Hitung-hitungan Gaji Shin Tae-yong di Persija Jakarta, Benarkah Bisa Kantongi Rp2 Miliar Sebulan?

Pelatih baru Persija Jakarta Shin Tae-yong
Pelatih baru Persija Jakarta Shin Tae-yong

Kehadiran Shin Tae-yong di kursi pelatih Persija Jakarta langsung menjadi perhatian publik sepak bola nasional. Setelah beberapa waktu hanya menjadi bahan spekulasi, pelatih asal Korea Selatan tersebut kini resmi dipercaya menakhodai Macan Kemayoran untuk menghadapi musim kompetisi mendatang. 

Selain target prestasi yang dibebankan kepadanya, satu hal yang tak kalah menarik untuk dibahas adalah besaran penghasilan yang kemungkinan diterima mantan juru taktik Timnas Indonesia tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nama Shin Tae-yong memang memiliki nilai jual tinggi di sepak bola Asia. Pengalamannya melatih tim nasional Korea Selatan hingga Indonesia membuatnya masuk kategori pelatih elite di kawasan. Tak heran jika banyak pihak meyakini Persija harus menyiapkan dana yang tidak sedikit untuk mendapatkan tanda tangannya.

Hitung-hitungan Gaji Shin Tae-yong

Hingga kini belum ada informasi resmi mengenai nilai kontrak maupun gaji yang diterima Shin Tae-yong dari Persija Jakarta. Namun, publik bisa melihat gambaran pendapatannya melalui data yang pernah muncul ketika ia masih menangani Timnas Indonesia.

Salah satu informasi yang cukup sering dijadikan acuan berasal dari pengakuan mantan Ketua Umum PSSI, Mohamad Iriawan. Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Corbuzier, pria yang akrab disapa Iwan Bule itu sempat membocorkan besaran dana yang dikeluarkan untuk membayar tim kepelatihan Shin Tae-yong.

“2 miliar per bulan,” terang Iwan Bule di kanal YouTube Corbuzier. "Itu di luar kendaraan, apartemen, dan sebagainya," sambungnya. 

Meski demikian, Iwan Bule menjelaskan bahwa angka tersebut bukan sepenuhnya menjadi milik Shin Tae-yong karena masih mencakup jajaran pelatih yang bekerja bersamanya.

“Tapi itu kan tim, ada enam pelatih lainnya. Mungkin dia (Shin Tae-yong) dapat 1,1 lah,” sambungnya.

Apabila merujuk pada keterangan tersebut, pendapatan pribadi Shin Tae-yong pada periode awal melatih Timnas Indonesia diperkirakan berada di kisaran Rp1 miliar hingga Rp1,1 miliar setiap bulan. Nilai tersebut sudah tergolong besar untuk ukuran pelatih sepak bola di Asia Tenggara.

Namun nominal tersebut diyakini terus meningkat seiring bertambahnya masa kerja dan pencapaian yang diraih bersama skuad Garuda. Beberapa laporan menyebutkan bahwa kontraknya mengalami penyesuaian hingga mencapai 2,8 miliar Won atau sekitar Rp27 miliar dalam setahun.

Jika angka tersebut dibagi ke dalam 12 bulan, maka penghasilan Shin Tae-yong diperkirakan menyentuh Rp2,25 miliar per bulan. Jumlah itu belum memasukkan berbagai fasilitas lain yang biasanya diterima pelatih top, mulai dari kendaraan operasional, tempat tinggal, bonus prestasi, hingga kerja sama komersial.

Perkiraan tersebut juga sejalan dengan laporan media Malaysia, New Strait Times, yang pernah mengulas pendapatan mantan pelatih Timnas Indonesia itu. Dalam laporannya, media tersebut menyebut Shin Tae-yong termasuk pelatih dengan bayaran tinggi di kawasan Asia.

“Mantan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, dilaporkan memperoleh penghasilan sebesar US$1,5 juta (RM7,2 juta) per tahun, atau RM600.000 per bulan,“ rilis New Strait Times. 

Bila dikonversi ke mata uang rupiah, angka tersebut berkisar Rp27 miliar per tahun atau sekitar Rp2,25 miliar setiap bulan. Dengan demikian, jika Persija mempertahankan standar kontrak yang mendekati pendapatannya saat menangani Timnas Indonesia, bukan tidak mungkin Shin Tae-yong akan menjadi salah satu pelatih dengan gaji tertinggi dalam sejarah kompetisi sepak bola Indonesia.

Rekam Jejak Mentereng di Dunia Kepelatihan

Besarnya estimasi gaji Shin Tae-yong tentu tidak lepas dari rekam jejak yang dimilikinya selama berkarier sebagai pelatih. Namanya mulai dikenal luas ketika membawa Korea Selatan menciptakan kejutan dengan mengalahkan Jerman pada fase grup Piala Dunia 2018.

Di Indonesia, Shin Tae-yong juga meninggalkan warisan penting selama menangani Timnas. Ia berperan besar dalam meningkatkan daya saing skuad Garuda di level Asia sekaligus melahirkan banyak pemain muda yang kini menjadi tulang punggung tim nasional.

Meski banyak yang mengenalnya sebagai pelatih tim nasional, pengalaman Shin Tae-yong di level klub sebenarnya juga cukup panjang. Sebelum dipercaya menangani Korea Selatan, ia pernah meraih sukses bersama Seongnam Ilhwa Chunma di kompetisi Korea Selatan.

Bersama klub tersebut, Shin Tae-yong berhasil mempersembahkan gelar AFC Champions League 2010 serta Piala FA Korea 2011. Prestasi itu menjadi bukti bahwa dirinya tidak hanya piawai membangun tim nasional, tetapi juga mampu membawa klub meraih trofi bergengsi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, perjalanan kariernya tidak selalu berjalan mulus. Pada periode terakhir sebelum dikaitkan dengan Persija, Shin Tae-yong sempat menangani Ulsan HD. Namun kiprahnya bersama klub tersebut berakhir lebih cepat setelah hasil yang diraih belum memenuhi harapan.

Kini, tantangan baru menantinya di Jakarta. Dengan pengalaman internasional, prestasi yang sudah teruji, serta nilai kontrak yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah per bulan, ekspektasi terhadap Shin Tae-yong bersama Persija tentu akan sangat besar. Publik Macan Kemayoran berharap investasi besar yang dikeluarkan klub dapat berbanding lurus dengan prestasi di lapangan pada musim mendatang.