Kronologi Kebakaran Rumah Bengkel di Palembang, Bocah 3 Tahun Tewas Terjebak Asap

kebakaran, Palembang, Kronologi Kebakaran Rumah Bengkel di Palembang, Bocah 3 Tahun Tewas Terjebak Asap, 1. Terdengar Suara Ledakan Keras, 2. Upaya Pemadaman oleh Warga, 3. Korban Terjebak di Lantai Dua, 4. Kondisi Orang Tua Korban Kritis, 5. Dugaan Penyebab Kebakaran

Peristiwa tragis menimpa satu keluarga di Jalan KI Anwar Mangku, Lorong Asli, Kelurahan Sentosa, Kecamatan Seberang Ulu II (SU II), Palembang, Sumatera Selatan, pada Senin (9/2/2026) dini hari.

Sebuah rumah yang merangkap sebagai bengkel hangus terbakar hingga menyebabkan seorang anak laki-laki berusia tiga tahun berinisial NS meninggal dunia. Sementara itu, kedua orang tuanya, Sugeng (50) dan Sanaria (27), kini dalam kondisi kritis akibat luka bakar serius.

Berikut adalah kronologi lengkap dan fakta-fakta terkait musibah kebakaran di Seberang Ulu II Palembang tersebut:

1. Terdengar Suara Ledakan Keras

Peristiwa bermula sekitar pukul 01.30 WIB. Saksi mata yang merupakan keponakan korban, M. Redo (27), mengaku terkejut saat mendengar suara ledakan dari arah depan rumah pamannya.

"Saya sedang di kamar, lalu mendengar suara ledakan dari rumah depan milik paman Sugeng," ujar Redo kepada wartawan, Senin.

Senada dengan Redo, Ratnawati yang merupakan bibi korban juga mendengar suara serupa. Menurutnya, api muncul secara tiba-tiba dan langsung membesar di area depan bangunan yang berfungsi sebagai bengkel tersebut.

2. Upaya Pemadaman oleh Warga

Melihat api yang berkobar hebat, warga sekitar dan keluarga korban segera bergotong royong melakukan pemadaman secara mandiri menggunakan peralatan seadanya. Air diambil dari bak yang berada di samping rumah untuk melokalisir api agar tidak merambat ke bangunan lain.

Kapolsek Seberang Ulu (SU) II Palembang, Kompol Dedy Ardiansyah, mengonfirmasi bahwa api berhasil dipadamkan tak lama setelah warga berjibaku di lokasi.

"Warga sekitar kemudian berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tak lama berselang, kobaran api berhasil dipadamkan," terang Kompol Dedy.

3. Korban Terjebak di Lantai Dua

Setelah api mulai padam, Redo bersama warga masuk ke dalam rumah yang sudah dipenuhi kepulan asap tebal. Di lantai dua rumah tersebut, ditemukan Sugeng, Sanaria, dan anak mereka, NS, dalam kondisi tak berdaya.

Ketiganya langsung dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa sang balita tidak tertolong.

"Untuk anaknya, benar tidak terbakar, diduga meninggal karena kehabisan oksigen," tambah Kapolsek.

Ratnawati menyebutkan bahwa NS sempat dibawa ke RS Pertamina Palembang sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia dan dimakamkan di TPU Naga Swidak.

4. Kondisi Orang Tua Korban Kritis

Dua korban dewasa, yakni Sugeng dan Sanaria, mengalami luka bakar yang cukup parah. Sugeng saat ini telah dirujuk ke RSUP Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang untuk menjalani tindakan operasi.

"Bapaknya dirawat di RSUP Mohammad Hoesin dan saat kami cek sedang menjalani operasi karena luka bakar cukup parah. Ibunya dirawat di RS Pertamina," jelas Kompol Dedy.

5. Dugaan Penyebab Kebakaran

Pihak kepolisian dari Reskrim Polsek SU II, SPKT, dan Tim Inafis Polrestabes Palembang telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Lokasi kejadian kini telah dipasangi garis polisi (police line) untuk kepentingan penyelidikan.

Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menduga kebakaran dipicu oleh gangguan instalasi listrik.

"Dugaan sementara akibat korsleting arus pendek di stop kontak lantai satu. Namun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan," tegas Kompol Dedy Ardiansyah.

Saat ini, petugas masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi untuk mendalami penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan bengkel sekaligus rumah tinggal tersebut.

Sebagian Artikel Telah Tayang d Kompas. com dengan Judul dan di Sripoku.com dengan judul Kronologi Kebakaran di Sentosa Plaju Palembang Tewaskan Bocah 3 Tahun, Warga Dengar Suara Ledakan

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang