Top 5+ Hal Menarik di Soundrenaline Bandung, Palembang dan Jakarta Bersiap dengan Kemeriahan Selanjutnya!
- 1. Jalan Braga Disulap Menjadi Ruang Kreatif Terbuka
- 2. Enam Venue Diaktifkan Serentak dengan Pengalaman Berbeda
- 3. Pertunjukan Musik Variatif dari Musisi Lokal hingga National Headliners
- 4. Aktivitas Kreatif di Luar Musik Jadi Daya Tarik Tambahan
- 5. Palembang dan Jakarta Bersiap Menyambut Kemeriahan Berikutnya
Gelaran Soundrenaline Sana-Sini 2025 di Bandung kembali membuktikan diri sebagai salah satu festival musik paling dinamis di Indonesia. Pada Sabtu 29 November 2025, kawasan ikonik Jalan Braga berubah total menjadi pusat kreativitas yang dipenuhi musik lintas genre, kolaborasi seni, serta ribuan penonton yang datang dari Bandung Raya dan kota-kota sekitarnya.
Format festival yang tersebar di banyak titik membuat suasana Braga hidup dari siang hingga larut malam, dengan antusiasme yang tidak surut sedikit pun. Scroll lebih lanjut yuk!
Berikut lima hal menarik yang mewarnai Soundrenaline Bandung tahun ini.
1. Jalan Braga Disulap Menjadi Ruang Kreatif Terbuka
Sejak siang, Jalan Braga tampil berbeda dari hari biasanya. Alunan musik, instalasi seni, dan keramaian kolektif membuat kawasan bersejarah ini berubah menjadi ruang kreatif raksasa.
Penonton bebas bergerak mengikuti agenda favorit mereka karena format Sana-Sini memungkinkan festival berlangsung di berbagai titik sekaligus, sehingga tidak terpusat pada satu lokasi saja. Suasana semakin meriah menjelang sore ketika jumlah pengunjung terus bertambah.
2. Enam Venue Diaktifkan Serentak dengan Pengalaman Berbeda
Sebanyak enam lokasi—Kimaya Braga, Savoy Homann, De Majestic, Filosofi Kopi, Le Braga Coffee & Kitchen, dan Landmark Braga—menjadi pusat kegiatan.
Kimaya Braga menyuguhkan Kapsul, Sigmun, Lips!!, hingga Bilal Indrajaya. Filosofi Kopi jadi titik paling intim dengan penampilan seperti Tigapagi, Rangkai, Bin Idris, hingga White Shoes & The Couples Company.
De Majestic menghadirkan kombinasi musisi independen dan veteran seperti Pure Saturday, Mocca, dan Eleventwelfth. Savoy Homann menyuguhkan Efek Rumah Kaca dengan dua set berbeda. Le Braga Coffee & Kitchen menampilkan kreativitas dari live tufting hingga barista takeover.
Landmark Braga menawarkan panggung besar dengan energi intens dari Sillas, Lair, hingga kolaborasi 510 x SvaraWestJava Orchestra.
3. Pertunjukan Musik Variatif dari Musisi Lokal hingga National Headliners
Festival ini menonjol karena keberagaman kurasi musisinya. Dari band independen, veteran Bandung, hingga musisi nasional dengan basis penggemar besar tampil bergantian.
Penonton dapat menikmati karakter musik yang berbeda-beda di tiap venue, mulai dari rock, folk, elektronik, hingga orkestra kolaboratif. Setiap lokasi menawarkan suasana yang berbeda, memberikan pengalaman festival yang lebih bebas dan eksploratif.
4. Aktivitas Kreatif di Luar Musik Jadi Daya Tarik Tambahan
Tidak hanya pertunjukan musik, Soundrenaline Bandung juga menghadirkan berbagai aktivitas kreatif. Di Le Braga Coffee & Kitchen, pengunjung dapat menyaksikan live printing, live tufting, serta kolaborasi kreatif antara barista dan musisi.
Sementara itu, The Space dan The Lab menjadi pusat interaksi komunitas, pameran arsip, hingga talkshow dengan figur-figur seni lokal. Ini mempertegas posisi Soundrenaline sebagai festival yang merayakan seni dalam arti yang lebih luas.
5. Palembang dan Jakarta Bersiap Menyambut Kemeriahan Berikutnya
Setelah sukses di Bandung, rangkaian Soundrenaline 2025 akan berlanjut ke Palembang pada 6 Desember sebelum berpuncak di Jakarta pada 18–21 Desember 2025.
Untuk edisi Jakarta, deretan nama besar telah diumumkan, termasuk Peter Bjorn & John, Isyana Sarasvati x Kasimyn, Pamungkas, Barasuara, White Shoes & The Couples Company, The Panturas, Bilal Indrajaya & The Gentlemen, Grrrl Gang, dan The Adams. Melihat kemeriahan di Braga, Palembang dan Jakarta diprediksi akan menghadirkan energi yang tidak kalah spektakuler.