pengawasan dan perlindungan jamaah umrah.

"Laporan dari jamaah adalah bagian penting dari pengawasan. Jika menemukan dugaan pelanggaran, segera laporkan melalui kanal resmi Kemenhaj," kata Andi Muhammad Taufik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang