Keraton Surakarta Gelar Tahlilan Tujuh Hari Wafatnya PB XIII, Suasana Duka Masih Menyelimuti

Pakubuwono XIII, GKR Timoer Rumbai, Keraton Surakarta, KGPAA Hamangkunegoro, KGPA Tedjowulan, Pakubuwono XIV, Keraton Surakarta Gelar Tahlilan Tujuh Hari Wafatnya PB XIII, Suasana Duka Masih Menyelimuti, Persiapan Tahlilan di Sasana Parasdya, Pengamanan Ketat di Area Keraton, Prosesi Pemakaman Sang Raja di Imogiri, Menunggu Sosok Penerus Tahta

Keraton Kasunanan Surakarta masih berduka setelah kepergian Sang Raja, Sinuhun Pakubuwono XIII.

Suasana haru masih terasa di lingkungan keraton yang kini mempersiapkan prosesi tahlilan tujuh harian untuk mengenang sang raja.

Ritual tersebut akan digelar secara khidmat di Sasana Parasdya, tempat di mana jenazah Pakubuwono XIII sempat disemayamkan sebelum dimakamkan.

Di sisi lain, pihak keluarga dan aparat keamanan turut berkomitmen menjaga suasana tetap kondusif selama masa berkabung.

Persiapan Tahlilan di Sasana Parasdya

Putri tertua almarhum, GKR Timoer Rumbaikusuma Dewayani, menjelaskan bahwa keluarga saat ini tengah fokus menyiapkan tahlilan tujuh harian untuk sang ayah.

“Kalau sekarang ini kita mempersiapkan mempersiapkan 7 hari. Kan besok 7 hari sebenarnya itu besok ada 7 hariannya. Tahlilan seperti biasa itu di tadi di Parasdya,” ujar GKR Timoer di Keraton Surakarta, Kamis (6/11/2025).

Tahlilan ini menjadi bagian penting dari rangkaian penghormatan terakhir bagi Pakubuwono XIII, sekaligus wujud doa agar perjalanan arwah sang raja menuju keabadian berlangsung damai.

Pengamanan Ketat di Area Keraton

Sementara itu, aparat kepolisian tampak berjaga di sekitar kompleks keraton untuk memastikan situasi tetap aman selama prosesi berlangsung.

Sebuah kendaraan taktis (rantis) disiagakan di depan Kori Kamandungan sebagai langkah antisipatif menjaga ketertiban.

GKR Timoer menegaskan, pihak keluarga dan pemerintah sepakat menjaga stabilitas agar tidak terjadi konflik seperti masa transisi dari Pakubuwono XII ke XIII.

“Ya memang itu komitmen pemerintah untuk supaya tidak terjadi kan panjenengan kan juga tahu suksesi dari PB XII ke XIII itu kan menimbulkan gejolak. Nah itu sebagai komitmen pemerintah membantu keraton supaya kondusif,” jelasnya.

Prosesi Pemakaman Sang Raja di Imogiri

Irama gamelan bertalu-talu mengiringi pemberangkatan jenazah Sinuhun Pakubuwono XIII ke tempat peristirahatan terakhirnya di Pajimatan Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gending yang dimainkan adalah Gending Monggangan, salah satu gending sakral peninggalan masa Kerajaan Jenggala yang dipercaya diciptakan sekitar tahun 1211.

Mas Ngabehi Guno Pengrawit menuturkan, gending ini hanya dimainkan dalam upacara sakral tertentu.

“Saking sakralnya, gending ini tidak bisa dimainkan sembarang. Bahkan tak ada latihan untuk gending ini,” ujarnya, Rabu (5/11/2025).

Rombongan pembawa jenazah berangkat dari Loji Gandrung, Solo, dan tiba di kompleks Pajimatan sekitar pukul 12.35 WIB.

Setibanya di lokasi, petugas mengangkat jenazah secara manual melewati ratusan anak tangga menuju puncak area pemakaman.

Sebelum dimakamkan, jenazah disalatkan di Masjid Pajimatan, kemudian dibawa menuju lokasi pemakaman untuk prosesi tertutup.

Meski demikian, banyak masyarakat yang turut hadir memberikan penghormatan terakhir kepada sang raja.

Di tengah suasana duka, isu suksesi Keraton Surakarta mulai mencuat den menjadi perhatian masyarakat.

Sebelumnya, KGPAA Hamangkunegoro menyatakan dirinya telah berdiri sebagai Pakubuwono XIV di depan jenazah ayahnya sebelum pemberangkatan ke pemakaman.

Namun, Maha Menteri Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPA Tedjowulan, menyebut belum ada kesepakatan resmi soal penerus tahta.

Untuk sementara, KGPA Tedjowulan menyebut bahwa dirinya akan menjalankan fungsi sebagai pemangku sementara (ad interim) hingga penobatan resmi dilaksanakan.

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul "Keraton Solo Siapkan Prosesi Tujuh Harian Pakubuwono XIII, Bakal Gelar Tahlilan di Sasana Parasdya", "Pemakaman Raja Solo PB XIII Diiringi Gending Monggangan, Hanya Dimainkan untuk Upacara Khusus," dan "Momen Prosesi Pemakaman Raja Solo PB XIII di Imogiri : Lewati Ratusan Anak Tangga, Disambut Gerimis". 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.