Cara Menyimpan Keju agar Tidak Cepat Berjamur, Menurut Ahli
- 1. Gunakan pembungkus yang tepat
- 2. Hindari membungkus keju dengan plastik rapat
- 3. Simpan di laci keju atau rak atas kulkas
- 4. Jangan pernah menyentuh keju dengan tangan atau alat kotor
- 5. Vacuum seal untuk keju yang tidak cepat habis
- 6. Ketahui perbedaan keju keras dan keju lunak
- 7. Ganti pembungkus secara berkala
- 8. Jangan biarkan keju terlalu lama di suhu ruang
Keju termasuk bahan makanan yang cepat berubah kualitasnya setelah kemasan dibuka.
Banyak orang mengeluhkan keju mudah muncul bercak jamur meski baru dipakai beberapa kali.
Dua pakar, Shawn Matijevich, lead chef-instructor di Institute of Culinary Education, dan Raj Dasgupta, Chief Medical Advisor untuk Sleepopolis, menjelaskan bahwa kunci utama menjaga keju tetap segar adalah cara penyimpanannya.
Cara menyimpan keju yang benar
Berikut panduan lengkap cara menyimpan keju agar tidak cepat berjamur.
1. Gunakan pembungkus yang tepat
Menurut Dasgupta, keju “lebih baik jika bisa bernapas”. Itu sebabnya membungkus keju langsung dengan plastik akan membuat kelembapan terperangkap dan mempercepat pertumbuhan jamur.
- Bungkus keju menggunakan parchment paper atau wax paper
- Setelah itu, masukkan dalam wadah tertutup atau ziplock
Jenis pembungkus ini membantu menjaga sirkulasi udara sekaligus tetap melindungi keju dari udara lembap di dalam kulkas.
2. Hindari membungkus keju dengan plastik rapat
Plastik wrap memang praktis, tetapi tidak ideal untuk keju. Permukaan keju akan menjadi terlalu lembap, menciptakan kondisi ideal bagi jamur untuk tumbuh.
Hanya gunakan plastik sebagai lapisan luar setelah keju dibungkus dengan kertas khusus keju atau wax paper, bukan langsung bersentuhan dengan keju.
3. Simpan di laci keju atau rak atas kulkas
Keju tidak suka perubahan suhu. Itu sebabnya Matijevich merekomendasikan menyimpannya di area kulkas dengan suhu yang paling stabil.
Ilustrasi kulkas, Ilustrasi pintu kulkas.
Lokasi terbaik:
- Laci keju (crisper drawer)
- Rak bagian atas kulkas yang suhunya lebih konsisten dibanding pintu kulkas
Hindari menyimpan keju di pintu kulkas karena suhu yang sering berubah setiap kali pintu dibuka.
4. Jangan pernah menyentuh keju dengan tangan atau alat kotor
Setiap kali keju disentuh alat potong yang kotor atau tangan yang basah, bakteri dan jamur dari luar dapat dengan mudah menempel di permukaan.
Tips aman:
- Selalu gunakan pisau yang bersih dan kering
- Jangan menyentuh keju langsung dengan tangan
- Setelah memotong bagian berjamur pada keju keras, jangan gunakan pisau yang sama menyentuh bagian bersih
Kebersihan sangat menentukan umur simpan keju.
5. Vacuum seal untuk keju yang tidak cepat habis
Jika keju Anda cenderung bertahan lebih dari seminggu, Shawn Matijevich menyarankan untuk vacuum seal. Dengan menghilangkan udara di sekitar keju, pertumbuhan jamur menjadi jauh lebih lambat.
Cara ini sangat cocok untuk:
- Keju keras (cheddar, parmesan, gouda)
- Keju blok yang jarang digunakan
Untuk keju lunak, tetap bungkus dengan paper-based wrapping lalu masukkan wadah rapat.
6. Ketahui perbedaan keju keras dan keju lunak
Keju keras memiliki struktur padat sehingga jamur sulit menyebar ke dalam. Keju lunak memiliki kadar air tinggi sehingga jamur mudah tumbuh.
Artinya:
- Keju keras lebih tahan lama
- Keju lunak membutuhkan penyimpanan yang ekstra hati-hati dan lebih cepat habis
- Jika keju lunak sudah berjamur, harus langsung dibuang.
7. Ganti pembungkus secara berkala
Jika Anda menyimpan keju selama beberapa hari, pembungkusnya bisa menjadi lembap. Kondisi lembap mempercepat jamur.
Lakukan ini:
- Ganti pembungkus setiap 2–3 hari
- Pastikan keju selalu dalam kondisi kering sebelum dibungkus ulang
- Perawatan kecil ini sangat membantu menjaga umur keju.
8. Jangan biarkan keju terlalu lama di suhu ruang
Keju yang dibiarkan terlalu lama di luar kulkas akan mengembun saat masuk kembali, menciptakan kelembapan yang mempercepat jamur.
Batas aman:
- Keju keras: maksimal 4 jam
- Keju lunak: maksimal 2 jam
Setelah digunakan, segera masukkan kembali ke kulkas.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang