Bandara Husein Bandung dan Adi Sutjipto Yogya Bakal Buka untuk Penerbangan Sipil
Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat, dan Bandara Adi Sutjipto di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bakal diaktifkan untuk penerbangan sipil komersial.
Rencana reaktivasi kedua bandara tersebut disampaikan menyusul arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto.
“Kami menyambut baik rencana pembukaan kembali penerbangan komersial," ujar Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Donny Ermawan dalam keterangan resmi, seperti dikutip laman resmi Kementerian Pertahanan, Kamis (28/5/2026).
Hal tersebut disampaikan Donny saat menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Wamen PPN/Waka Bappenas) RI Febrian Alphyanto Ruddyard di Ruang Kerja Wamenhan, Jakarta, pada Senin (25/5/2026).
Bandara Husein Sastranegara dan Adi Sutjipto buka untuk sipil
Tidak ganggu jadwal dan operasional TNI AU
Bandara Adi Sutjipto. Bandara Husein Sastranegara di Bandung dan Bandara Adi Sutjipto di Yogyakarta bakal diaktifkan untuk penerbangan sipil.
Kementerian Pertahanan menyatakan komitmen penuh dan dukungan regulasi, selama tidak mengganggu jadwal dan operasional latihan maupun tugas pertahanan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).
"Ke depan, hal yang menjadi perhatian utama adalah pengaturan teknis terkait penggunaan apron dan pengelolaan waktu penerbangan agar tidak terjadi kepadatan, sehingga aktivitas militer dan sipil dapat berlangsung secara harmonis, selaras, dan tanpa saling mengganggu,” ucap Donny.
Selama ini, Bandara Adisutjipto dan Bandara Husein Sastranegara masih beroperasi secara aktif sebagai pangkalan militer untuk TNI AU.
Bandara Adisutjipto saat ini masih aktif melayani penerbangan Yogyakarta-Jakarta dan sebaliknya dengan tujuan Bandara Halim Perdanakusuma.
Adapun aktivitas penerbangan komersial di Bandara Husein Sastranegara terbatas untuk penerbangan terjadwal.
"Kita sangat menunggu reaktivasi ini, karena bagaimanapun selama ini Bandara Husein bukan ditutup ya, tetapi aktivitas untuk penerbangan komersialnya hanya diizinkan penerbangan komersial berjadwal menggunakan pesawat baling-baling dan tujuannya adalah antarkota di dalam Pulau Jawa," kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, seperti dikutip Antara.
Ia menyebutkan spesifikasi Bandara Husein Sastranegara saat ini masih sangat memadai untuk memfasilitasi jenis pesawat berbadan sedang seperti Boeing 737 maupun Airbus A320.
Salah satu hasil kajian awal menunjukkan adanya potensi besar bagi pertumbuhan kembali arus penerbangan di Kota Bandung.
"Kita ingin mengembalikan kejayaan Bandara Husein yang di tahun 2019 traffic-nya itu sekitar 3,8 juta orang, tiga juta penerbangan domestik, 800 ribu penerbangan internasional," tuturnya.
Farhan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bandung akan fokus pada pembenahan aksesibilitas penunjang di sekitar kawasan bandara.
Pihaknya juga berencana melakukan perbaikan infrastruktur jalan, termasuk optimalisasi jalan keluar tol menuju Bandara Husein Sastranegara melalui kawasan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) guna mengurai potensi kepadatan arus lalu lintas.
Selain itu, keberadaan infrastruktur jembatan layang (flyover) Nurtanio dinilai bakal memperlancar akses masyarakat menuju bandara dalam kota tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang