Harga Daging Sapi Kembali Turun diikuti Beras, Cabai, Telur dan Minyak Goreng

Pedagang daging sapi di Pasar.
Pedagang daging sapi di Pasar.

Badan Pangan Nasional alias Bapanas melaporkan, harga beras premium tercatat di harga Rp 15.462 per kg atau turun Rp 244 per kg, dan harga beras medium di Rp 13.302 per kg atau turun Rp 99 per kg.

Sementara harga beras SPHP Rp 12.426 per kg atau turun Rp 32 per kg, dan harga beras khusus lokal Rp 15.940 per kg atau naik Rp 115 dari sebelumnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu harga jagung di tingkat peternak tercatat Rp 6.647 per kg atau turun Rp 252 dari hari sebelumnya, dan harga kedelai biji kering (impor) Rp 10.736 per kg atau turun Rp 197 dari hari sebelumnya.

Pedagang telur sedang melayani pembeli di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat

Kemudian harga bawang merah Rp 40.654 per kg atau turun Rp 1.791 dan harga bawang putih bonggol di harga Rp 38.506 per kg atau turun Rp 890 dari hari sebelumnya.

Selanjutnya harga cabai merah keriting di harga Rp 45.038 per kg atau turun Rp 1.981, harga cabai merah besar di harga Rp 41.007 per kg atau turun Rp 2.330, dan harga cabai rawit merah Rp 74.818 per kg atau turun Rp 1.380 dari hari sebelumnya.

Sementara harga daging sapi murni Rp 137.721 per kg atau turun Rp 1.237, harga daging ayam ras Rp 40.670 per kg atau turun Rp 1.062, dan harga telur ayam ras Rp 30.755 per kg atau turun Rp 659 dari hari sebelumnya.

Lalu harga gula konsumsi di harga Rp 18.133 per kg atau turun Rp 174, dan harga garam konsumsi di harga Rp 11.469 per kg atau turun Rp 59 dari hari sebelumnya.

Kemudian harga minyak goreng kemasan Rp 20.920 per liter atau turun Rp 397, harga minyak goreng curah Rp 17.627 per liter atau turun Rp 136, dan harga Minyakita Rp 16.883 per liter atau turun Rp 318 dari hari sebelumnya.

Selanjutnya harga tepung terigu curah Rp 9.546 per kg atau turun Rp 224, dan harga tepung terigu kemasan Rp 12.799 per kg atau turun Rp 238 dari hari sebelumnya.

Lalu harga komoditas ikan kembung di harga Rp 46.160 per kg atau naik Rp 316 dari hari sebelumnya, harga ikan tongkol Rp 37.483 per kg atau turun Rp 478, dan harga ikan bandeng Rp 37.150 per kg atau turun Rp 561 dari hari sebelumnya.

Sementara itu, harga daging kerbau beku (impor) di harga Rp 110.931 per kg atau turun Rp 1.690, dan harga daging kerbau segar lokal Rp 144.815 per kg atau naik Rp 371 dari hari sebelumnya.

+++

Bongkar Cara Pikir Ekonom di Lembaga Internasional, Purbaya: Mereka Enggak Bisa Meramal Betulan!

Jakarta, VIVA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, membongkar cara berpikir para ekonom di lembaga-lembaga keuangan internasional, yang kerap memberikan proyeksinya soal pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Dia menegaskan, para ekonom di lembaga-lembaga keuangan internasional itu sejatinya tidak bisa meramal ekonomi suatu negara dengan tepat dan presisi.

Purbaya menegaskan, mereka sebenarnya hanya bisa menduga-duga proyeksinya dari angka realisasi ekonomi terakhir, dan kerap merevisinya ketika ada perubahan perkembangan terkini.

"Jadi saya tahu cara berpikir para peramal ekonomi ini. Dia lihat data terakhir, dimasukin, kalau naik, ya naik juga. Mereka enggak bisa meramal betulan, mereka cuma ikutin angka terakhir," kata Purbaya di acara 'Apa Kabar Indonesia Pagi' di TvOne, Jumat, 20 Februari 2026.

Dia mencontohkan sebagaimana yang terjadi jelang akhir tahun 2025 lalu. Kala itu, Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksi bahwa pertumbuhan ekonomi RI kuartal IV-2025 hanya akan tumbuh 4,9 persen, serupa dengan proyeksi JP Morgan di angka yang sama. 

Namun nyatanya, ekonomi nasional di kuartal IV-2025 itu berhasil tumbuh positif hingga 5,39 persen (yoy), melampaui proyeksi kedua lembaga tersebut. 

Dengan melihat realisasi di kuartal IV-2025 itu, maka IMF pun hanya menjadikannya acuan untuk memproyeksi bahwa ekonomi Indonesia di 2026 akan tetap tumbuh di 5,1 persen, sebagaimana realisasi pertumbuhan di sepanjang tahun 2025 lalu 

"Anda lihat aja kan kemarin. IMF dan JP Morgan prediksi (ekonomi) kita 4,9 persen. Tapi kita bisa menunjukkan arah perbaikan di triwulan keempat dari 5 poin sekian jadi 5,39 persen. Itu kan ada break, dari struktur turun, tiba-tiba naik," kata Purbaya.

"Nah, semuanya melihat itu, dan langsung merubah prediksi ekonominya. Tahun ini mereka IMF sudah menaikkan ke 5,2 persen, JP Morgan juga ke 5,2 persen," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Purbaya meyakini, dengan akan makin membaiknya perekonomian nasional ke depannya, lembaga-lembaga keuangan internasional tersebut dipastikan juga akan kembali merevisi proyeksi ekonominya untuk Indonesia di tahun 2026 ini.

"Saya yakin, nanti di pertengahan tahun mereka juga akan merubah ke level yang lebih tinggi lagi. Karena kita akan dorong ekonomi ke tingkat yang lebih cepat lagi. Mungkin triwulan pertama (bisa tumbuh) antara 5,6-6 persen. Dan ini bukan optimis, tapi itu memang akan terjadi," ujarnya.