Cara Memilih, Menyimpan, dan Menikmati Gudeg oleh-oleh dari Yogyakarta
Sepulang berwisata dari Yogyakarta, gudeg hampir selalu menjadi pilihan utama untuk dijadikan oleh-oleh.
Cita rasa manis dan gurih dari masakan khas ini membuatnya digemari banyak orang, termasuk wisatawan dari luar Jawa. Namun, tidak semua jenis gudeg cocok dibawa pulang dalam perjalanan jauh.
Yolanda Mulat Sarira H, Manager gerai Gudeg Yu Djum cabang Jakarta, menjelaskan perbedaan gudeg basah dan gudeg kering, serta membagikan tips menyimpan hingga cara terbaik menikmati gudeg agar rasanya tetap lezat.
Dua jenis gudeg: Basah dan kering
Menurut Yolanda, gudeg yang dijual di Yogyakarta dibedakan menjadi dua jenis:
Gudeg basah
Isian gudeg hingga sambal krecek masih memiliki kuah. Jenis ini lebih cocok untuk langsung disantap, bukan untuk dibawa perjalanan jauh.
Gudeg kering
Semua isiannya, mulai dari gudeg nangka, ayam, telur, hingga sambal krecek, dimasak dengan tekstur lebih kering.
Inilah jenis yang cocok sebagai oleh-oleh, karena lebih tahan lama.
“Kalau gudeg kering itu dia akan awet kalau dibawa untuk jadi oleh-oleh,” ujar Yolanda dilansir dari (17/9/2025).
Cara menyimpan gudeg agar tahan lama
Setibanya di rumah atau kota tujuan, gudeg sebaiknya langsung disimpan dalam kulkas agar kualitasnya tetap terjaga.
Daya tahan gudeg kering menurut Yolanda:
- Suhu ruang: bertahan hingga 24 jam
- Chiller: bertahan hingga 3 hari
- Freezer: awet hingga 1 minggu
Dengan penyimpanan yang tepat, rasa gudeg akan tetap terjaga meski disimpan beberapa hari.
Cara menghangatkan gudeg yang benar
Proses memanaskan gudeg cukup sederhana. Ada dua metode yang dianjurkan:
Dikukus
Cara terbaik agar tekstur dan rasa tetap stabil.
ilustrasi gudeg, makanan khas yogyakarta.
Menggunakan microwave
Praktis dan cepat.
Sementara itu, untuk sambal krecek, Yolanda menyarankan untuk dioseng sebentar tanpa tambahan minyak agar cita rasanya kembali segar.
Cara paling enak makan gudeg
Seporsi gudeg umumnya terdiri dari:
- Nasi putih
- Gudeg nangka
- Sambal krecek
- Telur pindang
- Ayam kampung
- Areh (kuah santan kental)
Karena gudeg memiliki rasa yang dominan manis, sebagian orang—terutama yang berasal dari luar Jawa—mungkin perlu menyesuaikan diri. Namun ada trik agar rasanya terasa seimbang.
1. Jangan dimakan terpisah
Yolanda menyarankan agar semua lauknya disatukan dalam satu suapan.
“Kalau gudegnya dicicipi sendiri, kreceknya sendiri, itu akan kurang oke,” ujarnya.
Dengan mencampur, rasa manis gudeg akan berpadu dengan pedas gurih sambal krecek.
2. Tambahkan areh lebih banyak
Areh menjadi kunci kelezatan gudeg.
“Kalau saya sarannya banyakin arehnya, karena arehnya itu enak banget,” kata Yolanda.
Areh yang kental, gurih, dan sedikit manis membantu menyatukan seluruh elemen dalam seporsi gudeg.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang