Tips Memilih Furnitur Premium: Melihat Nilai Jangka Panjang, Bukan Sekadar Harga
Memilih furnitur premium bukan sekadar soal kemampuan membeli, melainkan tentang cara menilai nilai. Di tengah maraknya produk berlabel “mewah”, konsumen kerap terjebak pada harga dan nama besar, tanpa benar-benar memahami apa yang membuat sebuah furnitur layak disebut premium dan relevan untuk jangka panjang.
Furnitur premium seharusnya dipahami sebagai investasi nilai, bukan pengeluaran impulsif. Berikut beberapa prinsip penting dalam memilih furnitur premium dengan sudut pandang jangka panjang.
1. Nilai di Balik Proses, Bukan Sekadar Produk Akhir
Furnitur premium selalu lahir dari proses yang panjang: riset desain, pemilihan material, hingga craftsmanship yang presisi. Produk seperti B&B Italia dikenal karena pendekatan industrial design yang konsisten dan terukur, bukan karena tren musiman.
“Sejak awal perjalanan ini, kami berkomitmen untuk tidak mengambil jalan pintas (cut corners). Kami memilih jalan yang lebih sulit ketika itu adalah jalan yang benar, dan kami membangun fondasi di atas integritas. Komitmen itu harus terus berlanjut, hari ini dan di masa depan,” kata Presiden Direktur LFLO, Erlangga Boenawan.
2. Desain Abadi Mengalahkan Tren Sesaat
Salah satu kesalahan umum saat membeli furnitur mahal adalah mengejar tren visual yang cepat usang. Furnitur premium justru menempatkan timeless design sebagai fondasi utama, desain yang tetap relevan lintas dekade.
Konsep ini tercermin dalam filosofi Zeitgeist yang diusung showroom B&B Italia Jakarta: semangat zaman yang menerjemahkan kebutuhan modern akan keaslian, kesejahteraan, dan estetika abadi ke dalam ruang.
Furnitur dengan desain abadi:
• Mudah beradaptasi dengan perubahan interior
• Tidak terasa “ketinggalan zaman”
• Menjaga nilai estetika dan fungsional dalam jangka panjang
3. Material dan Konstruksi adalah Investasi
Harga furnitur premium tidak hanya mencerminkan nama brand, tetapi juga:
• Kualitas material (kulit, kayu solid, logam, kain teknis)
• Teknik konstruksi
• Daya tahan penggunaan bertahun-tahun
Dalam jangka panjang, furnitur berkualitas tinggi justru lebih ekonomis karena tidak memerlukan penggantian berkala. Inilah alasan mengapa furnitur premium sering dipandang sebagai aset rumah, bukan sekadar dekorasi.
4. Pahami Filosofi Brand, Bukan Hanya Estetikanya
Setiap brand premium memiliki filosofi. Seperti Maxalto yang menonjolkan kehangatan dan proporsi klasik, sementara Azucena dikenal dengan pendekatan desain yang subtil dan intelektual. Memahami filosofi ini membantu konsumen memilih furnitur yang benar-benar selaras dengan gaya hidup dan nilai personal.
“Kita tidak hadir hanya untuk mencari keuntungan, tetapi untuk menciptakan nilai yang mencerminkan siapa kita. Kita harus melihat uang secara jernih sebagai alat, bukan tuan. Ketika melihat satu dolar, kita adalah manusia. Namun ketika melihat satu miliar bahkan satu triliun, kita harus tetap menjadi manusia, dan tidak berubah menjadi iblis,” ujar Erlangga Boenawan.
5. Ruang sebagai Pengalaman, Bukan Sekadar Penempatan Barang
Showroom B&B Italia Jakarta yang dioperasikan oleh PT Imago Mulia Persada Tbk dirancang sebagai “galeri hidup”, bukan toko konvensional. Pendekatan ini mengajarkan satu hal penting: furnitur tidak berdiri sendiri, melainkan selalu berdialog dengan ruang.
Sebelum membeli furnitur premium, penting untuk mempertimbangkan:
• Skala dan proporsi ruang
• Alur aktivitas harian
• Pencahayaan alami dan buatan
6. Harga Tinggi Harus Sejalan dengan Akuntabilitas
Harga mahal tanpa akuntabilitas adalah kemewahan semu. Furnitur premium sejati hadir dengan tanggung jawab, baik terhadap kualitas, konsumen, maupun nilai jangka panjang
“Kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari apa yang kita peroleh, tetapi dari apa yang kita jaga: integritas, nilai-nilai, dan kemanusiaan kita. Upaya ini bukan hanya untuk diri kita sendiri, melainkan untuk sebuah tujuan yang lebih mulia (higher purpose),” kata Erlangga.