Puluhan Ribu Jamaah Ziarah Kubro 2026 Banjiri Kota Palembang

Ziarah Kubro, Ziarah Kubro 2026, Puluhan Ribu Jamaah Ziarah Kubro 2026 Banjiri Kota Palembang

Puluhan ribu jamaah Ziarah Kubro 2026 membanjiri Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Minggu (8/2/2026).

Ziarah Kubro 2026 merupakan puncak tradisi mengunjungi makam para ulama penyebar Agama Islam di Bumi Sriwijaya tersebut.

Menariknya, tradisi Ziarah Kubro hanya boleh diikuti oleh laki-laki, sementara perempuan tidak ambil bagian dan hanya bisa jadi penonton.

Ini merupakan tradisi yang diadakan setiap tahun di Palembang. Para jamaah tersebut berjalan beriringan dari bawah Jembatan Musi IV Palembang.

"Momen ini setiap tahunnya selalu mengharukan, karena tradisi ini, para jamaah diwajibkan hanya laki laki yang ikut, jadi kita perempuan menyaksikan dari atas jembatan ini," kata Melisa (31) seorang warga Palembang, dikutip dari Antara (8/2/2026).

Hal senada diungkapkan Nurhasana, warga Pasar Kuto yang sudah bersiap sejak subuh. Ia mengenang bagaimana tradisi ini mempererat hubungan Palembang dengan Hadramaut, Yaman.

"Dulu banyak ulama besar dari sana yang berdakwah di sini. Ziarah ini adalah cara kami menghormati sejarah itu," katanya.

Tradisi Ziarah Kubro 2026

Ziarah Kubro merupakan puncak rangkaian acara yang dimulai sejak Jumat (6/2/2026) dengan agenda Napak Tilas dari Sei Bayas hingga Kambang Koci.

Rangkaian puncak hari ketiga ini dimulai dengan Haul Habib Abdullah bin Idrus Shahab dan Habib Abdurrahman bin Hamid di Kampung Sejarah Sei Bayas, kawasan 8 Ilir.

Selepas doa bersama, jemaah mulai bergerak dalam konvoi berjalan kaki menuju dua titik sakral, yakni pemakaman Kawah Tengkurep dan Kawasan Kambang Koci.

Ziarah Kubro juka tidak hanya sekadar tradisi tahunan, melainkan juga simbol kebersamaan umat Islam dalam menghormati para ulama dan habaib yang telah berjuang menyebarkan dakwah di Palembang.

Dengan sinergi lintas instansi, serta dukungan masyarakat, Ziarah Kubro 2026 diharapkan menjadi magnet wisata religi terbesar di Indonesia.

Tradisi ini juga sekaligus memperkuat posisi Palembang sebagai kota bersejarah yang kaya akan nilai spiritual.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang