Top 5+ Fakta Unik Timlo Solo, Sup Khas Jawa yang Berakar dari Masakan Tionghoa

solo, timlo, Timlo, SOLO, Kuliner Solo, timlo khas kota solo, Timlo Khas Solo, sejarah timlo Solo, sejarah timlo, 5 Fakta Unik Timlo Solo, Sup Khas Jawa yang Berakar dari Masakan Tionghoa, 1. Berawal dari Hidangan Tionghoa Bernama Kimlo, 2. Perubahan Nama dari “Kimlo” menjadi “Timlo”, 3. Isian Khas: Sosis Solo, Telur Pindang, dan Ati Ampela, 4. Resep Kimlo Jadul Dibukukan pada 1941, 5. Tiga Warung Timlo Legendaris di Solo, Selalu Ramai Pembeli

Kota Solo atau Surakarta sejak lama dikenal sebagai kota budaya yang kaya akan tradisi, etnis, dan kuliner khas.

Di antara deretan makanan populer seperti nasi liwet dan selat solo, timlo solo menjadi salah satu hidangan favorit wisatawan ketika singgah ke kota berjuluk The Spirit of Java ini.

Tak hanya sekadar hidangan berkuah, timlo ternyata menyimpan sejarah panjang, termasuk jejak pengaruh budaya Tionghoa yang kuat.

Berikut lima fakta menarik tentang timlo solo yang dirangkum dari buku “Timlo dan Tionghoa Solo”.

1. Berawal dari Hidangan Tionghoa Bernama Kimlo

Tak banyak yang mengetahui bahwa timlo solo sejatinya merupakan hasil adaptasi dari masakan Tionghoa bernama kimlo.

Kimlo merupakan sup berkuah jernih yang populer di kawasan Pecinan Jawa pada akhir abad ke-19.

Dalam catatan sejarah, kimlo masuk ke Jawa melalui para saudagar Tionghoa dan menjadi makanan yang banyak dijajakan dengan pikulan.

Bahkan Justus van Maurik, wisatawan asal Belanda, menuliskan pengalamannya menyantap kimlo pada tahun 1800-an dalam bukunya Indrukken Van Een Totok (1897).

Saat itu kimlo disajikan dalam mangkuk porselen biru, disantap sambil jongkok, dan dijual seharga beberapa sen.

2. Perubahan Nama dari “Kimlo” menjadi “Timlo”

Kontak budaya antara masyarakat Tionghoa dan masyarakat Jawa di Solo menghasilkan inovasi baru dalam dunia kuliner.

Dari interaksi ini, kimlo kemudian diadaptasi menjadi versi lokal yang disebut timlo.

Perubahan nama dari “kimlo” menjadi “timlo” dipengaruhi pengucapan masyarakat Solo pada masa itu. Selain nama, bahan-bahan yang digunakan pun berubah menyesuaikan selera masyarakat Jawa.

Jika kimlo asli biasanya menggunakan daging babi, maka Timlo Solo memakai bahan-bahan yang lebih umum dan halal untuk masyarakat Jawa, sehingga bisa dinikmati oleh lebih banyak kalangan.

3. Isian Khas: Sosis Solo, Telur Pindang, dan Ati Ampela

solo, timlo, Timlo, SOLO, Kuliner Solo, timlo khas kota solo, Timlo Khas Solo, sejarah timlo Solo, sejarah timlo, 5 Fakta Unik Timlo Solo, Sup Khas Jawa yang Berakar dari Masakan Tionghoa, 1. Berawal dari Hidangan Tionghoa Bernama Kimlo, 2. Perubahan Nama dari “Kimlo” menjadi “Timlo”, 3. Isian Khas: Sosis Solo, Telur Pindang, dan Ati Ampela, 4. Resep Kimlo Jadul Dibukukan pada 1941, 5. Tiga Warung Timlo Legendaris di Solo, Selalu Ramai Pembeli

Sajian timlo di Timlo Maestro, Solo.

Salah satu ciri khas timlo solo adalah perpaduan kuah bening gurih dengan isian komplet. Dalam literatur kuliner, timlo solo disebut sebagai “soto bercita rasa sup”.

Isian timlo soloo terdiri dari:

  • Sosis Solo yang dipotong-potong
  • Telur ayam pindang
  • Ati ampela ayam

Kombinasi ini membuat aroma dan rasa timlo sangat kaya rempah. Timlo umumnya disantap bersama nasi putih, karena kuahnya yang ringan membuat kebutuhan karbohidrat belum tercukupi tanpa tambahan nasi.

4. Resep Kimlo Jadul Dibukukan pada 1941

Menariknya, resep kimlo yang menjadi leluhur timlo sololo pernah ditulis dalam buku masakan lawas Poe- tri Dapoer (1941) oleh Lie Hiang Hwa, perempuan Tionghoa.

Beberapa bahan yang digunakan antara lain:

  • bawang merah
  • daging
  • kecap
  • soun
  • jamur kuping
  • kincam
  • udang basah atau ebi
  • kentang
  • kubis

Proses memasaknya pun detail: mulai dari menumis bawang merah, memasak daging, menambahkan kecap dan air, hingga memasukkan sayuran dan soun.

Hampir seluruh teknik memasak kimlo ini menjadi dasar timlo solo zaman modern, namun dengan adaptasi khas masyarakat Jawa.

5. Tiga Warung Timlo Legendaris di Solo, Selalu Ramai Pembeli

Timlo solo kini menjadi ikon kuliner yang wajib dicicipi wisatawan. Di antara banyak warung timlo yang tersebar, tiga di antaranya dikenal sebagai yang paling legendaris:

  • Timlo Sastro

Terletak di belakang Pasar Gede, warung ini berdiri sejak 1958 dan menjadi tujuan utama para pemburu kuliner. Meski sederhana, rasa kuah timlonya dikenal kaya, gurih, dan konsisten. Disarankan datang sebelum jam makan siang karena antreannya selalu panjang.

  • Timlo Maestro

Berlokasi di Jalan KH Ahmad Dahlan No. 60, Keprabon. Warung ini populer sejak tahun 2000-an. Kuahnya yang gurih segar dengan isian melimpah membuat banyak pengunjung kembali lagi.

  • RM Timlo Solo (Jebres)

Warung ini berada di Jalan Urip Sumoharjo No. 94, Jebres. Rasa sosisnya yang khas dan kuah yang gurih menjadikannya salah satu timlo terenak di Solo.

Ketiganya berhasil mempertahankan cita rasa autentik Timlo Solo yang sudah melekat sebagai kuliner turun-temurun masyarakat Surakarta.

Dengan sejarah yang panjang, pengaruh budaya yang kuat, hingga cita rasa yang khas, timlo solo berhasil menjadi salah satu ikon kuliner Jawa Tengah yang tak lekang oleh waktu.

Setiap mangkuk timlo bukan hanya menyajikan rasa gurih dan hangat, tetapi juga kisah perjumpaan budaya Jawa–Tionghoa yang terekam sejak lebih dari seabad lalu.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.