Palembang Mulai Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue, 7.500 Anak Jadi Sasaran Awal
Upaya menekan angka kasus dan kematian akibat dengue di Sumatera Selatan kini memasuki babak baru. Setelah sebelumnya diluncurkan di Jakarta, program Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue resmi dimulai di Kota Palembang melalui kolaborasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Kota Palembang, dan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.
Peresmian program ini mendapat dukungan langsung dari Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru. Ia menegaskan bahwa dengue bukan lagi persoalan musiman, melainkan tantangan kesehatan jangka panjang yang membutuhkan strategi berkelanjutan. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
“Dengue bukan sekadar isu musiman, melainkan tantangan kesehatan yang harus kita hadapi secara berkelanjutan dan terencana. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memiliki komitmen kuat untuk memperkuat upaya pencegahan dengue, sejalan dengan target nasional dan global menuju nol kematian akibat dengue pada 2030. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan langkah yang lebih proaktif, berbasis data, dan melibatkan kolaborasi lintas sektor,” ujar Herman dalam keterangannya, dikutip 18 Februari 2026.
Kasus Tinggi, Anak Sekolah Jadi Prioritas
Data Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mencatat hingga 31 Desember 2025 terdapat 4.437 kasus dengue dengan 22 kematian di tingkat provinsi. Kota Palembang menjadi wilayah dengan angka tertinggi, yakni 968 kasus dan tiga kematian.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP., Supsp.FOMC, mengingatkan bahwa ancaman dengue terjadi sepanjang tahun. Berdasarkan rekap lima tahun terakhir, kelompok usia 15–44 tahun menyumbang 42 persen kasus, sementara kematian terbanyak dalam tujuh tahun terakhir terjadi pada anak usia 5–14 tahun (41 persen).
“Sepanjang tahun, masyarakat Palembang menghadapi ancaman dengue,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya penguatan 3M Plus, edukasi kebersihan lingkungan, serta inovasi seperti ovitrap. Namun menurutnya, pendekatan komprehensif tetap diperlukan, termasuk vaksinasi yang disertai pemantauan aktif.
7.500 Anak Dipantau, 5.000 Divaksinasi
Ketua Pelaksana Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue di Sumatera Selatan, dr. Ariesti Karmila, Sp.A(K)., M.Kes., menjelaskan bahwa program ini menyasar 7.500 anak usia 6–10 tahun di 60 sekolah dasar pada wilayah kerja 10 puskesmas dengan laporan kasus tertinggi. Dari jumlah tersebut, sekitar 5.000 anak menerima vaksinasi, dengan persetujuan orang tua.
“Dengue merupakan penyakit endemis di Indonesia yang sering kali dianggap ringan, padahal pada kondisi tertentu dapat berkembang menjadi berat dan berisiko menyebabkan kematian,” tegasnya.
Program ini akan berjalan selama tiga tahun dan menjadi bagian dari pemantauan multinegara yang juga dilakukan di Thailand dan Malaysia. Di Indonesia, selain Palembang, kegiatan serupa berlangsung di Jakarta dan Banjarmasin.
Berbasis Riset dan Kolaborasi
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. dr. Mgs. Irsan Saleh, M.Biomed, menyebut program ini sebagai bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, pemantauan aktif akan menghasilkan data ilmiah yang dapat menjadi dasar kebijakan kesehatan daerah.
Sementara itu, Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K), selaku penanggung jawab nasional, menegaskan bahwa pemantauan bertujuan memperoleh gambaran komprehensif kondisi kesehatan anak di wilayah dengan beban dengue tinggi.
Ia menambahkan bahwa vaksinasi dengue juga telah dilakukan di sejumlah daerah atas inisiatif pemerintah setempat.
“Orang tua menerima dengan baik dan vaksinasi yang diberikan pada anak-anak aman. Oleh karena itu hasil dari pemantauan aktif ini sangat dinantikan sebagai dasar pemberian vaksinasi dengue dalam program nasional untuk menyongsong ‘Zero dengue death’ di tahun 2030, atau paling tidak kita dapat menurunkan 50 persen kematian dan 25 persen angka kejadian dengue,” jelasnya.
Melalui pendekatan berbasis data dan kolaborasi lintas sektor, Palembang diharapkan dapat menjadi model penguatan pengendalian dengue di Sumatera Selatan, sekaligus mendekatkan target nol kematian akibat dengue pada 2030.