Pengakuan Siswi SMP Soal Percobaan Penculikan di Palembang Ternyata Hoaks
Kasus dugaan percobaan penculikan terhadap siswi SMP berinisial E (13) di Palembang, Sumatera Selatan, akhirnya dipastikan tidak pernah terjadi.
Informasi yang sempat membuat heboh media sosial itu dinyatakan hoaks setelah polisi melakukan penyelidikan mendalam.
E sebelumnya mengaku hampir diculik empat pria bertopeng saat melintas di Jalan DI Panjaitan Lorong Pegagan, Kecamatan Seberang Ulu II, pada Jumat (30/10/2025) ketika berangkat ke sekolah. Cerita tersebut viral setelah diunggah oleh akun Instagram @palembang_jurnalis.
Namun, hasil investigasi Polrestabes Palembang menunjukkan bahwa pengakuan E tidak benar. Orang tua E pun telah menyampaikan permintaan maaf kepada aparat atas cerita yang dibuat anaknya.
“Orang tuanya sudah mengklarifikasi dan meminta maaf karena anaknya menyampaikan informasi yang tidak benar,” ujar Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono, Kamis (6/11/2025).
Harryo menuturkan, sejak awal pihaknya sudah curiga karena keterangan E terus berubah. Satreskrim Polrestabes Palembang kemudian melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi untuk menguji cerita tersebut.
Cerita Runtuh, Tak Ada Penculikan
Dari rangkaian penyelidikan, polisi memastikan tidak ada percobaan penculikan. E akhirnya mengaku mengarang cerita tersebut.
“Kami sejak awal curiga dari rangkaian cerita yang ada, kami runtut berdasarkan barang bukti di lapangan dan kesaksian pihak-pihak yang menyimpulkan cerita itu tidak benar,” kata Harryo.
Menurut dia, kejadian sebenarnya bermula ketika E ditegur oleh seorang pria yang tidak ia kenal. E panik, kembali ke rumah, lalu tetap berangkat lagi ke sekolah. Karena terlambat, ia menceritakan ke teman bahwa dirinya hampir diculik. Cerita itu lalu sampai ke guru hingga Dinas Pendidikan Kota Palembang ikut turun tangan.
“Teguran dari pria yang tidak dikenal itu bukanlah ancaman. Pengakuan korban yang dicegat oleh orang tak dikenal, dipukul, dan ditarik, itu tidak benar,” tegasnya.
Sosok “Penculik” Ternyata Driver Taksi Online
Harryo juga menjelaskan bahwa pria dalam mobil yang disebut-sebut berusaha menculik E sebenarnya terekam CCTV. Setelah ditelusuri, pria tersebut ternyata adalah pengemudi taksi online yang hanya lewat di lokasi kejadian.
“Setelah driver ini kami periksa, ternyata juga tidak ada hubungannya dengan cerita dari E,” jelasnya.
Harryo mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang bersumber dari media sosial.
“Masyarakat diharapkan tidak mudah percaya informasi yang belum tentu benar,” tutupnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.