Prabowo Hadiri Pembentukan Dewan Perdamaian Gaza Inisiasi Trump

Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri pembentukan Dewan Perdamaian Gaza
Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri pembentukan Dewan Perdamaian Gaza

Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri pembentukan Dewan Perdamaian (Board of Peace) Gaza bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis, 22 Januari 2026.

Prabowo hadir bersama dengan 7 pimpinan negara lainnya, yakni Turki, Mesir, Jordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UAE).

Tampak Prabowo mengenakan setelan jas dengan dasi berwarna biru dan peci hitam di kepalanya. Prabowo sempat bersalaman dengan Donald Trump saat memasuki ruang acara. 

Prabowo duduk berdampingan dengan jajaran kepala negara lain yang memutuskan bergabung ke dalam Dewan Perdamaian Gaza tersebut.

"Ya, ini adalah hari yang sangat menggembirakan. Sudah lama dipersiapkan. Dan banyak negara baru saja menerima pemberitahuan mereka, dan semua orang ingin menjadi bagian dari ini," kata Trump menyampaikan sambutannya, dikutip dari YouTube White House. 

Diketahui, Indonesia memutuskan akan bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza bentukan Presiden AS Donald Trump untuk mendukung stabilitas di Palestina.

Keputusan tersebut tertuang dalam pernyataan bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono dan para menlu dari tujuh negara lainnya — Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab — yang diunggah Kementerian Luar Negeri RI di media sosial pada Kamis 22 Januari 2026.

"Para menteri mengumumkan keputusan bersama negara-negara mereka untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian," sebut pernyataan itu.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi buka suara soal keputusan Indonesia bergabung ke dalam Dewan Perdamaian Gaza bentukan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Dia menjelaskan alasan Indonesia bergabung ke dalam Dewan Perdamaian Gaza. Kata dia, salah satu alasannya untuk mempercepat proses perdamaian di Gaza, Palestina.

"Tapi kalau secara kehendak, tentunya Bapak Presiden akan mempertimbangkan untuk bergabung karena yang penting kan tujuannya. Tujuannya adalah mempercepat proses perdamaian di eh Gaza," kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Januari 2026.