Cara Menyimpan Buah dan Sayuran Agar Tidak Cepat Busuk
Menyetok buah dan sayur memang bermanfaat karena kita tidak perlu keluar rumah saat hendak mengonsumsinya.
Namun, satu kendala dari menyetok buah dan sayur adalah kondisinya yang bisa jadi busuk dan tidak tahan lama.
Untungnya, dengan penyimpanan yang tepat, kesegaran buah dan sayur bisa dipertahankan lebih lama dan limbah makanan pun berkurang.
Cara menyimpan buah dan sayur agar tidak busuk
Albert Nguyen, instruktur kuliner di Institute of Culinary Education, membagikan sejumlah tips untuk membantu Anda menjaga ketahanan buah dan sayuran di rumah.
1. Jangan cuci sebelum siap dimakan
Menurut Nguyen, salah satu kesalahan terbesar adalah mencuci buah dan sayur lalu langsung menyimpannya dalam keadaan basah di kulkas.
“Air yang tertinggal akan menjadi tempat ideal bagi bakteri dan jamur untuk tumbuh, sehingga mempercepat pembusukan,” ujarnya.
Karena itu, sebaiknya cuci buah dan sayur hanya ketika Anda siap untuk mengonsumsinya atau mengolahnya.
2. Gunakan laci kulkas dengan tepat
Kebanyakan kulkas memiliki dua laci khusus untuk sayur dan buah (crisper drawer). Nguyen menyarankan agar laci bagian bawah digunakan untuk sayuran yang lebih keras dan padat.
Ilustrasi kulkas, Ilustrasi menyimpan makanan di pintu kulkas.
sementara laci bagian atas untuk daun-daunan lembut yang memerlukan sirkulasi udara lebih baik.
Hindari menjejalkan semua bahan ke satu tempat, karena ruang yang terlalu sempit dapat membuatnya cepat lembap dan layu.
3. Pahami gas etilen, penyebab busuk
Beberapa buah dan sayuran melepaskan gas etilen saat matang. Gas ini membantu proses pematangan, tetapi juga bisa mempercepat pembusukan bahan lain di sekitarnya.
Karena itu, penting untuk memisahkan penghasil etilen dari bahan yang sensitif terhadap etilen.
- Penghasil etilen: apel, pisang, alpukat, kiwi, melon, persik, pir, tomat, paprika.
- Sensitif terhadap etilen: ubi jalar, brokoli, mentimun, lemon, jeruk nipis, bawang, labu, selada, apel, pisang, pir, persik.
4. Sayuran hijau dan herbal
Daun hijau dan rempah segar biasanya sudah lembap karena sering disemprot air di toko.
Ilustrasi sayuran. Makan sayur tertentu bisa membantu menurunkan gula darah tinggi Anda. Sayuran yang memberikan manfaat ini meliputi pare, okra, dan kale.
Simpan dalam kantong plastik bersama tisu dapur kering untuk menyerap kelembapan berlebih, dan biarkan kantong tetap sedikit terbuka agar udara bisa bersirkulasi.
5. Kentang, bawang, bawang putih, dan labu keras
bahan ini di tempat yang sejuk, kering, dan gelap agar tidak cepat bertunas.
Ilustrasi kentang.
Perlu diingat, ubi jalar, bawang, dan labu sensitif terhadap gas etilen, sehingga jangan letakkan di dekat buah-buahan seperti apel atau pisang.
6. Tomat
Jangan langsung masukkan tomat ke kulkas. Simpan di suhu ruang dengan posisi batang menghadap ke bawah untuk mencegah kehilangan kelembapan.
Ilustrasi tomat
Hanya simpan di kulkas jika Anda tidak akan menggunakannya dalam waktu seminggu.
7. Pisang
Pisang sebaiknya disimpan jauh dari sinar matahari dan panas agar tidak cepat matang. Untuk memperlambat prosesnya, bungkus tangkai pisang dengan plastik agar gas etilen tidak menyebar.
Ilustrasi pisang.
Jangan simpan di kulkas sampai pisang benar-benar matang — suhu dingin justru membuat kulitnya cepat menghitam.
Kesimpulan
Menjaga kesegaran buah dan sayur bukan hanya soal rasa, tapi juga soal menghemat uang dan mengurangi limbah makanan.
Dengan memahami cara penyimpanan yang benar, mulai dari mengontrol kelembapan hingga memisahkan bahan penghasil etilen, kamu bisa menikmati hasil panen segar lebih lama dan menjaga kualitas gizi di setiap sajian.