Reaksi Media Korea Selatan usai Dengar Shin Tae-yong Resmi Dikontrak Persija Jakarta Selama 3 Tahun
Media Korea Selatan memberikan reaksi usai mendengar Shin Tae-yong resmi dikontrak Persija Jakarta. Mantan juru taktik Timnas Indonesia terikat masa bakti tiga tahun.
STY akhirnya kembali ke Indonesia setelah setahun. Setelah dipecat PSSI pada awal tahun 2025, Shin Tae-yong kembali ke Indonesia untuk menangani Persija Jakarta.
Macan Kemayoran berada dalam keterpurukan setelah gagal bersaing untuk gelar juara Super League selama tiga musim beruntun. Dalam ketiga tahun itu, Persib Bandung selalu keluar sebagai juara.
Persija mengakhiri musim ini di peringkat ketiga klasemen akhir Super League 2025-2026. Mereka mengumpulkan total 71 poin, tertinggal delapan poin dari Persib dan Borneo FC yang finis di dua teratas.
Ini bukan pekerjaan pertama Shin Tae-yong sejak meninggalkan Timnas Indonesia. Pada pertengahan tahun lalu, dia sempat dikontrak Ulsan Hyundai, namun kemudian dipecat pada Oktober 2025 lalu.
Kembalinya Shin Tae-yong ke Indonesia bukan hanya menjadi berita besar di Indonesia, melainkan juga di Korea Selatan. Sebuah media Korsel pun memberikan reaksinya atas pengumuman STY sebagai juru taktik Persija.
Footballist menyoroti STY kembali ke pinggir lapangan setelah delapan bulan dipecat Ulsan. “Shin Tae-yong Ditunjuk sebagai Pelatih Kepala Klub Indonesia! Kembali 8 Bulan Setelah Dipecat dari Ulsan,” tulis Footballist dalam judulnya.
Mereka menyoroti pernyataan Shin Tae-yong yang percaya kepada potensi para pemain muda. Sang juru taktik pun merasakan atmosfer kekeluargaan yang kental dalam sepak bola Indonesia.
“Saya sangat mementingkan prinsip dan disiplin. Itu adalah prioritas utama yang selalu saya tekankan. Saya memimpin tim dengan penuh semangat. Saya tidak kehilangan fokus hingga detik terakhir demi kemenangan,” kata Shin Tae-yong dalam video pengumumannya sebagia pelatih persija.
“Saya percaya pada potensi pemain muda untuk pengembangan sepak bola di Jakarta dan Indonesia. Meskipun benar bahwa saya tegas, komposisi yang membuat tim lebih kuat dan suasana kekeluargaan juga merupakan elemen penting dalam sepak bola. Kita akan bergerak maju bersama untuk mengembalikan kejayaan kota ini,” tambahnya.
Footbalist menyoroti Persija sebagai tim dengan sejarah panjang karena sudah berusia 97 tahun. Namun, gelar juara terakhir di Liga Indonesia sudah lama tidak diraih, dengan yang terakhir adalah pada 2018 silam.
“Persija adalah tim sepak bola Indonesia dengan sejarah 97 tahun, didirikan pada tahun 1928. Berbasis di ibu kota, Jakarta, tim ini menggunakan Stadion Internasional Jakarta, stadion terbesar di Asia dengan kapasitas 82.000 tempat duduk, sebagai kandangnya,” tulis media Korsel itu.
“Meskipun merupakan klub tertua yang berpartisipasi di Liga Satu, divisi teratas Indonesia, terlepas dari sejarahnya yang panjang, Persija hanya sekali memenangkan gelar liga, yaitu pada tahun 2018. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa Manajer Shin telah dipercayakan dengan tanggung jawab besar untuk memimpin tim Jakarta yang bersejarah ini menuju era keemasan baru,” tambahnya. (rda)