Nuraini Melahirkan di Teras Mushala Palembang, Mengaku Tak Punya Uang dan KIS

Nuraini (32) terpaksa melahirkan di teras Mushala Al-Ikhlas Jalan KH Balqi Lorong Banten 6, Gang Surya 5, Palembang pada Senin (12/1/2026).
Nuraini melahirkan dengan dibantu warga karena ia pecah ketuban saat akan memeriksakan kandungan bersama suaminya.
Nuraini dan bayinya pun dibawa warga ke Klinik Bidan Rahayu Palembang dan mendapatkan perawatan di sana hingga Selasa (13/1/2026).
Peristiwa yang dialami Nuraini ini sempat viral di media sosial, karena ia melahirkan anak kelimanya di pelataran mushala dan disebut akibat tak memiliki biaya untuk melahirkan di fasilitas kesehatan.
Video Nuraini melahirkan dengan dibantu warga di teras mushala itu salah satunya diunggah oleh akun Instagram TVRI Sumatera Selatan.
Lantas, bagaimana kronologinya?
Kronologi kejadian Nuraini melahirkan di mushala
Ditemui pada Selasa (13/1/2026), Nuraini masih terbaring lemas dengan infus terpasang di tangan kanannya.
Warga Jalan Silaberanti KP Teladan No 21 RT 007/002, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring, Palembang itu mengaku merasakan sakit perut sejak Minggu (11/1/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB, tepat saat usia kehamilannya memasuki usia 9 bulan 7 hari.
“Pilu, Pak, kalau diceritakan. Sejak malam perut saya sudah sakit, tapi kami bingung mau ke rumah sakit karena tidak punya KIS dan tidak ada biaya,” ujar Nuraini kepada Tribun.
Paginya, Senin (12/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB, Nuraini dan suaminya, Sakimin (40), nekat berangkat menuju rumah sakit dan bidan dengan meminjam motor tetangga.
Tak memiliki uang, Nuraini berangkat hanya berbekal KTP saja.
Namun di tengah perjalanan, Nuraini mengalami kontraksi hebat dan ketuban pun pecah.
Dalam kondisi panik, Sakimin menurunkan istrinya di pinggir jalan dan segera mencari pertolongan.
Nuraini sempat ditinggal seorang diri hingga akhirnya ditolong warga sekitar yang kemudian membawanya ke teras Mushala Al Ikhlas.
“Ketuban saya sudah pecah. Alhamdulillah ada warga yang baik hati menolong saya ke mushala. Tanpa persiapan apa-apa, hanya kain seadanya, saya dibantu warga melahirkan di teras mushala,” tuturnya.
Sekitar 15 menit kemudian, Nuraini melahirkan bayi perempuan dengan selamat.
Tangis sang bayi membuatnya lega, mengingat ia sempat kebingungan akan melahirkan di mana akibat keterbatasan ekonomi yang dialaminya.
"Air mata ini tidak berhenti, Pak. Haru sekali saat mendengar anak saya menangis,” katanya lirih.
Nuraini mengungkapkan, kendala utama yang membuatnya tidak melahirkan di fasilitas kesehatan sejak awal adalah ketiadaan biaya dan tak adanya Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Nuraini bahkan juga mengaku pernikahannya belum tercatat secara resmi karena permasalahan administrasi surat nikah yang belum tuntas.
“Kami sudah mencoba mengurus, tapi sampai sekarang belum selesai. Mau buat KIS juga terkendala. Akhirnya kami pasrah,” ungkapnya.
Dengan kondisi ekonomi keluarga yang sulit dan suami yang sedang tidak bekerja, Nuraini berharap adanya perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kota Palembang.
“Saya berharap ada bantuan dari pemerintah kota, khususnya Bapak Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, untuk meringankan beban kami,” pungkasnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang