Suksesi Takhta Keraton Surakarta Pasca Wafatnya PB XIII, GKR Timoer Tegaskan Sosok Putra Mahkota
Setelah wafatnya Raja Keraton Kasunanan Surakarta, Sinuhun Pakubuwono XIII, perhatian kini tertuju pada proses suksesi takhta.
Sebelum berpulang, PB XIII telah menunjuk salah satu putranya sebagai pewaris sah Keraton Surakarta.
Putra bungsu almarhum, Gusti Purbaya, yang bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram, disebut sebagai kandidat tunggal penerus tahta.
Dikutip dari Kompas.tv, adik mendiang raja, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Dipokusumo, menyampaikan bahwa proses suksesi akan dilakukan setelah seluruh rangkaian prosesi pemakaman PB XIII selesai.
Ia memastikan penetapan raja baru akan mengikuti tata adat dan waktu yang tepat setelah prosesi penghormatan terakhir.
Penunjukan Putra Mahkota oleh PB XIII
Dilansir dari TribunSolo.com, Putri PB XIII, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbai, menegaskan bahwa KGPAA Hamengkunagoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram merupakan satu-satunya pewaris takhta Keraton Kasunanan Surakarta.
Menurutnya, penetapan tersebut bukan hal baru karena sudah disampaikan langsung oleh PB XIII sejak tahun 2022.
“Saya harus mempertegas Sinuhun PB XIII ketika 2022 sudah menunjuk dan melantik putra mahkota,” ungkap GKR Timoer.
Penunjukan KGPAA Hamengkunagoro sebagai putra mahkota dilakukan bersamaan dengan pengangkatan istri terakhir PB XIII, BRAy Asih Winarni, sebagai permaisuri dengan gelar GKR Pakubuwono XIII.
GKR Timoer menjelaskan, seluruh putra-putri PB XIII telah menerima amanat langsung dari sang ayah untuk memastikan putra mahkota naik takhta.
“Beliau mempertegas mengamanatkan kepada kami putra-putrinya dan kami harus menjalankan amanat itu njumenengke putra mahkota Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Hamengkunagoro,” tuturnya.
GKR Timoer Tegaskan Paugeran Keraton
Meski penunjukan putra mahkota sudah dilakukan secara resmi, GKR Timoer mengakui sempat ada penolakan dari sejumlah anggota keluarga.
Namun, ia menilai sikap tersebut bertentangan dengan paugeran atau aturan adat yang berlaku di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta.
“Ya kalau itu bisa terjadi mereka melanggar adat, melanggar paugeran,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keluarga inti—yakni para putra dan putri PB XIII—telah bulat untuk menjalankan amanat mendiang ayah mereka.
Putra-Putri Jalankan Amanat PB XIII
GKR Timoer menegaskan, pihak di luar keluarga inti tidak memiliki kewenangan menentukan siapa yang akan naik takhta.
“Yang jelas kami putra-putri PB XIII, keluarga inti, sudah sepakat untuk menjalankan amanat PB XIII. Selain itu bukan ranahnya siapa yang menjadi raja,” terangnya.
Mengenai waktu pengumuman resmi pengangkatan raja baru, GKR Timoer menyebut hal itu masih menunggu waktu yang tepat.
“Nanti ditunggu dulu (pengumumannya),” jelasnya.
Untuk sementara waktu, sebelum penobatan resmi dilakukan, kendali Keraton Kasunanan Surakarta berada di tangan KGPAA Hamengkunagoro.
“Gusti Adipati Anom,” ungkapnya.
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul “GKR Timoer Tegaskan KGPAA Hamengkunagoro Sebagai Satu-Satunya Pewaris Tahta Keraton Surakarta”, dan di Kompas.tv dengan judul “Sosok Gusti Purbaya, Calon Raja Keraton Surakarta Penerus Takhta Pakubuwono XIII”.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.