Jadi Pemain Kunci Persib Bandung, Adam Alis Ungkap Kisah Saat Nyaris Tinggalkan Sepak Bola dan Jadi Tentara
Adam Alis menjadi salah satu pemain penting di balik keberhasilan Persib Bandung menjuarai Super League 2025/2026. Penampilan konsistennya sepanjang musim membuat gelandang berusia 32 tahun itu menjadi andalan di lini tengah Maung Bandung.
Sepanjang musim ini, Adam Alis tampil dalam 35 pertandingan bersama Persib di berbagai kompetisi, termasuk Super League dan ACL 2. Dari jumlah tersebut, ia berhasil mencatatkan tujuh gol dan tiga assist.
Salah satu penampilan terbaiknya terjadi saat Persib menghadapi rival abadi mereka, Persija Jakarta. Dalam laga yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026), Adam Alis menjadi pahlawan kemenangan Maung Bandung berkat dua gol yang dicetaknya.
Adam Alis Rayakan Gol Persib
Persib sempat tertinggal lebih dahulu setelah Alaaeddine Ajaraie membawa Persija unggul pada menit ke-20. Namun, Adam Alis berhasil membalikkan keadaan lewat dua golnya.
Gol pertama lahir pada menit ke-28 setelah ia memanfaatkan kesalahan yang dilakukan gelandang Persija, Van Basty Sousa. Tak lama berselang, Adam kembali mencatatkan namanya di papan skor usai menyelesaikan umpan dari Thom Haye dan membawa Persib berbalik unggul 2-1.
Skor tersebut bertahan hingga laga usai dan memastikan Persib membawa pulang tiga poin penting.
Di balik performa impresifnya bersama Persib, Adam Alis ternyata memiliki kisah menarik dalam perjalanan kariernya. Ia mengaku salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika mendapat kesempatan bermain di luar negeri bersama klub Bahrain, East Riffa.
"Momen pertama kali main di luar (negeri), karena kan waktu itu 2015 liga kan berhenti, waktu itu saya main di Persija, saya main di Liga Bahrain," ucap Adam Alis, dikutip dari kanal YouTube VINDES.
Kesempatan bermain di luar negeri tersebut datang pada masa sulit sepak bola Indonesia ketika kompetisi dihentikan akibat sanksi FIFA. Saat itu, Adam bahkan mengaku sempat mempertimbangkan jalan hidup yang berbeda.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya hampir bergabung menjadi tentara bersama dua pesepak bola Indonesia lainnya, Manahati Lestusen dan Abduh Lestaluhu.
"Udah di Pusdikkes waktu itu, terus ada manajemen nawarin saya, 'kamu mau nggak, main di luar,' waktu itu kan masih baru, belum siap mental juga," ungkapnya.
Tawaran tersebut sempat membuat Adam bimbang. Di satu sisi, ia sudah berada di jalur untuk menjadi tentara. Namun di sisi lain, kesempatan berkarier di luar negeri merupakan peluang yang jarang datang bagi pemain Indonesia.
"Sempat ragu, tapi ya udahlah, memang saya harus fokus di bola, mau nggak mau, saya ambil keputusan di situ di main di luar," pungkasnya.
Keputusan tersebut akhirnya menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan karier Adam Alis. Alih-alih meninggalkan sepak bola, ia memilih bertahan dan terus berkembang hingga kini menjadi salah satu gelandang berpengalaman yang sukses membawa Persib Bandung meraih gelar juara.