Identitas Kerangka Terbakar di Banyuasin Ternyata Cristina Pensiunan Guru Korban Perampokan Palembang

Teka-teki mengenai identitas kerangka terbakar yang ditemukan di pinggir kebun sawit, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, akhirnya terungkap.
Polda Sumatera Selatan memastikan bahwa jasad tersebut adalah Christina (80), seorang pensiunan guru sekaligus pemilik kos di Palembang yang dilaporkan hilang sejak 14 Januari 2026.
Kepastian ini didapat setelah tim forensik melakukan serangkaian uji DNA dan pemeriksaan medis.
Identifikasi Melalui DNA dan Gigi
Dirreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Johannes Bangun, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan Disaster Victim Identification (DVI) menunjukkan kecocokan antara sampel jasad dengan korban.
"Ada organ yang identik dengan tubuh korban yakni gigi, berdasarkan hasil pemeriksaan DVI," ujar Johannes saat memberikan rilis di Mapolda Sumsel, Rabu (28/1/2026).
Selain data medis, pihak keluarga juga meyakini identitas kerangka terbakar tersebut melalui benda-benda yang ditemukan di lokasi kejadian, yakni sebuah jam tangan dan kitab suci Alkitab atau Injil.
Yuniar, cucu keponakan korban, menyebutkan bahwa jam tangan tersebut adalah pemberian darinya.
"Secara pasti belum (saat awal ditemukan), tapi kalau dilihat dari ciri-cirinya ada jam tangannya. Karena kemungkinan besar itu adalah jam tangan yang pernah saya berikan," kata Yuniar.
Motif Ekonomi dan Kedekatan Pelaku
Polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini, yakni YG (61) sebagai otak pembunuhan, serta JI (46) dan SW (57) yang membantu menyembunyikan barang bukti dan menjual hasil kejahatan.
Mirisnya, tersangka utama YG merupakan tetangga yang memiliki hubungan baik dengan korban.
Sebagai seorang mekanik, YG sering membantu memperbaiki mobil milik Christina bahkan kerap mengantar korban berobat ke rumah sakit.
"Korban dengan YG bertetangga. Kalau soal urusan cuci mobil dan perbaikan mobil korban datang ke YG, ya hubungannya dianggap baik," jelas Johannes.
Namun, kedekatan itu dimanfaatkan YG untuk melakukan aksi keji.
Motif utama pelaku adalah faktor ekonomi karena ingin berangkat ke Jakarta dan diduga menjadi korban penipuan penggandaan uang oleh tersangka JI.
Kronologi Pembunuhan Sadis
Tulang belulang manusia yang ditemukan di kawasan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (27/1/2026). Polda Sumsel sebelumnya melakukan pencarian Christina (80) yang hilang diduga menjadi korban perampokan.
Peristiwa bermula pada Rabu (14/1/2026) pukul 04.22 WIB. YG mengirim pesan singkat kepada korban meminta diantar ke kawasan Sukabangun menggunakan mobil Mitsubishi Mirage milik Christina.Saat kendaraan melintas di KM 7 Palembang, YG yang duduk di kursi belakang langsung menjerat leher korban dengan tali hingga tewas. Untuk menghilangkan jejak, pelaku membawa jasad korban ke kebun sawit di Tanjung Lago, Banyuasin.
"Di sana pelaku membakar tubuh korban menggunakan bensin dan korek api yang sudah dipersiapkannya, lalu meninggalkan jasad korban di sana," ungkap Johannes.
Setelah membuang jasad, YG mengambil BPKB di rumah korban dan menjual mobil tersebut seharga Rp 53 juta dengan bantuan adiknya, SW.
Pelaku kemudian melarikan diri ke Tulungagung, Jawa Timur, sebelum akhirnya ditangkap oleh tim gabungan Jatanras Polda Sumsel dan Resmob Mabes Polri.
Ancaman Hukuman Mati
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa:
- Satu unit mobil Mitsubishi Mirage BG 1646 RI.
- Satu unit ponsel merek Oppo milik korban.
- Satu buah payung.
- Uang tunai sisa penjualan mobil sebesar Rp 53 juta.
Atas perbuatannya, tersangka YG dijerat dengan Pasal 459, Pasal 458, atau Pasal 479 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman mati. Sementara itu, penadah barang curian dikenakan Pasal 591 UU RI No 1 Tahun 2023 dengan ancaman 4 tahun penjara.
Pihak keluarga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Subdit III Jatanras Polda Sumsel atas kerja keras mengungkap identitas kerangka terbakar dan menangkap para pelaku.
Saat ini, jasad Christina telah berada di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul dan TribunSumsel.com dengan judul Jam Tangan Buat Keluarga Yakin Kerangka Manusia di Banyuasin Adalah Christina, Jadi Korban Rampok
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang