Cara Menyimpan Beras dan Nasi agar Tahan Lama
Beras adalah salah satu bahan makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia.
Biasanya, kita menyetok beras agar bisa dimasak menjadi nasi saat dibutuhkan. Masalahnya, beras yang kita simpan bisa saja rusak.
Penting untuk diketahui, setiap jenis beras ternyata membutuhkan cara penyimpanan yang berbeda.
Misalnya, beras putih dan beras cokelat memiliki karakteristik dan kandungan yang tidak sama, sehingga cara menyimpannya pun berbeda.
Cara menyimpan beras dan nasi
Berikut panduan menyimpan beras:
1. Cara menyimpan beras putih
Beras putih dikenal sebagai bahan pokok yang hampir tidak memiliki masa kedaluwarsa. Jika kamu memiliki stok beras putih di dapur selama bertahun-tahun, kemungkinan besar beras itu masih aman dikonsumsi, asal tidak berkutu.
Ilustrasi beras. Ternyata ada cara simpel untuk bedakan beras oplosan dan premium, dilihat dari patahannya.
Meski begitu, penting untuk menyimpannya di tempat yang sejuk, gelap, dan kering. Kamu bisa menggunakan stoples kaca atau plastik yang tertutup rapat agar terhindar dari serangga dan kelembapan.
Jika ingin memperpanjang masa simpan lebih lama lagi, beras putih juga bisa disimpan di freezer.
Caranya, masukkan beras ke dalam kantong penyimpanan khusus freezer, keluarkan udara sebanyak mungkin, lalu simpan. Beras putih beku bisa bertahan tanpa batas waktu dan tetap bisa langsung dimasak setelah dikeluarkan dari freezer.
2. Cara menyimpan beras cokelat
Beras cokelat atau brown rice memiliki kandungan minyak alami dari lapisan dedak (bran layer), sehingga umur simpannya jauh lebih pendek dibanding beras putih.
Beras cokelat memiliki serat sekitar tiga kali lebih banyak dan protein lebih tinggi. Itulah mengapa beras cokelat ketika diolah menjadi salah satu jenis nasi yang bagus untuk diet.
Untuk menjaga kesegarannya, simpan beras cokelat di wadah kaca atau plastik yang tertutup rapat, dan sebaiknya dikonsumsi dalam waktu enam bulan.
Kamu juga bisa memperpanjang masa simpannya dengan menaruhnya di kulkas atau freezer, yang dapat membuat beras cokelat bertahan hingga 12–18 bulan.
3. Cara menyimpan nasi matang
Nasi yang sudah dimasak masih bisa dimanfaatkan untuk hidangan lain, seperti nasi goreng atau onigiri. Namun, penyimpanan yang salah bisa membuat nasi cepat basi.
Nasi putih dapat digunakan untuk menjernihkan minyak goreng bekas.
Untuk nasi matang, simpan dalam wadah tertutup di lemari es selama 3–5 hari, atau di freezer hingga 6 bulan.
Saat ingin menghangatkannya kembali, tambahkan dua sendok makan air atau kaldu untuk setiap satu cangkir nasi, lalu panaskan di atas kompor selama lima menit dengan tutup tertutup, atau di microwave hingga panas merata.
4. Penyimpanan beras dalam jumlah besar
Jika kamu membeli beras dalam jumlah besar, penting untuk memperhatikan cara penyimpanan jangka panjang. Idealnya, biji-bijian seperti beras disimpan pada suhu di bawah sekitar 4 derajat Celsius).
Namun karena kebanyakan orang menyimpan beras di pantry yang tidak berpendingin, pastikan kamu menggunakan wadah kedap udara agar oksigen tidak masuk. Dengan cara ini, beras bisa tetap segar hingga 10 tahun.
5. Tips membekukan dan menghangatkan nasi
Kamu juga bisa membekukan nasi matang untuk digunakan di kemudian hari. Setelah nasi dimasak, dinginkan terlebih dahulu di loyang datar, lalu masukkan ke kantong atau wadah kedap udara dan simpan di freezer.
Nasi yang disimpan dengan cara ini bisa bertahan hingga enam bulan. Saat ingin menyantapnya, cukup panaskan langsung dari kondisi beku menggunakan microwave hingga benar-benar panas.
Hindari memanaskan nasi beku lebih dari satu kali, karena hal itu bisa memicu pertumbuhan bakteri berbahaya. Jika masih ada sisa setelah dipanaskan, sebaiknya langsung dibuang.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.