Ikan Sapu-Sapu Aman Dimakan atau Berbahaya? Simak Kata Chef

Ikan Sapu-Sapu Aman Dimakan atau Berbahaya? Simak Kata Chef

sapu dikenal sebagai ikan yang cukup rumit untuk diolah. Selain sulit dibersihkan, daging ikan sapu-sapu pun cukup keras, serta punya aroma tanah dan amis.

Indonesian Gastronomy Chef Ragil Imam Wibowo mengatakan, ikan sapu-sapu termasuk jenis ikan yang jarang digunakan sebagai bahan baku hidangan.

"Jarang digunakan, karena buat kita kalau satu produk effort-nya terlalu banyak dan rasanya tidak terlalu istimewa, buat apa kita lakukan?," kata Ragil kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (26/1/2026).

Kecuali, sambung Ragil, jika bahan baku yang sulit diolah tersebut punya rasa yang sangat enak. Maka akan bahan baku tersebut masih diusahakan untuk diolah.

Kata Ragil, ikan sapu-sapu termasuk salah satu ikan yang rumit diolah dan rasanya tidak begitu menonjol dibanding jenis ikan yang lain.

Ditambah, kata Ragil, ikan sapu-sapu merupakan jenis ikan yang keberadaannya berfungsi untuk membersihkan ekosistem.

"Secara kehidupannya, dia (ikan sapu-sapu) itu memang menyerap racun di ekosistemnya," kata Ragil.

Lantas, apakah ikan sapu-sapu aman dikonsumsi?

Ikan sapu sapu aman dikonsumsi, asal....

Menurut penjelasan Ragil, ikan sapu-sapu aman dikonsumsi asal ikan tersebut hidup di ekosistem yang terkontrol dan di dalam air mengalir.

Jika ikan sapu-sapu yang dikonsumsi berasal dari aliran sungai yang sudah terkontaminasi, alias kotor, maka ikan tersebut sebaiknya tidak dikonsumsi.

"Masalahnya adalah semua zat yang berbahaya itu pasti akan diserap, karena sifatnya menyerap semua zat-zat jelek di perairan di tempat dia hidup," ujar Ragil.

Dengan kata lain, sambungnya, ikan sapu-sapu secara alami bertugas menyerap racun di ekosistemnya.

Maka dari itu, Ragil menyarankan untuk tidak mengonsumsi ikan sapu-sapu yang hidup di perairan kotor, seperti aliran sungai.

Meskipun ikan tersebut mengandung protein yang tinggi, lanjutnya, tetapi tidak menutup kemungkinan ikan sapu-sapu mengandung merkuri yang tinggi, dan justru membahayakan bagi tubuh.

"Kalau sudah di tempat yang kotor, saya sangat menyarankan untuk tidak dikonsumsi, karena merkurinya juga mengkhawatirkan," ujar Ragil.

Sebagai gantinya, Ragil menyarankan untuk mengganti ikan sapu-sapu dengan ikan ekor kuning ataupun lele, yang mana dari segi harga relatif terjangkau, dan rasanya juga enak.

"Menurut saya (ikan sapu-sapu) sebaiknya tidak dikonsumsi secara normal, karena kalau dikonsumsi secara normal berarti harus ada tambaknya," ujar Ragil.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang