Top 5+ Cara Benar Menyimpan Pisang Agar Awet dan Tetap Manis

pisang, menyimpan pisang, 5 Cara Benar Menyimpan Pisang Agar Awet dan Tetap Manis

Pisang adalah buah yang hampir selalu ada di meja makan kita. Selain praktis, buah kuning ini kaya akan potasium dan serat. 

Masalahnya cuma satu: pisang adalah salah satu buah yang paling cepat "menyerah" alias busuk hanya dalam hitungan hari. 

Belum sempat dimakan, kulitnya sudah berubah hitam dan teksturnya lembek.

Tapi jangan buru-buru membuang pisang yang mulai kecokelatan! Melansir dari ulasan kuliner NDTV Food, ada beberapa trik cerdas yang bisa kamu lakukan untuk memperlambat proses pematangan pisang. 

Dengan cara yang benar, pisang kamu bisa tetap segar, kuning, dan manis lebih lama.

Berikut adalah 5 cara ampuh menyimpan pisang agar tidak cepat busuk:

1. Lepaskan dari Plastik Segera!

Kesalahan pertama yang sering dilakukan adalah membiarkan pisang tetap berada di dalam kantong plastik belanjaan. 

Plastik memerangkap gas etilen yang dihasilkan pisang secara alami. Gas inilah yang mempercepat pematangan. 

Jadi, begitu sampai di rumah, segera keluarkan pisang dan biarkan ia di udara terbuka.

2. Bungkus Bonggol Pisang dengan Plastic Wrap

Pernah memperhatikan bagian atas pisang (bonggol) yang menyatukan satu sisir? Di situlah gas etilen paling banyak dilepaskan. 

Triknya, bungkus bagian bonggol tersebut dengan plastik bening (plastic wrap) atau aluminium foil. 

Cara ini sangat efektif untuk menahan penyebaran gas etilen ke bagian buah lainnya, sehingga pisang tidak cepat menghitam.

pisang, menyimpan pisang, 5 Cara Benar Menyimpan Pisang Agar Awet dan Tetap Manis

Apakah Pisang Bagus untuk Orang Sakit? Ini Penjelasannya

3. Gantung Pisang, Jangan Digeletakkan


Menaruh pisang di atas meja atau permukaan rata akan menyebabkan bagian bawahnya tertekan dan memar (bruising). 

Memar ini memicu pelepasan gas etilen lebih cepat. Dengan menggantung pisang menggunakan gantungan khusus buah atau pengait, kamu membiarkan udara bersirkulasi dengan baik dan mencegah kerusakan fisik pada buah.

4. Simpan di Kulkas (Jika Sudah Matang)

Banyak yang mengira pisang tidak boleh masuk kulkas. Faktanya, jika pisang sudah mencapai tingkat kematangan yang kamu inginkan, memasukkannya ke kulkas adalah pilihan tepat. 

Suhu dingin akan menghentikan proses pematangan di dalam buah. 

Jangan kaget kalau kulitnya berubah jadi gelap/hitam di kulkas; itu hanya reaksi pigmen kulit terhadap dingin, sementara daging buahnya tetap segar dan manis di dalam.

5. Jauhkan dari Buah Lainnya

Pisang adalah tetangga yang buruk bagi buah lain. Jika kamu menyimpannya di dekat buah yang juga melepaskan gas etilen (seperti apel atau alpukat), mereka akan saling mempercepat proses pembusukan satu sama lain. 

Pastikan pisang memiliki area penyimpanannya sendiri agar lebih awet.

pisang, menyimpan pisang, 5 Cara Benar Menyimpan Pisang Agar Awet dan Tetap Manis

Ilustrasi berapa maksimal makan pisang sehari?

Menjaga kesegaran pisang bukan hanya soal rasa, tapi juga soal mempertahankan nutrisi di dalamnya.

Menurut Dr. Anju Sood, seorang ahli nutrisi terkemuka, cara penyimpanan sangat berpengaruh pada kadar gula dan vitamin dalam buah.

"Pisang yang terlalu matang atau hampir busuk mengalami perubahan struktur nutrisi. Meskipun kadar antioksidannya meningkat, kadar vitaminnya cenderung menurun seiring dengan pecahnya serat menjadi gula sederhana," jelas Dr. Anju Sood melalui laporan NDTV Food.

"Menyimpan pisang dengan cara digantung atau membungkus bonggolnya membantu menjaga keseimbangan nutrisi tersebut lebih lama sebelum berubah menjadi terlalu manis dan lembek,” tambahnya.

Selain itu, para ahli menyarankan jika pisang sudah terlanjur sangat matang, sebaiknya segera dikupas, dipotong-potong, dan disimpan di freezer untuk dijadikan bahan smoothie atau kue bolu pisang (banana bread).

Menyimpan pisang ternyata tidak bisa asal taruh. Dengan sedikit usaha seperti membungkus bonggol atau menggantungnya, kamu bisa menghemat pengeluaran dan mengurangi limbah makanan di rumah. Pisang tetap manis, kantong pun aman!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang