Hakim Senior PN Palembang Meninggal di Kamar Kos, Jenazah Diberangkatkan ke Bandung
Jenazah hakim senior Pengadilan Negeri (PN) Palembang Raden Zaenal Arief, S.H., M.H.akan diberangkatkan ke Bandung Senin (17/11/2025) sore ini untuk dimakamkan di pemakaman keluarga di Bandung, Jawa Barat.
Pihak PN Palembang saat ini mengurus seluruh kebutuhan administrasi untuk pemulangan jenazah ke Bandung, Jawa Barat, tempat keluarga almarhum berdomisili.
Karangan bunga hakim PN Palembang Raden Zaenal Arief
Juru Bicara PN Palembang, Haryanto, S.H., M.H., menyampaikan duka mendalam atas kepergian sang kolega yang selama ini menjadi teladan di lingkungan peradilan.
“Kami sangat kehilangan sosok hakim teladan. Almarhum bukan hanya kolega, tapi juga panutan bagi banyak hakim muda. Beliau selalu ramah, santun, dan memiliki integritas yang luar biasa dalam menjalankan tugasnya,” ujar Haryanto.
Seperti diketahui, kabar duka menyelimuti keluarga besar Pengadilan Negeri (PN) Palembang Kelas IA Khusus. Salah satu hakim senior yang juga dikenal sebagai juru bicara, Raden Zaenal Arief, S.H., M.H., meninggal dunia pada Rabu (12/11/2025)
Almarhum ditemukan tidak bernyawa di kamar kosnya yang berada di kawasan Dwikora, Palembang. Penemuan itu bermula ketika petugas keamanan merasa curiga karena sejak pagi beliau tidak terlihat keluar kamar seperti biasanya. Setelah pintu dibuka bersama penghuni lain, petugas mendapati almarhum telah meninggal dunia dalam posisi terbaring tenang sekitar pukul 07.00 WIB.
Kabar kepergian Raden Zaenal Arief sontak mengguncang lingkungan PN Palembang. Rekan-rekan sejawat sangat terpukul, terlebih karena pagi itu almarhum dijadwalkan memimpin beberapa sidang penting.
Nama Raden Zaenal Arief memang dikenal luas sebagai sosok yang komunikatif dan profesional, baik di lingkungan peradilan maupun di kalangan media. Sebagai juru bicara PN Palembang, ia sering menjadi narasumber berbagai isu publik serta kegiatan kelembagaan pengadilan. Rekan-rekannya menyebut, sehari sebelum wafat pun almarhum masih sempat bercanda dengan sejumlah staf dan wartawan.
Selain menjalankan tugas resmi sebagai hakim dan juru bicara, almarhum juga aktif membina apel pagi dan sore di lingkungan PN Palembang. Ia kerap memberikan pesan moral serta motivasi kepada para pegawai tentang pentingnya menjaga integritas, pelayanan publik, dan semangat pengabdian.
Raden Zaenal Arief meninggalkan seorang istri dan dua anak yang tinggal di Bandung. Suasana haru masih menyelimuti lingkungan PN Palembang atas kepergian sosok yang dikenal rendah hati dan berdedikasi itu. (Laporan Muhammad Pebrian, tvOne, Palembang)