Sering Jadi Andalan Steakhouse, Ini Fakta Unik Daging Sapi Australia

Saat datang ke restoran steak atau steakhouse, daging sapi Australia kerap muncul di deretan menu andalan.
Baik itu potongan rib eye, sirloin, tenderloin, maupun potongan iga sapi premium dengan tulang panjang yang ikonik seperti tomahawk.
Bukan tanpa alasan daging sapi Australia sering diolah menjadi steak di banyak restoran. Kualitas daging asal Negeri Kanguru tersebut memang dikenal sangat baik.
sapi di Australia diberi pakan berupa rumput dan biji-bijian yang memengaruhi kualitas daging sapi.
Pakan campuran biji-bijian (grainfed) pada sapi Australia bermanfaat untuk meningkatkan sebaran lemak putih pada daging, yang disebut juga dengan istilah marbling.
Adapun pakan rumput (grassfed) yang mengandung klorofil, menghasilkan warna lemak daging kekuningan sehingga membuat daging sapi terasa kian juicy.
"Kami sangat beruntung di Australia, memiliki banyak lahan dan tidak banyak orang yang tinggal di sana, sehingga banyak lingkungan hijau dan bersih untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, sekaligus ruang untuk memelihara sapi," ujar Callum Hann, Kamis (5/2/2026).
Callum Hann merupakan Juara MasterChef Australia All-Stars 2012 sekaligus Runner-up MasterChef Australia 2025.
Kompas.com bersama media lainnya berkesempatan bertemu dengan Callum dalam kunjungannya ke Jakarta, sebagai bagian dari program "Taste of Australia" yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Australia pada 4–7 Februari 2026.
Sapi yang bahagia
Juara MasterChef Australia All-Stars 2012 sekaligus Runner Up MasterChef Australia 2025, Callum Hann, bersama Chef Owner Silk Bistro, Freddie Salim, memasak steak daging sapi Australia di Silk Bistro Pakubuwono, Jakarta Selatan pada Kamis (5/2/2026).Ia menjelaskan, luasnya hamparan lahan hijau di Australia membuat ketersediaan rumput segar bagi sapi sangat melimpah, sehingga ternak dapat tumbuh dengan baik sepanjang masa pemeliharaannya.
"Dan jika memiliki banyak ruang dan pakan rumput hijau segar, mereka bahagia. Pada akhirnya, akan mendapatkan sapi yang bahagia yang pada dasarnya sama dengan daging sapi yang sempurna," jelas Callum.
Kualitas daging sapi Australia nyaris sempurna, kata Callum. Bukan hanya lemak yang terlihat di bagian luar, khususnya untuk potongan sirloin dan porterhouse, melainkan juga tersebar sebagai lemak marbling yang menjadi ciri daging sapi berkualitas tinggi.
"Ketika kamu memasaknya di atas api, seperti barbekyu ala Australia, rasanya sangat enak, empuk dan berair (juicy) hanya dengan garam dan merica, tanpa bumbu lain," ungkapnya.
Standar daging sapi Australia
Juara MasterChef Australia All-Stars 2012 sekaligus Runner Up MasterChef Australia 2025, Callum Hann, memasak steak daging sapi Australia di Silk Bistro Pakubuwono, Jakarta Selatan pada Kamis (5/2/2026).
Chef Owner Silk Bistro, Freddie Salim, menambahkan bahwa Australia bahkan memiliki standar khusus untuk daging sapi di negara tersebut.Melalui Meat Standards Australia (MSA) dari Meat & Livestock Australia (MLA), industri daging merah Australia berupaya meningkatkan konsistensi kualitas makan daging sapi lewat sistem uji rasa konsumen di banyak negara .
Sistem ini mempertimbangkan semua faktor yang memengaruhi kualitas makanan mulai dari ladang hingga ke piring.
"Kalau kamu ingin menikmati daging sekaligus lemaknya, di sisi yang sama, rasanya sangat menggugah selera. Jadi, saya pikir standar yang selalu dipegang Australia sangat tinggi. Sangat unggul," ungkap Freddie dalam kesempatan yang sama.
"Dan di atas itu semua, para peternak di Australia sangat bersemangat dengan ternak mereka. Mereka bereksperimen dengan DNA di sana-sini dan kemudian mencoba menciptakan kualitas daging terbaik," lanjut dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang