Bawa Persib Bandung Juara Three-Peat, Beckham Putra Ternyata Mengidolakan Sosok Ini Sejak Kecil
Beckham Putra Nugraha menjadi salah satu sosok penting di balik keberhasilan Persib Bandung menorehkan sejarah pada musim 2025/2026. Penampilan konsistennya sepanjang musim membantu Maung Bandung mengamankan gelar juara Super League sekaligus mencatatkan rekor sebagai tim pertama yang meraih tiga gelar liga secara beruntun.
Persib memastikan gelar juara setelah bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026). Hasil tersebut cukup untuk mengunci posisi puncak klasemen hingga akhir kompetisi.
Keberhasilan ini menambah koleksi trofi Persib menjadi lima gelar liga setelah sebelumnya menjadi juara pada musim 1994/1995, 2014, 2023/2024, dan 2024/2025. Catatan tersebut membuat Maung Bandung menjadi klub dengan jumlah gelar terbanyak di era kompetisi sepak bola profesional Indonesia.
Bobotoh di pawai juara Persib Bandung, Minggu 24 Mei 2026
Perjalanan Persib menuju gelar juara musim ini tidak berlangsung mudah. Maung Bandung harus terlibat persaingan sengit dengan Borneo FC Samarinda hingga memasuki pekan-pekan terakhir kompetisi. Sempat tergeser dari puncak klasemen, tim asuhan Bojan Hodak akhirnya mampu bangkit untuk kembali memimpin dan memastikan gelar juara.
Selain merayakan pencapaian bersejarah bersama Persib, Beckham Putra juga pernah berbagi cerita mengenai awal mula kecintaannya terhadap sepak bola. Pemain kelahiran Bandung itu tumbuh di kawasan Gedebage, tidak jauh dari Stadion GBLA yang kini menjadi markas kebanggaan Persib.
Beckham mengungkapkan bahwa dirinya mulai mengenal sepak bola sejak usia tujuh tahun. Ketertarikan tersebut tak lepas dari peran sang ayah, Budi Nugraha, mantan pesepak bola yang kerap mengajaknya menyaksikan berbagai turnamen.
"Bermain bola pertama kali di usia tujuh tahun," ujar Beckham Putra dikutip dari Sport77.
Dalam sebuah perbincangan bersama Coach Riphan, Beckham sempat ditanya mengenai sosok yang pertama kali menginspirasinya untuk serius menekuni sepak bola.
"Itu ngelihat Zola dulu atau bagaimana?" tanya Coach Riphan.
Tak disangka, Beckham menyebut nama Febri Hariyadi sebagai pemain yang membuatnya semakin tertarik mendalami dunia sepak bola.
"Karena ngelihat A Bow (Febri Hariyadi) dulu, kebetulan waktu itu ada turnamen sepak bola Himendra Cup di lapangan SSB Uni Bandung, bapak ngajak karena saat itu Beckham dan Zola waktu itu belum latihan," tuturnya.
Beckham kemudian mengenang momen ketika dirinya menyaksikan langsung aksi Febri Hariyadi di sebuah turnamen usia muda. Saat itu, ia mendapat informasi bahwa ada pemain asal Gedebage yang tampil di partai final.
"Ada orang Gede Bage katanya main di final Piala Himendra, Febri Hariyadi namanya, itu masih deket juga kan rumahnya di Gedebage, kita nontonlah, Zola dulu bilang bagus main, Febri jadi pemain terbaik juga di situ, dan top skor kalau gak salah," ungkap Beckham.
Penampilan Febri di turnamen tersebut ternyata memberikan kesan mendalam bagi Beckham kecil. Setelah menyaksikan langsung aksinya, sang kakak, Gian Zola, lebih dahulu bergabung dengan sekolah sepak bola. Beckham kemudian mengikuti jejak kakaknya beberapa tahun kemudian.
"Abis itu Zola baru latihan, karena saat itu saya masih kecil banget itu, paling umur 5 tahun, Zola duluan masuk SSB. Setelah kelas 1 SD, baru saya masuk SSB di Uni,"* jelasnya.
Saat kembali ditanya apakah Febri Hariyadi menjadi sosok yang menginspirasinya untuk terjun ke dunia sepak bola, Beckham tak ragu mengiyakan.
"Iya benar, karena itu menjadi pengalaman juga karena kan Beckham nonton pertama, asli turnamen kan biasa cuma antar kampung aja. Tapi pas lihat antar SSB, wah seru juga, terus ada orang tua anter, jadi terpacu juga, termotivasi," pungkasnya.
Kini, bertahun-tahun setelah momen tersebut, Beckham bukan lagi anak kecil yang hanya menyaksikan idolanya dari pinggir lapangan. Ia telah tumbuh menjadi salah satu pemain andalan Persib Bandung dan ikut berperan dalam menghadirkan sejarah besar bagi klub kebanggaan Bobotoh dengan meraih gelar three-peat di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (ind)