Tips Memilih Perawatan yang Tepat untuk Kulit Biar Gak FOMO
Tren perawatan kulit semakin berkembang pesat. Rasanya selalu ada treatment baru yang viral di Instagram dan TikTok, mulai dari laser, injectable, hingga berbagai prosedur non-invasif. Kondisi ini sering membuat banyak orang merasa FOMO (fear of missing out) dan tergoda mencoba treatment tanpa benar-benar memahami kebutuhan kulitnya sendiri.
Fenomena ini diakui sebagai hal yang wajar terjadi di masyarakat oleh para dokter kecantikan mengingat banyak juga alat-alat baru di bidang dermatologi estetika, Lalu bagaimana cara memilih perawatan kulit yang tepat agar tidak sekadar ikut tren?

1. Utamakan Skin Health Restoration
Dijelaskan oleh dr. Riva Ambardina Pradita, Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika, bahwa sebelum fokus pada flek, jerawat, atau kerutan, ada satu fondasi penting yang harus diperhatikan terlebih dahulu.
“Yang pertama itu kita mau mencapai skin health restoration,” ujar dr. Riva dalam seminar media “Comprehensive Solution of Medical Aesthetic and Wellnes by Specialists” oleh Bamed di kawasan SCBD, Jakarta Selatan pada Kamis, 12 Februari 2026.
Artinya, tujuan awal perawatan adalah mengembalikan kesehatan kulit secara menyeluruh. Bukan hanya memperbaiki tampilan luar, tetapi memastikan lapisan kulit bekerja optimal.
“Jadi overall apapun itu tanpa keluhan, kita tidak memandang keluhannya dulu, tapi kita ingin mencapai skin health restoration,” ujarnya lagi.
Kulit diibaratkan seperti wafer dengan banyak lapisan. Setiap hari terjadi proses pergantian sel kulit atau turnover. Pada usia muda, proses ini berlangsung sekitar 28 hari. Namun seiring bertambahnya usia, siklus tersebut bisa melambat bahkan hingga 90 hari.
“Jadi tujuan dari skin health restoration adalah kita mau membooster lagi turnover kulit,” tamahnya.
Booster ini bisa dilakukan melalui skincare harian dari dokter, chemical peeling, atau injectable skin booster untuk meningkatkan kesehatan kulit secara umum.
2. Jangan Asal Ikut Tren Media Sosial
Banyak pasien datang dengan referensi dari media sosial. Namun belum tentu treatment yang cocok pada orang lain akan memberikan hasil sama.
“Memang banyak itu pasien yang tergiring opini publik, lihat di Instagram, di TikTok, oh bentol sutan bagus ya, oh ini dengan laser ini bagus,” terang dr. Caroline Oktarina, Spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika.
Padahal, faktor kecocokan kulit dan anggaran juga harus dipertimbangkan. Maka dari itu FOMO bukan hal yang harus dituruti.
“Tapi kembali lagi, apakah cocok di kulitnya pasien, apakah sesuai budgetnya sesuai, itu memang yang menjadi kebingungan juga untuk pasien,” terangnya lagi.
Ia menuturkan bahwa banyak pasien datang dengan harapan mendapatkan hasil glowing secara instan. Padahal, menurutnya, tidak mungkin hanya dengan satu kali treatment kulit bisa langsung terlihat glowing secara maksimal.
“Ketika datang ke kita, saya pengen glowingnya instan ya, tapi kan nggak mungkin nih cuma satu treatment udah pasti langsung glowing gitu ya,” katanya menambahkan.
3. Buat Perencanaan dan Evaluasi Berkala
Perawatan kulit idealnya tidak dilakukan secara spontan, melainkan dengan perencanaan yang jelas.
“Jadi biasanya saya juga sarankan ke pasien kita bikin planning yuk kita rencanakan nih, nanti kita treatmentnya ini kita evaluasi dalam sebulan,” jelas dr. Caroline.
Setiap bulan kondisi kulit bisa berubah. Karena itu, treatment tidak bisa dipukul rata untuk semua orang. Dokter akan melihat mana yang paling urgent. Apakah warna kulit tidak merata, tekstur bergelombang, kerutan, atau kombinasi semuanya.
4. Tentukan Prioritas dan Urgensi
Selain kondisi kulit, faktor waktu juga berpengaruh. Misalnya ada pasien yang akan menghadiri acara penting. Dokter akan menilai apakah yang perlu dikejar adalah tekstur wajah agar makeup lebih rata, atau pigmentasi yang masih bisa ditutup kosmetik. Semua keputusan tetap harus realistis dan melalui edukasi yang jelas.
Tips memilih perawatan yang tepat untuk kulit biar gak FOMO adalah memahami bahwa setiap kulit unik dan butuh pendekatan berbeda. Jangan mudah tergiur tren atau hasil instan. Prioritaskan skin health restoration, konsultasikan dengan dokter, buat perencanaan bertahap, dan evaluasi rutin.
Dengan cara ini, Anda tidak hanya mendapatkan kulit yang lebih sehat, tetapi juga terhindar dari risiko salah treatment yang bisa merugikan di kemudian hari.