Jokowi Enggan Ikut Campur Soal Suksesi Raja Keraton Surakarta, Imbau untuk Jaga Kerukunan

Joko Widodo, Jokowi, KGPA Tedjowulan, Pakubuwono XIII, Pakubuwono XIV, Keraton Kasunanan Surakarta, KGPAA Hamengkunegoro, KGPH Hangabehi, Jokowi Enggan Ikut Campur Soal Suksesi Raja Keraton Surakarta, Imbau untuk Jaga Kerukunan, Konflik Suksesi Pernah Terjadi Sebelumnya, Pakubuwono XIII Wafat, Dua Pihak Kembali Klaim Tahta, Jokowi Berharap Pemerintah Berperan Aktif, Jokowi Antar Jenazah PB XIII Sebelum Berangkat ke Imogiri

Pasca wafatnya Sinuhun Pakubuwono XIII, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali menghadapi perbedaan pendapat terkait siapa yang berhak melanjutkan tahta.

Situasi ini memunculkan dua klaim kepemimpinan, yang mengingatkan publik pada konflik serupa di masa lalu.

Di tengah polemik tersebut, mantan Presiden Joko Widodo angkat bicara dan menyerukan agar seluruh pihak mengedepankan kerukunan demi menjaga nama baik keraton.

Jokowi juga memastikan pemerintah akan berperan membantu penyelesaian persoalan sebagaimana pernah dilakukan dalam konflik sebelumnya.

“Itu sekali lagi urusan internal keraton. Yang paling penting kita bisa menjaga kerukunan. Dan masalahnya bisa terselesaikan,” ujar Jokowi saat ditemui di kediamannya, Kamis (6/11/2025).

Ia menegaskan pentingnya menjaga persaudaraan di tengah perbedaan pendapat agar suasana di lingkungan keraton tetap kondusif.

Konflik Suksesi Pernah Terjadi Sebelumnya

Kondisi seperti ini bukan kali pertama terjadi di Kasunanan Surakarta. Sebelumnya, KGPH Hangabehi dan KGPA Tedjowulan juga sempat sama-sama mengklaim sebagai penerus tahta.

Perselisihan itu akhirnya mereda setelah dicapai rekonsiliasi, di mana KGPH Hangabehi dinobatkan sebagai Sinuhun Pakubuwono XIII, sementara KGPA Tedjowulan mendapat gelar Maha Menteri dengan sebutan Panembahan Agung.

Pakubuwono XIII Wafat, Dua Pihak Kembali Klaim Tahta

Setelah wafatnya PB XIII, putra beliau, KGPAA Hamengkunegoro, menyatakan diri sebagai Pakubuwono XIV.

Namun, KGPA Tedjowulan menilai langkah tersebut terlalu tergesa-gesa dan menyebut dirinya sebagai pengganti sinuhun secara ad interim sesuai SK Kemendagri.

Kondisi ini kembali menimbulkan perbedaan pandangan di internal keraton, meski pihak-pihak terkait diharapkan dapat menempuh jalan damai seperti sebelumnya.

Jokowi Berharap Pemerintah Berperan Aktif

Jokowi menilai penyelesaian polemik suksesi keraton tetap menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memfasilitasi pertemuan para pihak yang berselisih.

“Itu nanti pemerintah (untuk mempertemukan),” ucapnya.

Ia juga menyampaikan rasa hormat dan kesan mendalam terhadap mendiang Sinuhun Pakubuwono XIII.

“Beliau sosok yang sangat bijaksana,” kata Jokowi.

Jokowi Antar Jenazah PB XIII Sebelum Berangkat ke Imogiri

Jokowi turut hadir mengantarkan jenazah Raja Keraton Kasunanan Solo, SISKS Pakubuwono XIII, sebelum diberangkatkan menuju makam raja-raja di Imogiri, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (5/11/2025).

Dari pantauan TribunSolo.com, Jokowi tiba di rumah dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung, sekitar pukul 10.00 WIB untuk memberikan penghormatan terakhir.

Kehadirannya menarik perhatian sejumlah pejabat dan tamu yang sudah datang lebih dulu.

Mantan presiden itu tampak datang seorang diri tanpa didampingi sang istri, Iriana Jokowi, dengan mengenakan setelan batik tanpa pakaian adat Jawa.

Setibanya di Loji Gandrung, Jokowi langsung diarahkan menuju ruang tengah rumah dinas sambil menunggu kedatangan jenazah PB XIII sebelum diberangkatkan ke Imogiri.

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul "Jokowi Ogah Ikut Campur Potensi Konflik Penerus Tahta Keraton Solo : Urusan Internal, Asal Rukun" dan "Jokowi Ikut Melepas Jenazah Raja Keraton Solo PB XIII di Loji Gandrung Sebelum Dibawa ke Imogiri".

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.